Terkait Perda Pemajuan Kebudayaan Melayu, Anggota Komisi IV DPRD Batam Minta Wako Terbitkan Perwako

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Yunus S.Pi. (Foto : beritabatam.com )

Metrobatam.com, Batam – Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Yunus S.Pi meminta Walikota Batam, Muhammad Rudi untuk segera menerbitkan Peraturan Walikota (Perwako) Pemajuan Kebudayan Melayu, agar segera menjadi payung hukum dalam memajukan serta melestarikan kebudayaan melayu di Kota Batam.

“Sekarang penerapan kebudayaan Melayu di Batam tinggal penerbitan Perwako dari Walikota. Kita minta segera dikeluarkan karena sebelumnya dalam rapat Paripurna telah menyetujui Perda tersebut,” katanya di gedung DPRD Kota Batam, Senin (4/3).

Read More

Dia menyampaikan dalam Perda diatur dengan mewajibkan bagi pengelola bandara, pelabuhan dan tempat-tempat pelayanan publik lainnya untuk mempergunakan bahasa melayu dalam memberikan informasi publik serta mengenakan pakaian melayu sesuai dengan SOP berlaku.

Terkait untuk pakaian, politisi Demokrat ini meminta Walikota Batam agar cermat, teliti dan bijak dalam menyusun Juklak dan Juknis agar tujuan awal dalam melestarikan budaya Melayu di Kota Batam tepat sasaran.

“Diminta agar pakaian Melayu nanti diatur dengan pakaian samping sekaligus tanjak,” kata pria biasa dipanggil Yunus Spi ini.

Diharapkan setelah Perwako pemajuan kebudayaan melayu dikeluarkan bisa menjadikan Batam sebagai kota pariwisata berbasis budaya, sekaligus mengenalkan budaya Melayu kepada wisatawan luar, agar identitas budaya masyarakat lokal tidak tergerus oleh budaya asing.

Sebelumnya dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Batam, Jumat (2/3) lalu, 9 fraksi menyetujui Perda tersebut dimana didalamnya mengatur 12 objek pemajuan kebudayaan seperti adat istiadat, seni bahasa, cagar budaya, permainan rakyat, ritus, manuskrip, pengetahuan tradisional dan olahraga tradisional.

Dari sisi adat istiadat misalnya, diatur mengenai pakaian adat melayu dan kelengkapannya. Penetapan dilakukan walikota setelah mendapatkan rekomendasi dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam.

Selain itu juga diatur kewajiban pengelola tempat hiburan, hotel, restoran, bandara, pelabuhan dan tempat perbelanjaan untuk memperdengarkan musik dan lagu melayu kepada pengunjung dan wisatawan. Termasuk menyediakan makan melayu bagi pengelola hotel.

sumber : haluankepri.com

Loading...

Related posts