Kabareskrim Diserang Hoax dari Malaysia Soal 1 M Ringgit di Yacht Mewah

Metrobatam, Jakarta – Di tengah upaya membantu penyidikan skandal 1 Malaysian Develoment Berhad (IMDB), Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto diserang kabar miring dari media Malaysia. Ari membantah dan mempertanyakan kredibilitas media yang menyebarkan kabar itu. Dipastikan tuduhan hoax.

“Media itu justru melakukan framing pemberitaan menjadi ‘Penyiasat Indonesia menjumpai 1 billion ringgit tersimpan rapi dalam kapal Jo Lo. Siap berbalut kertas hadiah. Untuk siapa ya pak?’,” kata Ari mengutip pemberitaan media yang ia maksud, Selasa (6/3).

Read More

“Tapi basis data pemberitaan media itu, berasal dari hanya tangkapan gambar atau screenshoot Facebook. Ironisnya, tangkapan gambar itu juga tidak menampilkan link dari akun Facebook tersebut. Bahkan juga tidak ada nama si pembuat status itu,” ujar Ari.

Ari kemudian membandingkan dengan model pemberitaan media di Indonesia. Menurutnya artikel yang menuduh dia tersebut tak bisa dipertanggungjawabkan.

“Media di Indonesia lebih bertanggung jawab. Mereka meletakkan, minimal, back link saat membuat berita dari unggahan di media sosial. Jadi, bagi saya, itu media recehan. Media penyebar hoaks. Enggak usah dipercaya,” tegas Ari.

Ari menguraikan, bahwa jajarannya sudah bekerja sesuai dengan prosedur penyelidikan dan penyidikan yang ditetapkan.

“Saat satgas melakukan proses penggeledahan dan penyitaan kapal milik Malaysia Equanimity pada 28 Februasi 2018, semuanya sesuai prosedur. Mulai dari proses penggeledahan dan penyitaan terdokumentasikan. Bahkan selalu mendapat pendampingan dari kru kapal dan penasihat hukum perusahaan pemilik kapal,” urai Ari.

Dalam proses itu juga, jajarannya tidak menemukan seperti yang disebutkan media itu. “Sesaat proses tersebut juga tidak ditemukan barang apapun selain dokumen-dokumen dan fisik kapal,” jelas Ari.

Selain itu juga, lanjut Ari, pengungkapan terkait kasus kapal milik Malaysia itu juga merupakan hasil operasi gabungan. Bareskrim menerima permintaan bantuan dari otoritas Amerika Serikat yang sedang mengusut skanda 1MBD. Yacht mewah yang tertambat di Tanjung Benoa diduga milik konglomerat Jho Low, sosok penting dalam perkara ini.

“FBI meminta Polri untuk melakukan joint operation dalam penyitaan terhadap kapal itu. Sebab FBI tengah melakukan proses penyidikan atas kapal tersebut. Bahkan selama proses hingga hari ini, FBI juga tetap berdampingan dengan Polri menuntaskan kasus ini” lanjut Ari.

“Sekarang, kami justru menunggu saudara kami di Malaysia untuk memberikan keterangan lebih lanjut mengenai berita hoaks itu. Terlebih lagi hubungan Malaysia dengan Indonesia sedang harmonis seperti ini,” pungkas Ari. (mb/detik)

Loading...

Related posts