Polisi Buru Penyebar Video Mesum Eks Mahasiswi UI

Metrobatam, Jakarta – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Depok memburu penyebar video mesum diduga melibatkan seorang mantan mahasiswi Universitas Indonesia berinisial HA yang viral di media sosial.

Kapolresta Depok Komisaris Besar Herry Heriawan mengatakan, pihaknya lebih memfokuskan pencarian daripada memproses pemeran dalam video mesum tersebut.

Read More

“Kami ke penyebar, paling fokus ke penyebar,” kata Herry di Kampus Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Kamis (26/10).

Dia menjelaskan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Subdirektorat Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dan Dittipidsiber Bareskrim Polri untuk mencari penyebar video mesum tersebut.

Selain itu, lanjutnya, kerja sama itu juga dilakukan dalam rangka penyelidikan guna mengetahui profil dua orang yang berperan dalam video mesum tersebut.

“Kami sedang dalami, kami profiling yang ada di dalam video tersebut, satu perempuan dan satu laki-laki,” katanya.

Herry menyampaikan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Universitas Indonesia untuk mengungkap peredaran video mesum yang diduga diperankan oleh seorang mahasiswi yang telah lulus itu.

Menurutnya, pihak Universitas Indonesia memberikan respon positif atas langkah yang ditempuh Polresta Depok secara baik.

“UI (Universitas Indonesia) yang selama ini proaktif ke kami untuk membantu, karena ini menyangkut nama baik UI juga,” tuturnya.

Video berkonten pornografi tersebut tersebar melalui media sosial dan pesan berantai dari aplikasi WhatsApp.

Video berdurasi sekitar lima menit tersebut memperlihatkan wajah pemeran secara jelas.

Bisa Dijerat UU ITE

Sebuah video mesum yang viral di sosial media diduga melibatkan seorang mantan mahasiswi Universitas Indonesia, Depok, dengan inisial HA. Kendati demikian, akun sosial media yang diduga milik HA menyebut dirinya bukanlah penyebar video itu, melainkan hanyalah korban.

Akankah mereka yang ikut menyebarkan konten video tersebut lewat media sosial dan pesan instan akan ikut terjerat UU ITE dan Pornografi?

Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Henri Subiakto menyebutkan pihak yang akan terjerat hukum adalah orang yang dengan sengaja menyebarkan konten dewasa tersebut, mengutip UU ITE.

“Kalau dari UU ITE yang kena adalah yang dengan sengaja tanpa hak mendistribusikan, dan atau mentransfisikan, dan atau membuat bisa diaksesnya informasi elektronik atau dokumen elektronik yang muatannya melanggar kesusilaan,” jelasnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (26/10).

Jika HA tidak mendistribusikan, maka dia aman dari jeratan UU ITE. Sayangnya, dia bisa saja dihukum karena melanggar UU Pornografi.

“Kalau pelaku tidak mendistribusikan, tidak mentransmisikan, atau juga tidak membuat bisa diaksesnya oleh publik, juga tidak bisa kena UU ITE. Tapi bisa kena UU Pornografi. Kalau yang nyebar-nyebar di WhatsApp malah kena ITE,” paparnya.

Henry menekankan bahkan penyebaran konten pornografi kepada satu orang lain saja sudah cukup membuat seseorang terjerat pasal 27 ayat 1 UU ITE yang ancaman hukumannya 6 tahun penjara.

Sebelumnya, Ariel Noah juga sempat dituntut UU ITE Pasal 27 karena sedikitnya dua video mesum yang menyebar di Internet. UU ITE mengatur bahwa siapa saja yang mendistribusikan atau mentransmisikan dokumen elektronik yang melanggar kesusilaan dapat dikenai penjara maksimal enam tahun dan denda Rp 1 miliar.

Namun akhirnya dia hanya divonis melanggar Pasal 29 UU Anti Pornografi yang mengatur bahwa pihak yang membuat, menyiarkan atau memperbanyak barang-barang pornografi bisa dikenai hukuman maksimal 12 tahun dengan denda mencapai Rp 6 miliar. Penyanyi itu divonis pada 2011 lalu. (mb/cnn indonesia)

Loading...

Related posts