Metrobatam, Jakarta – Pengamat ekonomi Rizal Ramli membeberkan dugaan kejahatan yang dilakukan oleh mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono terkait dengan rencana penyelamatan Bank Indonesia Overseas Bank (Indover) dan Bank Century.

Hal itu disampaikan Rizal saat menjadi pembicara dalam program bincang-bincang di salah satu televisi swasta pada pekan ini. Dia menuturkan masalah perbankan merupakan kejahatan kerah putih di Indonesia, di antaranya kasus Bank Indover dan Bank Century.

Boediono dilantik menjadi Gubernur BI pada Mei 2008, menggantikan pejabat sebelumnya Burhanuddin Abdullah. Namun, calon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memilih Boediono menjadi wakilnya saat itu.

Kasus Bank Indover terjadi pada 2008. Saat itu, bank tersebut ditetapkan dalam keadaan darurat karena kesulitan likuiditas. Dalam keterangan resmi BI pada 2008 disebutkan, Pengadilan Amsterdam akhirnya menyatakan bank itu bangkrut.

Upaya menjual bank itu kepada bank BUMN tak dapat dilakukan karena BUMN tersebut mengajukan pengunduran diri. Pengunduran diri dilakukan dikarenakan turbulensi pasar finansial global.

Ketika dikonfirmasi hari ini, Rizal menceritakan kembali saat itu Boediono menemui Antasari Azhar, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2007-2011 terkait dengan rencana bail out Bank Indover. Cerita ini didapatkan Rizal saat bertemu dengan Antasari saat berada masih dalam tahanan karena kasus pembunuhan.

“Tolong, kami akan bailout bank Indover 500 juta Euro,” kata Rizal menirukan ucapan Boediono, ketika dihubungi CNNIndonesia.com, pada Jumat (20/4).

Namun, Antasari menolaknya. “Pak Antasari katakan, silakan Pak Boediono lakukan, suntik itu bank Indover tapi besok saya tangkap bapak.”

Rizal menegaskan Antasari merupakan asisten Jaksa Agung Marzuki Darusman yang saat itu meneliti soal kasus Bank Indover. Pihaknya mendapatkan jawaban bahwa penutupan Bank Indover sudah diganti melalui asuransi, sehingga tak ada yang perlu dikhawatirkan.

“Jadi Antasari tahu persis bahwa usaha untuk bail out Rp7 triliun ini bank Indover ini akal-akalan Boediono,” kata Rizal.

Tanggung Jawab soal Century

Sedangkan untuk Bank Century, dia menuturkan, Boediono harus bertanggung jawab karena memutuskan pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) sekitar Rp689,39 miliar.

Saat itu, bank sentral mengubah aturan tentang pemberian bantuan kepada bank yang memiliki Capital Adequate Ratio (CAR) sebesar 8 persen menjadi positif. Bank Century kala itu sempat memiliki CAR di bawah 8 persen.

Oleh karena itu, dia meminta Boediono untuk bertanggung jawab dalam kasus Bank Century.

“Bapak yang tanggung jawab sebagai ketua. Kita ini mantan menteri. Kalau menteri katakan tidak jadi (dalam pengambilan keputusan) yah tidak jadi, gagal,” kata Rizal.

Kasus Bank Century kembali mencuat setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memerintahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyidikan terhadap Boediono. Hal itu disampaikan dalam putusan pra-peradilan yang diajukan oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI).

Pekan lalu, Boediono enggan menanggapi salah satu isi putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu. “Serahkan pada penegak hukum,” kata dia. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kominfo Rilis 23 Hoaks, Termasuk Neno Sebut Prabowo Rasul

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) lewat Subdit Pengendalian Konten Internet merilis temuan hoaks seputar Pemilu 2019 per Sabtu, 20 April 2019....

Kisah Petugas KPPS Lebak Meninggal Saat Sujud Salat

Metrobatam, Lebak - Petugas KPPS di Lebak, Banten, Jumri meninggal karena kelelahan selama proses hitung suara. Sempat izin untuk salat subuh saat penghitungan C1...

PDIP Curigai Rekomendasi Bawaslu Soal Hitung Ulang di Surabaya

Metrobatam, Surabaya - Bawaslu Surabaya merekomendasikan penghitungan suara ulang di seluruh TPS Surabaya. Menanggapi hal itu, PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya menilai sikap Bawaslu...

KASN Tolak Gabung jika TPF Kecurangan Pilpres 2019 Dibentuk

Metrobatam, Jakarta - Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menolak bergabung jika kedua pasangan calon presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sepakat membentuk...

Selama Pemilu 54 Petugas KPPS dan 15 Polisi Meninggal

Metrobatam, Jakarta - KPU menyebut total ada 54 petugas KPPS atau Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara yang meninggal dunia pada saat penyelenggaraan Pemilu 2019. Jumlah...

Caleg PDIP Ditangkap di Kasus Pembakaran 15 Kotak Suara di Jambi

Metrobatam, Sungai Penuh - Polisi menangkap 3 pelaku kasus pembakaran 15 kotak surat suara DPRD di Sungai Penuh, Jambi. 3 orang yang ditangkap 1...

Menlu Ditemui Dubes Sri Lanka, RI Siap Beri Bantuan Pascateror Bom

Metrobatam, Jakarta - Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia Dharshana M Perera menemui Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi. Dalam pertemuan itu,...

Bawaslu Kota Tanjungpinang akan Perketat Pengawasan 5 TPS PSU

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Bawaslu Kota Tanjungpinang akan perketat proses pengawasan terhadap 5 TPS yang akan PSU (Pemungutan Suara Ulang). Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang Muhamad Zaini...

Istri Almarhum Sys NS Menikah Lagi

Metrobatam, Jakarta - Penyiar senior Sys NS telah berpulang 2018 lalu. Kini, sang istri diketahui telah memutuskan untuk menikah lagi. Istri almarhum Sys NS, Shanty,...

Menkes: Boleh Bangga Punya MRT, Tapi Jangan Jadi Sarang TBC

Metrobatam, Jakarta - Penyakit menular masih menjadi ancaman di Indonesia. Tuberkulosis (TBC atau TB) merupakan salah satu dari banyak penyakit yang masih menjadi beban...

Danlantamal IV Pimpin Apel Khusus

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P., memimpin pelaksanaan Apel Khusus di Lapangan...

PLN Tanjungpinang Ajak Ibu-ibu Masak Tanpa Api

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun 2019, PLN Tanjungpinang mengadakan lomba memasak menggunakan kompor induksi. Manajer PLN UP3 Tanjungpinang, Fauzan juga mengajak...