Metrobatam, Jakarta – Tepat 1 Mei para buruh bergerak dalam rangka peringatan hari Buruh Sedunia atau kerap disebut ‘May Day’. Hari yang dijadikan libur nasional ini dimanfaatkan para buruh untuk menyuarakan hak-haknya termasuk gaji yang sesuai.

Bicara soal gaji, orang kerap mengaitkannya dengan jenjang pendidikan. Padahal tak semua pekerjaan bergaji tinggi memerlukan jenjang pendidikan yang tinggi pula.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut pekerjaan bergaji tinggi tanpa perlu ijazah Strata 1 (S1).

1. Nahkoda

Nahkoda bertugas mengemudikan kapal keluar-masuk pelabuhan, sungai, danau maupun teluk. Di Indonesia terdapat sekolah atau akademi khusus kelautan jika ingin menjadi nahkoda.

Sedangkan di Amerika Serikat, seorang nahkoda harus mengantongi U.S. Coast Guard dengan bebagai ketentuan termasuk kelas, berat kapal, dan rutenya. Gajinya tak beda jauh dengan operator tenaga nuklir yakni US$83.150 atau sekitar Rp 1,1milyar.

2. Atlet

Para atlet biasanya sudah tergabung dalam lembaga pelatihan sejak kecil. Tak perlu mengantongi gelar sarjana, mereka bisa memperoleh penghasilan besar. Apalagi jika mereka berhasil mengharumkan nama negara.

Maret lalu, pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon berhasil meraih gelar juara All England. Mereka pun diberi bonus sebesar Rp250juta.

3. Penulis

Creative writer atau penulis tak menuntut gelar sarjana. Modal ide kreatif serta semangat pantang menyerah memasukkan tulisan ke penerbit, maka akan ada buah manis yang bisa dipetik.

Penulis akan mendapat penghasilan dari royalti yang diperoleh baik dari penjualan buku maupun pernak pernik cerita dari buku mereka. Di kalangan penulis, nama JK Rowling, ‘ibu’ dari serial Harry Potter pasti tak asing lagi. Ia diketahui memiliki penghasilan tetap per tahun sebesar US$14juta atau sekitar Rp 195 miliar.

4. Penata rias

Berawal dari hobi, penata rias alias make up artist justru bisa jadi profesi yang menghasilkan. Jasa make up artist selalu diperlukan kala momen-momen istimewa. Apalagi untuk acara tertentu misal pernikahan, harga yang dipatok berviariasi mulai dari jutaan.

Mereka juga tak menuntut kepemilikan ijazah. Walaupun yang kerap ditemukan mereka yang telah memegang ijazah tetapi lebih memilih menggeluti hobi.

5. Optisi

Mereka yang menggunakan kacamata pasti tak asing dengan staf optik atau asisten dokter mata satu ini. Mereka membantu pasien menentukan ukuran kacamata yang tepat. Seorang optisian tidak perlu berkuliah selama empat tahun. Mereka cukup mengambil sekolah di akademi selama tiga tahun.

6. Pengembang situs

Orang kerap mengandalkan internet kala mencari informasi. Hal inilah yang seolah memaksa banyak kalangan untuk memiliki situs resmi sekaligus pengembangnya agar konten yang disajikan selalu menarik dan memuaskan rasa ingin tahu pengunjungnya.

Para pengembang situs atau web developer tak memerlukan ijazah S1. Menurut beberapa sumber, sebuah perusahaan sanggup menggaji hingga Rp20juta per bulan demi situs perusahaan yang apik.

7. Sales

Tak bisa dimungkiri segala perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan memerlukan sales atau agen penjualan. Tak perlu jadi sarjana ekonomi, dengan minimal pendidikan seklah menengah dan modal kemampuan komunikasi baik maka orang bisa terjun ke dunia sales.

8. Operator Crane

Pembangunan infrastuktur memerlukan banyak SDM termasuk mereka yang mengoperasikan crane atau alat berat yang biasa digunakan untuk memindahkan dan mengangkut barang. Pembangunan gedung-gedung tinggi kerap melibatkan lebih dari satu crane.

Mereka yang berpendidikan setara sekolah menengah atau akademi dapat menjadi operator crane. Di Amerika, operator crane digaji per tahun US$54.560 atau lebih dari Rp700juta, pekerjaan ini tampaknya bisa jadi pilihan.

9. Koki atau ahli memasak

Menjadi seorang ahli masak atau ahli membuat kue tak perlu ijazah S1 karena yang dibutuhkan adalah sebuah keterampilan. Untuk mendapatkan skill memasak, Anda bisa belajar melalui kursus, belajar dari ibu, atau bahkan belajar dari tutorial memasak gratis secara online.

Dengan keterampilan memasak, Anda bisa mendapatkan pekerjaan sebagai koki di restoran atau bahkan menjadi seorang wirausaha kreatif di industri kuliner. Hanya saja, selain keterampilan, kreativitas juga sangat dibutuhkan. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...