Pilpres 2019: Gerindra Gas Pol, Prabowo Kok Loyo?

Metrobatam, Jakarta – Partai Gerindra semangat luar biasa mengantarkan Ketum Prabowo Subiyanto ke Pilpres 2019. Namun kenapa Prabowo-nya malah terkesan loyo alias ragu?

Gerindra bahkan sudah dua kali menggelar deklarasi capres, pertama dari jajaran DPP dan dilanjutkan jajaran DPD. Gerindra juga bahkan mendorong deklarasi capres di acara Rakornas yang bakal digelar awal April ini.

Read More

Tak hanya itu saja, sudah pula disiapkan sejumlah nama cawapres pendamping Prabowo di Pilpres 2019. Bahkan terakhir cawapres pendamping Prabowo sudah mengerucut menjadi tinggal 3-5 nama saja, dan tinggal menunggu dideklarasikan saja.

“Antara 3-5. Ya sudah mau mengerucut, tapi mudah-mudahan kita bisa mendeklarasikan presiden, wakil presidennya belakangan,” kata Sekjen Gerindra Ahmad Muzani kepada wartawan di sela Rakernas Bidang Hukum dan Advokasi DPP Gerindra di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (5/4).

Namun demikian semangat Gerindra seolah tak sejalan dengan langkah Prabowo. Berbeda dengan Gerindra yang gas pol mendorongnya ke Pilpres, Prabowo malah bicara seolah belum ada tiket ke Pilpres. Padahal koalisi Gerindra dan PKS yang sudah terbagun lama saja sudah cukup untuk mengusung capres.

“Deklarasi itu kalau ada tiket, kan belum ada tiket. dan kita kan belum tentu situasi berkembang kan ya kita bersabar-sabarlah, kita cari yang terbaik,” demikian pernyataan Prabowo saat ditanya wartawan soal waktu deklarasi pencapresannya.

Prabowo menyampaikan hal itu di sela Rakernas Bidang Hukum dan Advokasi DPP Gerindra di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (5/4/2018). Pernyataan Prabowo itu ditangkap sebagai sinyal loyonya capres Gerindra.

“Keraguan Prabowo ini menurut saya karena elektabilitasnya semakin menurun. Selain itu Prabowo juga mungkin ragu dengan kandidat cawapres yang disodorkan saat ini. Cawapres Prabowo sebaiknya memang memiliki beberapa syarat, elektabilitas unggul dan sumber dayanya kuat. Bisa jadi cawapres yang diusulkan partai koalisi tapi sumber dayanya kurang,” kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, saat dikonfirmasi wartawan.

Keraguan Prabowo, menurut Rico bisa mempengaruhi konstelasi Pilpres 2019. Bahkan bukan tak mungkin Prabowo melego tiket capres ke tokoh lain.

“Jadi Prabowo mungkin berpikir bagaimana dengan suara kandidat alternatif lain yang suaranya beranjak naik,” kata Rico.

Lantas apakah gas pol Gerindra bakal dijawab deklarasi pencapresan Prabowo, atau pada akhirnya Gerindra dan PKS melahirkan tokoh alternatif penantang Jokowi?

PDIP Maklumi Prabowo Ragu

PDIP menghormati keputusan Ketum Gerindra Prabowo Subianto yang belum memastikan pencapresan dirinya. Tapi PDIP tak terkecoh dengan sikap politik Prabowo.

“Kita hormati putusan Prabowo dan Gerindra. Dalam politik, tergesa-gesa membuat putusan memiliki risiko tersendiri, seperti mengurangi keluwesan dalam negosiasi, merosotnya reputasi apabila situasi memaksa untuk merubah putusan, dan lain-lain,” ujar Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno saat dimintai konfirmasi, Kamis (5/4) malam.

PDIP percaya, apa yang dilakukan Prabowo sudah direncanakan sejak jauh hari. “Saya percaya, semua sudah by-design, bukan by-accident. Jangan terkecoh dengan pengumuman-pengumuman pada tanggal tertentu ada deklarasi ini-itu. Matematika politik tidak semudah mengisi teka-teki silang di koran,” tambahnya.

Sementara itu, politikus PDIP Eva Kusuma Sundari tak mau jumawa Joko Widodo akan menang Pilpres terkait sikap politik terakhir dari Prabowo. PDIP juga tengah menyusun strategi pemenangan Jokowi.

“Menurutku, kepagian kalau menyatakan Jokowi akan menang, di atas kertas memang ya kalau unit analisisnya adalah jumlah partai yang mendukung Pak Jokowi untuk Pilpres,” kata Eva dikonfirmasi secara terpisah.

Sebelumnya, Prabowo belum memastikan pencapresannya. Prabowo meminta publik bersabar. Dia mengaku masih mencari yang terbaik.

“Deklarasi itu kan kalau ada tiket, kan kalau ada tiket dan juga belum tentu situasi kan berkembang ya, kita berpikir positif, sabar-sabar lah, kita cari yang terbaik,” kata Prabowo di sela Rakernas Bidang Hukum dan Advokasi DPP Gerindra di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (5/4). (mb/detik)

Loading...

Related posts