Bimanesh Mengaku Diminta Fredrich Ubah Skenario Rawat Novanto

Metrobatam, Jakarta – Dokter Bimanesh Sutarjo mengaku awalnya dihubungi Fredrich Yunadi untuk merawat Setya Novanto dengan diagnosis hipertensi. Namun tiba-tiba Bimanesh mengaku diminta Fredrich mengganti skenario, yaitu Novanto mengalami kecelakaan.

“Saya sedang tidur, terbangun dering telepon terdakwa, sore pukul 17.50 WIB ditelepon, (Fredrich bilang) ‘Dok, skenario kecelakaan,’” ucap Bimanesh ketika bersaksi dalam sidang lanjutan perkara perintangan penyidikan Novanto dengan terdakwa Fredrich di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (19/4).

Read More

Dia mengaku belum sempat bertanya lebih lanjut kepada Fredrich. Saat itu, menurutnya, Fredrich langsung menutup telepon.

“Pagi kan mau berobat hipertensi, tapi telepon ditutup. Sempat tanya maksudnya apa,” ucap Bimanesh.

Atas hal itu, Bimanesh menilai adanya kejanggalan yang disampaikan Fredrich. Dia mengaku tidak tahu maksud mengubah skenario itu.

“Saya berpikir janggal, kan saya nggak tahu skenario kecelakaan. Pasienkah atau dia (Fredrich),” tutur dia.

Setelah itu, Bimanesh mengaku dihubungi Plt Pelayanan Medis RS Medika Permata Hijau dokter Alia mengenai masalah Kepala IGD dokter Michael Chia Cahaya. Menurut Bimanesh, dokter Michael tidak mau menerima Novanto.

“Saya pasif saja dan menjadi perhatian sebagai dokter kan, tidak ada urusan lain. Tujuh menit kemudian, bunyi HP (handphone) lagi dokter Alia menghubungi, ‘Dok, ada masalah, dokter Michael tidak mau periksa SN yang kecelakaan,’” ucap Bimanesh.

Fredrich didakwa merintangi penyidikan KPK atas Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi e-KTP. Fredrich, bekas pengacara Novanto, didakwa bekerja sama dengan dokter Bimanesh Sutarjo melakukan rekayasa agar Novanto dirawat inap di RS Medika Permata Hijau untuk menghindari pemeriksaan penyidik KPK. (mb/detik)

   
Loading...

Related posts