Metrobatam, Tanjungpinang – Jajaran Polres Tanjungpinang menyita narkoba jenis sabu diduga seberat 5,6 kg dan 1.900 butir ineks dari dua pelaku. Kedua pelaku ditangkap Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Tanjungpinang di sekitar Jalan Potong Lembu, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Selasa (28/11) sekira pukul 00.30 WIB.

“Memang betul kita telah mengamankan dua pelaku dengan barang sabu seberat 5,6 kg dan 1.900 butir ineks. Untuk sementara kami sedang lakukan verifikasi berat barang bukti di pengadaian,” kata Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Namun, Ardiyanto masih enggan membeberkan identitas kedua pelaku. Pasalnya, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan kasus. Informasinya, barang haram tersebut diduga masuk dari Malaysia melalui pelabuhan di Tanjungpinang.

“Untuk lebih jelasnya nanti kita akan rilis, sekarang anggota masih mengembangkan kasusnya,” ujar dia.

Pengungkapan kali ini terbilang besar melihat jumlah barang bukti, dibandingkan penangkapan sebelum-sebelumnya.

Pasalnya, Satnarkoba Polres Tanjungpinang telah membekuk 22 tersangka dari 14 kasus narkoba terhitung sejak September hingga November. Banyaknya pelaku narkoba yang berhasil diungkap polisi menandakan Tanjungpinang diindikasikan masih rawan peredaran narkoba.

Sebelumnya, Kasatnarkoba Polres Tanjungpinang AKP Mohammad Djaiz menyampaikan dalam kurun waktu tiga bulan belakangan pihaknya telah menangkap 22 orang tersangka yang terdiri dari 18 laki-laki dan 4 perempuan. Tidak hanya menangkap para tersangka, barang bukti yang diamankan narkoba jenis sabu sebanyak 294,35 gram, ekstasi 48 buti, serbuk ekstasi 179,79 gram. Dia menuturkan, dari 22 orang tersangka, 10 tersangka diantaranya telah dilimpahkan (berkas lengkap) ke Kejaksaan Negeri Tanjungpinang.

“Untuk 12 orang tersangka lainnya, berkas perkara masih kita lengkapi untuk dilimpahkan ke Kejaksaan,” kata Djaiz saat di temui di Polres Tanjungpinang.

Ia melanjutkan, rata-rata tersangka yang ditangkap sebagai pengedar dan pemakai narkoba. Menurut dia, banyaknya pelaku yang ditangkap membuat Tanjungpinang masih rawan dengan peredaran narkoba.

“Kalau diperhatikan Tanjungpinang sangat rawan dengan narkoba karena sering dijadikan tempat transit,” kata dia.

Djaiz menegaskan pihaknya tidak akan pernah lelah untuk memberantas kejahatan narkoba. Dia menyampaikan untuk menghindari bahaya narkoba pihaknya memberikan penyuluhan dan sosialisasi bahaya narkoba ke generasi muda di Tanjungpinang. Kemudian, Satnarkoba juga telah meningkatkan pengawasan di pelabuhan resmi dan pelabuhan tidak resmi untuk mencegah masuknya narkoba.

“Kita akan upayakan terus menekan kejahatan narkoba di Tanjungpinang. Kita juga akan berkoordinasi dengan lintas instansi dalam memerangi narkoba,” kata dia.

Djaiz mengimbau kepada masyarakat, khususnya generasi muda agar menghindari narkoba. Pasalnya, selain membahayakan, para pelaku yang terlibat akan dihukum berat. “Jangan sesekali mendekati apalagi sampai menggunakan narkoba,” ujar Djaiz. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Real Count KPU 20%: Jokowi-Amin 55,1% Prabowo-Sandi 44,9%

Metrobatam, Jakarta - Data masuk di Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU sudah mencapai 20,1%. Situng yang juga kerap disebut sebagai 'Real Count KPU'...

KPU Rekomendasikan Pemilu Serentak Dipisah

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan riset evaluasi pelaksanaan pemilu serentak. Salah satu rekomendasinya yaitu dilakukannya pemilu serentak dengan dua jenis. "Salah satu...

Kompolnas Tolak Gabung bila TPF Kecurangan Pilpres Dibuat

Metrobatam, Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menolak bergabung andai kedua paslon peserta Pilpres 2019 sepakat membentuk komisi atau tim independen pencari fakta kecurangan....

Brimob Nusantara Ditarik ke DKI, KSP: Jakarta Barometer, Harus Diperkuat

Metrobatam, Bogor - Brimob Polda-polda di Indonesia dikerahkan Ibu Kota Jakarta terkait pengamanan tahapan Pemilu 2019. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan sebagai ibu...

Pencarian Terus Dilakukan, Korban Tewas Gempa Filipina Jadi 11 Orang

Manila - Upaya pencarian para korban gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,1 di Filipina terus dilakukan. Sejauh ini korban tewas bertambah menjadi 11 orang. Gempa bumi...

Wiranto Tegaskan Aparat Siap Hadapi Aksi yang Melanggar Hukum

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamana (Menko Polhukam) Wiranto mewanti-wanti kepada semua pihak tidak membuat gerakan massa yang mengganggu ketertiban...

NU Minta Masyarakat Bersabar Tunggu Hasil Perhitungan KPU

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj meminta semua pihak menahan diri dan bersabar menunggu perhitungan resmi pemilihan...

TKN Minta Kubu Prabowo Lapor Bawaslu jika Temukan Kecurangan

Metrobatam, Jakarta - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga meyakini pelaksanaan Pilpres 2019 telah berjalan sesuai dengan mekanisme...

Bawaslu Sebut Situs Jurdil 2019 Diblokir karena Tak Netral

Metrobatam, Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin menyebut penutupan situs pemantau jurdil2019.org atau Jurdil 2019 dilakukan lantaran terdapat indikasi tidak netral...

18% Data TPS Sudah Masuk, Ini Hasil Real Count KPU

Metrobatam, Jakarta - Data yang masuk di Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU sudah mencapai 18,8%. Situng, yang juga kerap disebut sebagai 'Real Count...

JK: Pertemuan Jokowi dengan Prabowo Makin Cepat, Makin Baik

Metrobatam, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) Calon Presiden (Capres) nomor urut 01 dan 02, Joko Widodo dan Prabowo Subianto segera melakukan pertemuan...

Stiker KPU Jadi Dasar Curiga Kecurangan, Ternyata untuk Hindari Preman

Metrobatam, Jakarta - Video mobil boks berstiker KPU parkir di depan ruko digital print di Kawasan Condet, Jakarta Timur, bikin geger. Banyak yang menaruh...