Metrobatam.com, Batam – Konferensi pers  penindakan barang terlarang elektronik, rokok dan minum keras (Miras) ditempat Aula Bea Cukai Batam, pada tanggal (05/10/2017) sore hari.

Raden Evy Suhartantyo Kabid (BKLI) Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi KPU Bea Cukai Tipe B Batam mengatakan, Bea cukai sebagai community berperan untuk melindungi pengusaha-pongusaha dari persaingan tidak sehat dalam menjalankan bisnisnya, sebagai salah satu bentuk perlindungan Bea Cukai Batam kepada masyarakat, Bea Cukai Batam secara rutin menggelar patroli laut dan operasi untuk menekan peredaran barang ilegal dan terminal ferry penumpang dan bandar udara.

“Kegiatan tersebut selain berguna untuk memberikan efek jera bagi pengusaha nakal juga dapat digunakan sebagai bahan edukasi bagi masyarakat tentang peraturan terkait barang-barang yang legal maupun ilegal. Baa cukai batam dalam kurun waktu 9 (sembilan) bulan ini berhasil menindak sebanyak 496 penindakan pelanggaran di sektor kepabeanan dan 77 penindakan di sektor cukai. Untuk penindakan atas komoditi yang menonjol dalam 2 bulan ini di sektor kepabeanan sendiri, Bea Cukai Batam berhasil menindak Barang elektronik termasuk handphone dengan berbagai merek sebanyak 1.737 unit dengan nilai Rp 3,4 M dengan status barang saat ini adalah Barang di Negara Ballpress (pakaian bekas) sebanyak 776 koli dengan status barang dikuasai Negara.” jelasnya

Sementara itu, Ballpress tersebut merupakan tangkapan dari penumpang-penumpang yang dibawa sama pelabuhan-pelabuhan internasional. Di sektor cukai, penindakan yang dilakukan atas barang kena cukai berupa hasil tembakau sebanyak 8.887.388 batang rokok ilegal senilai Rp 4,4 M dengan status barang dikuasai Negara dan penyidikan, selanjutnya juga ditindak Minuman Mangandung Etil Alkohol ilegal sebanyak 6.362 Kaleng senilai Rp 95 juta dan 490 Botol senlai Rp 250 juta. Selanjutnya barang-barang tegahan tersebut ditetapkan sebagai barang dikuasai Negara dan disimpan di gudang tumpat penimbunan Pabean Tanjung Uncang.

Tambahan Kabid Penindakan Bea Cukai Batam Mujayin menerangkan, bahwa barang-barang yang kirimkan ke Batam, barang tersebut melalui dari Jawa kirim kan ke Jakarta dan dari Jakarta dikirimkan ke Batam’karena mereka ini hanya modus-modus pengiriman aja. Hasil pengiriman nya itu sama, datanya ada pada saya.

“Bahwa Barang-barang ini bukan hanya singgah ke Batam tapi mereka kirimkan juga ke Sumatra. Sebab barang seperti rokok, handphone, dan miras itu bukan asli nya tapi mereka palsu juga kan seperti tidak label cukai nya. Justru hasil penindakan seperti ini lah harus di tindak lanjuti” tutupnya.

Toni Simamora

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...