Metrobatam, Jakarta – Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Polri, Brigadir Jenderal Agung Setya mengatakan KWK, F, dan S telah menyelundupkan minuman keras secara ilegal dari Malaysia dan Singapura ke Batam, Kepulauan Riau selama 20 tahun. Namun, bisnis haram yang mereka jalankan itu baru terungkap sejak September lalu.

Diketahui, Bareskrim Polri menangkap KWK pada akhir September lalu. Kala itu Polisi menyita barang bukti sedikitnya 80 ribu botol miras tak berizin dari berbagai merek. Termutakhir, polisi menangkap rekan bisnis KWK, yakni F dan S di Batam. Barang bukti yang disita adalah 58.595 botol miras ilegal berbagai merek.

“Kami sudah identifikasi bahwa pelaku ini menjalankan bisnis ini sudah 20 tahun, ” ucap Agung saat konferensi pers di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (23/10).

Agung menyimpulkan bahwa bisnis ilegal KWK, F, dan S luput dari pantauan petugas karena terkoordinasi dengan baik.

Agung menjelaskan, bisnis penyelundupan miras yang masih dalam pengungkapan itu melibatkan delapan perusahaan. Enam di antaranya diciptakan sedemikian rupa untuk menghindari audit terkait kegiatan importasi. Salah satu dari perusahaan tersebut adalah PT Buruh Karya Berjayadi Batam.

“Dua tahun sekali ganti. PT ini modus mereka untuk menghindari audit teman dari bea cukai dan pajak,” kata Agung.

Demi mengungkap kejanggalan yang masif tersebut, Agung akan bersinergi dengan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Itu perlu dilakukan mengingat kepolisian tidak memiliki wewenang untuk mengidentifikasi potensi kerugian negara dari sektor pajak.

Agung lalu membeberkan bahwa botol minuman keras diselundupkan dengan cara dibungkus dengan plastik hingga tampak seperti barang lain.

Selain itu, pengiriman juga dilakukan menggunakan kapal pribadi berupa kapal kayu dari Malaysia dan Singapura ke Batam. Kapal itu pun diduga digunakan pula untuk mengirim ke wilayah lain, termasuk Jakarta. Meski begitu, Agung mengatakan pihaknya belum menahan kapal tersebut untuk dijadikan barang bukti.

“Kami akan pastikan kapal mana akan digunakan akan kita sinkronkan dengan bukti-bukti,” Ucap Agung.

Tidak ketinggalan, Agung menjelaskan bahwa pelaku memiliki gudang yang berlokasi di luar Batam. Salah satunya adalah di Pulau Buru. Selain itu, Mereka juga telah memiliki pola komunikasi yang baik sehingga menyulitkan aparat untuk mengungkap jaringannya.

Para pelaku dinilai Agung begitu loyal kepada tempatnya bekerja. Mereka tidak mudah memberikan informasi tentang bisnis yang dijalankan, termasuk juga informasi tentang koleganya baik di dalam mau pun di luar pulau Batam. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Real Count KPU 20%: Jokowi-Amin 55,1% Prabowo-Sandi 44,9%

Metrobatam, Jakarta - Data masuk di Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU sudah mencapai 20,1%. Situng yang juga kerap disebut sebagai 'Real Count KPU'...

KPU Rekomendasikan Pemilu Serentak Dipisah

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan riset evaluasi pelaksanaan pemilu serentak. Salah satu rekomendasinya yaitu dilakukannya pemilu serentak dengan dua jenis. "Salah satu...

Kompolnas Tolak Gabung bila TPF Kecurangan Pilpres Dibuat

Metrobatam, Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menolak bergabung andai kedua paslon peserta Pilpres 2019 sepakat membentuk komisi atau tim independen pencari fakta kecurangan....

Brimob Nusantara Ditarik ke DKI, KSP: Jakarta Barometer, Harus Diperkuat

Metrobatam, Bogor - Brimob Polda-polda di Indonesia dikerahkan Ibu Kota Jakarta terkait pengamanan tahapan Pemilu 2019. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan sebagai ibu...

Pencarian Terus Dilakukan, Korban Tewas Gempa Filipina Jadi 11 Orang

Manila - Upaya pencarian para korban gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,1 di Filipina terus dilakukan. Sejauh ini korban tewas bertambah menjadi 11 orang. Gempa bumi...

Wiranto Tegaskan Aparat Siap Hadapi Aksi yang Melanggar Hukum

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamana (Menko Polhukam) Wiranto mewanti-wanti kepada semua pihak tidak membuat gerakan massa yang mengganggu ketertiban...

NU Minta Masyarakat Bersabar Tunggu Hasil Perhitungan KPU

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj meminta semua pihak menahan diri dan bersabar menunggu perhitungan resmi pemilihan...

TKN Minta Kubu Prabowo Lapor Bawaslu jika Temukan Kecurangan

Metrobatam, Jakarta - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga meyakini pelaksanaan Pilpres 2019 telah berjalan sesuai dengan mekanisme...

Bawaslu Sebut Situs Jurdil 2019 Diblokir karena Tak Netral

Metrobatam, Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin menyebut penutupan situs pemantau jurdil2019.org atau Jurdil 2019 dilakukan lantaran terdapat indikasi tidak netral...

18% Data TPS Sudah Masuk, Ini Hasil Real Count KPU

Metrobatam, Jakarta - Data yang masuk di Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU sudah mencapai 18,8%. Situng, yang juga kerap disebut sebagai 'Real Count...

JK: Pertemuan Jokowi dengan Prabowo Makin Cepat, Makin Baik

Metrobatam, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) Calon Presiden (Capres) nomor urut 01 dan 02, Joko Widodo dan Prabowo Subianto segera melakukan pertemuan...

Stiker KPU Jadi Dasar Curiga Kecurangan, Ternyata untuk Hindari Preman

Metrobatam, Jakarta - Video mobil boks berstiker KPU parkir di depan ruko digital print di Kawasan Condet, Jakarta Timur, bikin geger. Banyak yang menaruh...