Metrobatam, Jakarta – Tagar #2019GantiPresiden sedang jadi perbincangan. Setelah ramai nongol di Car Free Day (CFD) yang diwarnai gesekan, tagar itu juga muncul di perayaan May Day 2018.

Dalam car free day, massa #2019GantiPresiden pun sempat terlibat gesekan dengan kelompok yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja. Padahal sudah ada aturan yang melarang CFD diisi kegiatan politik. Aturan itu tertuang dalam Pergub No 12 Tahun 2016.

Gesekan yang dimaksud adalah terjadinya apa yang disebut sebagai intimidasi terhadap Susi Ferawati (yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja) dan anaknya. Susi yang merasa diintimidasi karena dikibasi uang dan disodori makanan melaporkan hal ini ke polisi.

Kembali ke tagar #2019GantiPresiden. Tagar ini juga muncul dalam bentuk kaus dan spanduk pada perayaan hari buruh atau May Day pada Selasa (1/5). Karena wilayah aksi yang lebih luas, penggunaan atribut dengan tagar ini juga lebih banyak dibanding di Car Free Day.

Salah satunya terlihat massa buruh dari berbagai elemen berjalan dari Patung Kuda Monas menuju Istana Negara kompak memakai kaus ini. Kaus ini juga menjamur dipakai massa buruh KSPI yang mendukung Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Istora Senayan.

Tema tagar #2019GantiPresiden memang sejalan dengan deklarasi KSPI yang menginginkan Prabowo menjadi Presiden dengan memenangi Pemilu 2019.

Pantauan detikcom di lokasi, massa buruh itu memakai kaus #2019GantiPresiden dengan berbagai motif. Tak hanya kaus, massa buruh juga memakai atribut lain, dari topi hingga selebaran dengan hashtag senada.

Seorang massa buruh bernama Budi mengatakan tak ada alasan khusus memakai kaus #2019GantiPresiden di peringatan May Day kali ini. Dia mengaku membeli baju itu di sekitar Istora Senayan.

“Saya baru beli di sekitar sini. Rp 50 ribu dia jual di mobil. Ada kok yang jual,” kata Budi di Istora Senayan, hari ini.

Berkaitan dengan penggunaan tagar ini di ruang publik, Wapres Jusuf Kalla menyatakan seharusnya kampanye tidak ‘curi start’.

“Ya (mengimbau) janganlah terjadi katakanlah kampanye sebelum waktunya. Sebelum waktunya sudah mulai ada nuansa kampanye. Memang sulit ini kalau kampanye itu sebelum pemilu, itu tidak ada aturannya. Justru tidak ada aturannya, kalau masa kampanye itu resmi ada aturannya,” ujar JK. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...