Metrobatam, Jakarta – PT Medikaloka Hermina akan melepaskan sahamnya ke publik sebanyak 351,38 juta saham atau setara dengan 11,8% ke publik. Dana tersebut mayoritas akan digunakan untuk kebutuhan usaha.

President Direktur DBS Vickers Securities Indonesia Hendra Purnama mengatakan saham perusahaan akan dilepaskan dengan kisaran harga Rp 3.700-Rp 5.000 per sahamnya. Sehingga nanti perusahaan akan memperoleh dana sebanyak Rp 1,30 triliun-Rp 1,75 triliun.

“Harga tersebut mencerminkan enterprise value per EBITDA (EV/EBITDA) 2018 di kisaran 16,7x-21,7x,” kata Hendara di JW Marriot, Jakarta, Rabu (18/4).

Dana tersebut sebesar 25% akan digunakan untuk membangun 4 rumah sakit baru di tahun mendatang. Dengan jumlah yang sama akan digunakan untuk pembayaran utang.

Dalam aksi korporasi ini perusahaan bekerja sama dengan Citigroup Sekuritas Indonesia, Credit Suisse Sekuritas Indonesia, DVS Vickers Securities Indonesia dan Mandiri Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi efek.

Selain menerbitkan saham baru untuk publik, perusahaan juga akan melepas 6% saham lama yang dimiliki oleh founder. Saham tersebut akan ditempatkan kepada investor strategis dan dilepas dengan harga penawaran umum.

Kemudian, usai penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), perusahaan juga akan menerbitkan saham baru untuk mengkonversi obligasi yang pernah diterbitkannya menjadi mandatory convertible notes (MCN).

“Jadi nanti kita akan melepaskan 6% saham founder (pendiri) untuk investor strategis dan juga menerbitkan saham baru 3% dari total modal. Jadi total saham floating-nya sebanyak 21%,” kata Aristo Setiawidjaja, Direktur Independen Hermina Medikaloka di kesempatan yang sama. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE