Tak Bantu Rizieq Pulang, Anies Disebut Kacang Lupa Kulit

Metrobatam, Jakarta – Ketua Progres 98 sekaligus pendiri Presidium Alumni (PA) 212 Faizal Assegaf menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno dengan menyebut keduanya sebagai kacang yang lupa kulit.

Sindiran itu dilontarkan lantaran Anies-Sandi dianggap tidak membantu proses kepulangan tokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Padahal, menurut Faizal, Rizieq sangat berjasa dalam pemenangan Anies-Sandi di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Read More

“Terlebih sejauh ini hubungan Rizieq dengan Anies sangat intensif dan mesra. Mestinya Anies menggunakan kewenangannya untuk membujuk Rizieq kembali ke Indonesia dengan cara-cara yang damai dan bermartabat,” kata Faizal dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (21/2).

Kacang lupa kulit adalah peribahasa yang secara umum bermakna seseorang yang melupakan asal usulnya.

Menurut Faizal, saat ini Rizieq jadi objek politik yang berpotensi “digoreng” lewat isu SARA. Hal itu pula yang membuat Rizieq mengurungkan niat pulang ke Indonesia.

Anies-Sandi, ucap Faizal, seharusnya bisa menggunakan otoritas mereka untuk menyelamatkan Rizieq dari isu-isu politik destruktif yang membuatnya batal pulang ke kampung halaman.

“Namun faktanya, Anies dan Sandi tampak membiarkan Rizieq digoreng oleh isu-isu SARA dan politik destruktif,” kata dia.

Jika tak kunjung bertindak, ia khawatir publik akan beranggapan Anies-Sandi terlibat membiarkan Rizieq terzalimi oleh isu-isu tersebut.

Sebelumnya, saat dikonfirmasi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan menanggapi pernyataan Faizal dan batalnya kepulangan Rizieq ke Indonesia. “Tidak ada tanggapan. Biar CNN saja yang jawab,” ujar Anies sambil masuk ke dalam mobilnya saat dikonfirmasi awak media di Balai Kota, siang ini.

Rizieq Shihab membatalkan kepulangannya dari Arab Saudi Rabu (21/2) pagi. Ia berada di tanah suci tak lama setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan percakapan mengandung konten pornografi pertengahan 2017.

Rizieq memutuskan batal pulang karena menurutnya ada kelompok yang memiliki rencana jahat terkait kepulangannya. Keputusannya juga berdasarkan saran dari gurunya yang berada di Arab Saudi.

Rizieq Pulang Jika Dijemput Anies

Sebelumnya Faizal mengklaim, Rizieq Shihab bakal kembali ke Indonesia jika dijemput langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Mekkah, Arab Saudi. Hal itu merupakan satu dari empat alasan Rizieq batal pulang ke Indonesia.

“HRS (Habib Rizieq Shihab) akan kembali ke Indonesia jika Gubernur DKI Anies Baswedan yang menjemputnya di Mekkah,” kata Faizal dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (21/2).

Menurut Faizal, Anies memiliki hubungan kuat dengan Rizieq. Anies juga diharapkan dapat menjadi penjamin keamanan bagi Rizieq yang tersangkut kasus dugaan konten pornografi.

Selain itu, Faizal mengklaim bahwa alasan lain batalnya kepulangan ke Indonesia karena Rizieq telah menemukan jawaban dari istikharah yang dilakukannya. Rizieq dinilai terlalu banyak mudarat ketimbang manfaat ketika memilih pulang ke Indonesia saat-saat seperti ini.

“Atas petunjuk istikharah, HRS menemukan jawaban bahwa sangat mudarat bila terburu-buru kembali ke tanah air,” katanya.

Rizieq diklaim Faizal juga menyadari tengah ditunggangi alat politik oleh kelompok radikal untuk menciptakan kegaduhan. Hal itu ditambah perpecahan yang terjadi di antara alumni 212.

“Selama elemen 212 tidak bersatu, maka HRS tidak akan mau pulang. Sebab HRS tidak ingin umat dibuat bingung serta terpecah bela oleh konflik kepentingan politik,” ujarnya. (mb/cnn indonesia)

Loading...

Related posts