Dikatai Badut, Antonio Conte Sebut Jose Mourinho Amnesia

Metrobatam.com, Inggris – Jose Mourinho dikenal sebagai pelatih yang gemar menabuh genderang perang dengan pelatih lain. Komentar terbarunya pun menunjukkan tabiatnya tersebut. Belum lama ini, ia menyindir pelatih-pelatih yang terlalu ekspresif di pinggir lapangan, tak seperti dirinya yang lebih kalem.

“Kalau saya tidak bertindak seperti badut-badut di tepi lapangan, bukan berarti saya sudah kehilangan antusiasme,” ujar Mourinho seperti yang dilansir London Evening Standard. “Saya lebih suka bersikap seperti saat ini, lebih matang, lebih baik buat tim dan diri saya sendiri. Saya pikir tak perlu bersikap seperti orang gila di tepi lapangan untuk memperlihatkan punya antusiasme tersebut.

Read More

“Anda akan melihat antusiasme itu setiap harinya. (Dari situ) dedikasi seorang terhadap pekerjaannya akan tercermin, bukan dari apa yang mereka lakukan di depan kamera,” sambungnya.

Komentar tersebut tampaknya menyindir manajer Chelsea, Antonio Conte, dan manajer Liverpool, Juergen Klopp. Keduanya kini dikenal sebagai pelatih yang menebarkan antusiasme di lapangan dengan ekspresifnya kedua pelatih dalam bereaksi segala kejadian di lapangan. Sementara menurut Mou, hal tersebut seperti badut dan orang gila.

Pernyataan tersebut ternyata mengundang Conte untuk angkat bicara. Conte membalas komentar Mou tersebut dengan mengatakan bahwa Mou sekarang lupa diri. Karena menurut Conte, pelatih asal Portugal itu dulunya punya gaya seperti badut dan orang gila di pinggir lapangan karena kerap mengekspresikan dirinya di tepi lapangan.

“Saya pikir dia harus melihat dirinya di masa lalu, mungkin dia membicarakan tentang dirinya sendiri di masa lalu, begitu?” tutur Conte yang dilansir Telegraph. “Mungkin kadang-kadang, saya pikir seseorang lupa dengan apa yang sudah dia katakan di masa lalu atau tingkah lakunya dan terkadang saya pikir hal seperti itu memang ada.”

“Saya tidak tahu namanya, demenza senile ketika Anda sedikit (menepuk dahinya) ketika Anda lupa dengan apa yang sudah Anda lakukan di masa lalu. Demenza senile atau diterjemahkan sebagai senile dementia adalah gejala yang memengaruhi daya ingat, cara berpikir, kemampuan sosial yang mengganggu fungsi dan aktivitas sehari-hari, yang berhubungan dengan usia lanjut,” sambung Conte yang menganggap Mou seperti amnesia.

Mendapati balasan seperti itu, Mou pun menyerang Conte. Ia mengakui bahwa dulu ia memang ekspresif. Tapi dalam serangan baliknya tersebut, Mou menyinggung pelatih asal Italia tersebut yang pernah terlibat skandal pengaturan skor, di mana hal tersebut tak pernah terjadi dalam karier Mou.

“Satu hal yang ingin saya katakan di akhir cerita ini adalah, ya (saya dulu seperti itu). Saya membuat kesalahan di masa lalu di pinggir lapangan,” kata Mourinho. “Saya membuat lebih sedikit kesalahan. Tapi, saya masih melakukan beberapa kali. Yang tak pernah terjadi pada diri saya dan tak akan pernah terjadi adalah mendapatkan sanksi karena pengaturan skor. Itu tak pernah terjadi pada diri saya dan tak akan pernah terjadi sampai kapanpun,” sambungnya.

Conte memang pernah mendapatkan hukuman akibat diduga terlibat skandal pengaturan skor (scommessopoli) saat menangani Siena. Ketika itu Conte dilarang memimpin Juventus selama empat bulan oleh FIGC (federasi sepakbola Italia) serta denda 8 ribu euro dan terancam penjara enam bulan (dari jaksa Cremona). Tapi pada putusan akhirnya, mantan pelatih timnas Italia tersebut dinyatakan tidak bersalah dan bebas dari segala tuntutan.

Sekarang kita nantikan apa yang akan dikatakan Conte mengenai “serangan” Mourinho tersebut.

foto: dailyexpress.co.uk

panditfootball.com

Loading...

Related posts