Terkait Tarian Erotis di Batam, Polisi Sebut Akan Ada Tersangka Baru

Metrobatam, Batam – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Barelang memeriksa Angga, anggota club motor yang merupakan panitia penyelenggara tarian erotis di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (18/4/2018). Hingga siang ini, Angga masih menjalani pemeriksaan di Unit V Satreskrim Polresta Barelang dan berstatus sebagai saksi.

Kapolresta Barelang, Kombes Hengki mengatakan, pihaknya masih terus mengembangkan kasus ini. Ia juga telah menetapkan 5 orang tersangka yang dianggap harus bertanggung jawab dalam aksi tarian cabul di depan Masjid Raya Batam pada Sabtu 14 April 2018 lalu.

Read More

“Hingga saat ini proses pemeriksaan masih berlanjut. Kemungkinan siang ini akan ada penambahan tersangka,” katanya di Mapolresta Barelang, Kamis (18/4/2018).

Hengki menjelaskan, pemeriksaan terhadap Angga telah dilakukan sejak Selasa 17 April 2018 petang. Menurutnya, penyidik masih perlu mendalami peran Angga dalam penyuguhan pentas tak seronok tersebut. “Masih kita dalami hal itu (peran Angga),” ujarnya.

Sementara itu, 5 tersangka yakni 3 penari dan dua panitia penyelenggara sudah ditahan di sel tahanan Mapolresta Barelang. Dua panitia tersebut merupakan ketua panitia dan penanggung jawab acara. Sedangkan 3 penari tersebut yakni H, N dan R.

Ketiga penari ini dipesan oleh panitia dari club motor New Vixion Ligning Family (NVLF) yang merupakan bagian dari panitia penyelenggaraan pesta rakyat usai pelantikan pengurus ormas Penjaga Marwah Rudi (PMR). Ketiganya diketahui merupakan penari dari Morena Pub yang berlokasi di Sei Jodoh, Batam.

Saat di-booking, panitia menjanjikan bayaran sebesar Rp600 ribu per orang untuk beraksi selama satu jam. Selain itu, panitia juga memberikan baju kaus oblong berwarna merah dengan ukuran XL. Namun, baju tersebut digunting oleh masing-masing penari agar terlihat lebih seksi. (mb/okezone)

Loading...

Related posts