Rocky Gerung Sebut Kitab Suci Fiksi, Polisi Proses Laporan

Metrobatam, Jakarta – Kepolisian akan menyelidiki laporan dugaan penistan agama terhadap pengajar Filsafat di Universitas Indonesia Rocky Gerung karena menyebut kitab suci adalah hal yang fiksi. Rocky akan diperiksa setelah sejumlah rangkaian investigasi ditempuh.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya akan memeriksa pelapor dan dilanjutkan dengan saksi.

Read More

“Namanya ada masalah yang lapor ke Polda Metro Jaya yang tentunya kami terima dengan menanyakan bukti-bukti yang ada, nanti setelah diterima, nanti kami akan melakukan klarifikasi. Artinya, kami minta keterangan kepada pelapor karena masih dalam penyelidikan,” ujarnya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (12/4).

Polisi akan terlebih dulu memeriksa pelapor yang merupakan Ketua Cyber Indonesia Permadi Arya. Polisi kemudian akan menggali keterangan saksi ahli untuk mengetahui apakah terjadi dugaan tindak pidana atau tidak. Tahap berikutnya adalah gelar perkara.

“Setelah itu nanti kami akan melihat apakah itu nanti memerlukan saksi ahli, kami akan panggil saksi ahli, kami minta keterangan juga. Setelah itu baru kami gelar [perkara]. Nanti tim dari penyidik dan Wassidik [Pengawas Penyidik] yang menilai di sana apakah laporan itu memenuhi syarat tindak pidana atau bukan,” tuturnya.

Jika dianggap memenuhi unsur pidana, pihaknya akan menaikkan proses hukum laporan itu dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Jika tidak, penyelidikan akan dihentikan.

Terkait pemeriksaan terhadap Rocky, Argo mengatakan hal itu dilakukan setelah tahap-tahap di atas dilakukan. “Nanti kalau tahap-tahap tadi sudah dilakukan baru akan mengarah ke sana,” ucapnya.

Rocky dilaporkan oleh Permadi pada Rabu (11/4). Laporan kepolisian Permadi diterima dengan nomor : LP/2001/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 11 April 2018.

Dalam laporan itu Rocky dijerat dengan Pasal 28 Ayat 2 Juncto Pasal 45A Ayat 2 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

FUIB Anggap Wajar

Ketua Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Rahmat Himran menanggapi enteng pernyataan dosen filsafat Universitas Indonesia, Rocky Gerung yang menyebut kitab suci adalah fiksi. Rahmat pun membenarkan pendapat Rocky itu.

“Fiksi bukan berarti fiktif. Sah-sah saja pernyataan RG (Rocky Gerung),” kata Rahmat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (12/4).

Meski demikian, FUIB belum bersikap terkait hal ini. Rahmat mengatakan pihaknya masih akan menggelar rapat internal organisasi untuk membahas pendapat Rocky yang menyebut kitab suci fiksi. “FUIB belum evaluasi terkait pernyataan Rocky tersebut,” kata Rahmat.

Saat menjadi narasumber di salah satu stasiun televisi swasta, Rocky menyebut kitab suci adalah fiksi. Pernyataan itu kemudian ramai diperbincangkan, bahkan Rocky dilaporkan ke polisi atas dugaan menyebarkan informasi bermotif SARA untuk menimbulkan rasa kebencian.

Ketua Cyber Indonesia Permadi Arya didampingi Sekjen Jack Boyd Lapian melaporkan Rocky ke polisi. Dalam laporan itu Rocky dijerat dengan Pasal 28 Ayat 2 Juncto Pasal 45A Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Sementara itu, Persaudaraan Alumni 212 menyatakan belum berencana melaporkan Rocky ke polisi terkait pernyataannya. Ketua PA 212 Slamet Maarif mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan menemui Rocky terlebih dahulu untuk meminta penjelasan.

“Belum (berniat melaporkan). Kami akan silaturahmi dan mengobrol terlebih dahulu dengan beliau untuk tabayun,” katanya.

Slamet belum menentukan sikap apakah pihaknya sependapat dengan Rocky atau tidak, sebelum mendengarkan penjelasan yang bersangkutan. “Harus dengar dulu penjelasan beliau,” kata pria yang juga kader FPI itu.

FUIB dan Persaudaraan Alumni 212 selama ini dikenal sigap melakukan upaya hukum kepada para pihak yang diduga menghina agama. Belakangan, kedua organisasi itu ikut melaporkan Sukmawati Soekarnoputri terkait puisi Ibu Indonesia yang dianggap menyinggung syariat Islam.

Rocky Gerung selama ini dinilai selalu kritis terhadap pemerintahan Joko Widodo. Dia kerap melontarkan kritik melalui media sosial dan di forum publik. (mb/cnn indonesia)

Loading...

Related posts