Metrobatam, Jakarta – PKS menyatakan menagih janji Golkar soal pencopotan Fahri Hamzah dari kursi pimpinan DPR karena telah dipecat sebagai kader. Golkar disebut punya janji politik terkait dengan posisi Ketua DPR.

“Kita terus berikhtiar, persoalannya juga kan Fahri ini di pimpinan DPR aja kuncinya. Kenapa DPR nggak mau? Ini persoalannya kan ada sesuatu. Tapi dalam politik kan kita sikapi biasa saja kan, kita rileks-rileks aja kan,” ujar Presiden PKS Sohibul Iman soal Fahri, yang tetap menjadi pimpinan DPR meski telah dipecat PKS, Kamis (1/3).

Fahri dipecat PKS karena dianggap telah berbohong dan membangkang dari perintah PKS. Meski begitu, perseteruan antara Fahri dan PKS belum juga selesai karena masih berproses hukum. Fahri tak tinggal diam saat dipecat dan mengajukan gugatan hukum. Dia memang berada di posisi di tingkat pertama dan kedua, sehingga PKS mengajukan kasasi.

Sohibul pun menceritakan perjuangan PKS melengserkan Fahri dari kursi pimpinan DPR. Setya Novanto, saat hendak maju kembali sebagai Ketua DPR lalu, sempat memberi janji kepada PKS, tapi tidak ditepati.

“Saya ceritakan nih ya, Pak Novanto waktu mau jadi pimpinan DPR lagi, itu minta dukungan ke saya sampai dua kali bertemu dan dia janji di hadapan saya, ‘Kalau saya jadi Ketua DPR, yang pertama saya kerjakan adalah memproses Fahri.’ Begitu jadi, dikontak pun nggak bisa. Itulah perilaku politik kita,” kisah Sohibul.

Novanto tak juga memproses pencopotan Fahri dari kursi pimpinan Dewan sampai akhirnya eks Ketum DPR itu mundur karena tersangkut kasus korupsi e-KTP. Sohibul mengaku mengadukan masalah ini ke sejumlah elite Golkar, seperti Wapres Jusuf Kalla dan Ginandjar Kartasasmita.

Sohibul juga membicarakan soal janji Novanto tersebut kepada Airlangga Hartarto, yang terpilih sebagai Ketum Golkar pengganti Novanto. Dia meminta komitmen yang sama kepada Airlangga saat hendak mengajukan Bambang Soesatyo sebagai Ketua DPR.

“Kemarin Airlangga juga minta bantuan saya juga kan untuk menggolkan Bamsoet. Oke saya bantu, tapi jangan diulang kelakuannya Novanto. Nah sekarang pengujian nih untuk Airlangga, dia mau atau nggak, sekarang tentunya di Bamsoet ya,” sebut Sohibul.

Dalam UU MD3, fraksi memang berhak merotasi kader di kursi-kursi alat kelengkapan Dewan, termasuk pimpinan DPR. Sohibul menyatakan kunci masalah ini sebenarnya ada di pimpinan DPR lainnya, meski masalah hukum antara PKS dan Fahri belum kelar.

“Ya itu tadi, di pimpinan DPR kuncinya. Saya kira Fadli Zon juga sudah diinikan oleh Pak Prabowo, tapi dia melakukan yang tidak. Mereka kan kemudian bermain yang jauh dari etika politik dan kemudian masalah hukum,” tuturnya.

“Bab pimpinan DPR itu diatur oleh UU tersendiri, MD3. Dan itu hak fraksi, kenapa dia (pengadilan) membuat keputusan ‘DPR maupun PKS tidak boleh membuat perubahan apa pun terkait Fahri’. Gila benar ini putusan, sapu jagad ini. Dan inilah yang dipakai alasan oleh pimpinan DPR,” imbuh Sohibul.

Minta Bantuan Prabowo

PKS memiliki kedekatan dengan Gerindra. Kepada Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Sohibul meminta bantuan. Hal ini mengingat Waketum Gerindra Fadli Zon, yang juga Wakil Ketua DPR dan dekat dengan Fahri Hamzah.

“Saya sudah bilang, ke Pak Prabowo dan Fadli Zon juga, ‘Anda kayak nggak paham aja, ini kan melampaui kewenangan, abaikan saja,'” katanya.

Berbagai cara telah ditempuh PKS dan, secara politik, PKS memang memiliki kekuatan, tapi tetap tidak juga bisa melengserkan Fahri dari kursi pimpinan DPR. Sejumlah pihak menyebut Fahri memiliki kekuatan tersendiri.

“Jadi Anda cari sendiri bekingnya, kalau saya tahu, tapi saya nggak mau kasih tahu. Dan buat kami, persoalan ini ya sudah sambil jalan saja, kan DPR banyak, DPP banyak,” tegas Sohibul.

PKS juga merasa ‘hilangnya’ satu posisi strategis di DPR tak akan membuat fraksi jadi kesulitan. Meski begitu, Sohibul memastikan partainya tetap ingin menjalankan kedisiplinan karena Fahri disebut telah berbohong dan membangkang dari keputusan partai.

“Partai lain juga nggak punya pimpinan di DPR, hanya fraksi aja. Jadi rileks politik ini, nggak ada kemudian seolah-olah dunia kiamat, nggak. Ini kedisiplinan, penegakan kedisiplinan organisasi. Orang kalau pernah membangkang, berbohong kepada pimpinan tertinggi PKS, masak mau dibiarkan,” papar dia.

Sebelumnya, Sohibul mengatakan Fahri awalnya sepakat dicopot dari kursi Wakil Ketua DPR. Namun, saat waktu yang telah dijanjikan tiba, Fahri tak mau menjalankannya dan justru membuat perlawanan. Alasan itulah yang membuat PKS akhirnya memecat Fahri pada April 2016.

“Apa itu bukan bohong? Bohong itu namanya dan membangkang namanya itu,” tukas Sohibul. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Dinkes Kota Batam Siagakan Dua Petugas di Lokasi Penghitungan Suara

Metrobatam.com, Batam - Dinas Kesehatan Kota Batam menyiagakan dua petugas kesehatan di lokasi penghitungan suara Pemilu tingkat kecamatan. Kepala Dinas Kesehatan, Didi Kusmarjadi mengatakan...

Kalahkan Bebenz Kodok’s A, Bright PLN Batam Raih Juara 3 Turnamen ATB Cup X...

Metrobatam.com, Batam - bright PLN Batam meraih prestasi membanggakan pada Adhya Tirta Batam Cup X Championship 2019 dengan keluar sebagai juara tiga setelah berhasil...

TNI/Polri Pantau Keamanan Kota Tanjungpinang dengan Berpatroli Memakai Motor

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Kodim 0315/Bintan bersama dengan Polres dan Lanudal Tanjungpinang serta Wing Udara I Tanjungpinang menggelar Patroli bersama menggunakan motor ke setiap Kecamatan...

Ryamizard Ryacudu Serang Balik Penghina KPU

Metrobatam, Jakarta - Usai hinaan datang bergelombang ke arah KPU, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu melancarkan serangan balik. Disebutnya, pihak yang kerap mencaci-maki KPU adalah...

Sepi Job, Vanessa Angel Kontak Muncikari Minta Dicarikan Tamu

Metrobatam, Surabaya - Vanessa Angel menjalani sidang perdana kasus penyebaran konten pornografi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Vanessa disebut sepi job, sehingga menghubungi muncikari...

Jaksa: Keterangan Rocky Buktikan Kebohongan Ratna Buat Onar

Metrobatam, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Daroe menyatakan keterangan pengamat politik dan aktivis Rocky Gerung di persidangan kasus berita bohong atau hoaks sudah...

Petugas KPPS Gugur, Ridwan Kamil Beri Santunan Rp50 Juta

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian dalam bentuk penghargaan dan santunan kepada warganya penyelenggara Pemilu 2019 yang jatuh sakit dan meninggal...

Viral Video Menegangkan saat Petugas Penjaga Kotak Suara Ditembaki KKB

Metrobatam, Jakarta - Sebuah video menegangkan saat-saat para petugas penyelenggara pemilu, TNI dan Polri ditembaki oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sesaat setelah pencoblosan di...

Hampir 90% Rakyat Mesir Setujui Presiden Sisi Berkuasa Hingga 2030

Kairo - Hampir 90% warga Mesir yang menggunakan hak pilihnya menyetujui referendum untuk membuka jalan bagi Presiden Abdel Fattah al-Sisi berkuasa hingga tahun 2030....

Sofyan Tersangka, Trio ‘Bagi Rata’ Satu Per Satu Masuk KPK

Metrobatam, Jakarta - Proyek PLTU Riau-1 menjadi bancakan korupsi meski pengerjaannya belum tuntas betul. Penyidik KPK membongkar siasat jahat dari para pejabat di sekitar...

Lemhanas Mencatat Sejak 2010 Toleransi di Indonesia Menurun

Metrobatam, Jakarta - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI mencatat sejak 2010 kualitas toleransi bangsa Indonesia mengalami penurunan. "Melalui Laboratorium Pengukuran Ketahanan Nasional (Labkurtannas) Lemhanas RI...

Kapal Fery Bermuatan 60 Santri Wanita Tenggelam

Metrobatam, Banjarmasin - Kapal fery penyeberangan yang mengangkut lebih kurang 60 santri dari Desa Bahalayung, Kecamatan Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, tenggelam. "Kapal fery...