Foto: Direktur Tipideksus Bareskrim Brigjen Agung Setya (tengah) merilis kasus penyelundupan miras. (Denita-detikcom)

Metrobatam.com, Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim menangkap 2 tersangka penyelundupan miras jaringan BH alias Kwkn. Kedua tersangka berinisial F dan S itu merupakan direktur perusahaan milik Kwkn.

“Sebagaimana yang sudah saya rilis beberapa waktu lalu kita menangkap mafia penyelundupan miras. Kita tahu bahwa Kw (Kwkn) yang kita tangkap ternyata tidak bekerja sendiri. ternyata ada jaringan lain,” kata Dir Tipideksus Brigjen Agung Setya di kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (23/10/2017).

Agung menerangkan F dan S ditangkap di Batam, Kepulauan Riau. Keduanya berperan memasukkan miras dari Malaysia ke Indonesia, yakni ke Batam dan Jakarta. Keduanya juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

58.595 botol miras golongan B (alkohol 5-20 persen) dan C (alkohol 20-55 persen) dan dokumen importasi disita dari kedua tersangka. Polisi masih menyelidiki kasus penyelundupan miras ini.

“Ini barang bukti yang kita sita. Dokumen importasinya dan kita sita juga catatan gudang di Batam sehingga kita pastikan bahwa kita temukan fakta-fakta yang bisa kita gali di proses selanjutnya, terang Agung.

Sebelumnya, Polisi menangkap BH alias Kwkn pada Kamis (21/9) lalu. Polisi berhasil menemukan 84.000 minuman keras berbagai merek baik dari golongan A, B, dan C.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 142 jo pasal 91 UU 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Pasal 62 jo Pasal 8 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan Pasal 204 KUHP terkait dengan menjual barang yang dapat membahayakan nyawa dan kesehatan. Tersangka kini ditahan di Rutan Bareskrim Polri dan diancam hukuman penjara 15 tahun.

“Mereka pada hakikatnya sama dengan kW, mereka mengelola proses import dari Malaysia dan Singapur tanpa memenuhi prosedur yang berlaku di Indonesia. Kita menetapkan F dan S sebagai tersangka sejak tanggal 20 Oktober kemarin,” ujar Agung.

Sumber:Detik.com

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...