Metrobatam, Jakarta – Putusan PN Jaksel menyatakan penyitaan yacht Rp 3,5 triliun oleh Bareskrim tidak sah dan kapal mewah itu harus dikembalikan. Bareskrim menyatakan akan segera mengembalikan yacht tersebut.

“Mengingat bahwa putusan praperadilan bersifat final dan tidak mungkin untuk melakukan upaya hukum, maka Direktorat Tipideksus Bareskrim Polri akan mematuhi perintah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk segera mengembalikan kepada pemiliknya, yaitu Equanimity (Cayman) Ltd,” kata Direktur Direktorat Tipideksus Brigjen Rudy Heryanto Adi di Bareskrim Polri, gedung KKP, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (17/4).

Rudy mengatakan pengembalian yacht didasarkan pada fakta persidangan yang menyebutkan pemilik kapal adalah Equanimity (Cayman) Ltd. Selain itu, tidak ada keterkaitan antara yacht itu dengan kasus 1MDB di Malaysia yang tengah ditangani Bareskrim.

“Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan dapat disimpulkan bahwa pemilik kapal pesiar Equanimity yang sah adalah Equanimity (Cayman) Ltd dan tidak ada keterkaitan dengan 1 Malaysia Development Berhad (1MDB),” ucap Rudy.

Hakim praperadilan Ratmoho dalam putusannya membatalkan surat penyitaan dari Bareskrim Polri. Bareskrim diperintahkan mengembalikan yacht Equanimity yang disita.

“Menimbang, hakim menilai termohon (Bareskrim Polri) tidak dapat membuktikan dalil sangkalannya. Memperhatikan ketentuan UU Nomor 1/2006. Mengadili, dalam eksepsi, menolak eksepsi yang diajukan termohon. Dalam pokok perkara mengabulkan permohonan praperadilan yang diajukan oleh pemohon untuk sebagian,” kata Ratmoho membacakan putusan praperadilan yang diajukan Equanimity di Pengadilan Negeri Jaksel, Selasa (17/4).

“Menyatakan sita terhadap kapal Equanimity terhadap pemohon berdasarkan surat perintah penyitaan tidak sah dan tidak berdasarkan hukum,” imbuhnya. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE