Metrobatam, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengomentari dua yang mendapatkan atensi publik dalam sepekan terakhir.

Pertama, terkait tewasnya dua bocah dalam acara pembagian sembako dalam Pesta Rakyat di Monumen Nasional pada Sabtu (28/4). Kedua, dugaan intimidasi dari sekelompok masyarakat yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden terhadap pengguna kaos #DiaSibukKerja di acara Car Free Day (CFD) di Jakarta pada Minggu (29/4).

Komentar tersebut ia berikan usai menghadiri acara pembukaan Apel Kepala Kepolisian Satuan Wilayah 2018 di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan pada Kamis (3/5).

Terkait insiden pembagian sembako yang menewaskan dua bocah di Monas, Tjahjo meyakini aparat kepolisian akan melakukan penyelidikan atas dugaan tersebut.

Menurutnya, setiap organisasi kemasyarakat boleh menggelar acara pembagian sembako atau bakti sosial lainnya, selama telah memperoleh izin dari aparat kepolisian.

“Ormas mau bakti sosial boleh-boleh saja, yang penting kegiatan sudah mendapat izin kepolisian. Soal ada insiden, saya yakin kepolisian akan mengusut,” kata Tjahjo.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu pun menyebut pihaknya akan menunggu hasil penyelidikan kepolisian soal insiden pembagian sembako ‘maut’.

Sementara soal dugaan intimidasi dari sekelompok masyarakat yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden terhadap pengguna kaos #DiaSibukKerja di acara CFD di Jakarta pada Minggu pekan lalu, Tjajo menyebut sebagai insiden memalukan dan tidak sesuai dengan budaya politik Indonesia.

Menurutnya, etika dan kesantunan harus dikedepankan dalam berpolitik. Dia pun menegaskan, beda pendapat dan mengkritik merupakan sikap yang diizinkan, selama tidak diikuti dengan penghinaan.

“Silakan beda pendapat, mengkritik seseorang, itu sah-sah saja, tapi jangan menghina,” kata Tjahjo.

Dia menambahkan, perilaku memaksakan kehendak agar orang lain mengikuti pilihan politik tertentu tidak boleh dilakukan. Menurutnya, setiap orang memiliki harga diri dan kehormatan.

“Kita punya harga diri, punya kehormatan, apalagi memaksakan kehendak harus mengikuti yang menjadi pilihannya dan menjadi sikap politiknya,” ucap Tjahjo.

Dua insiden yang dikomentari Tjahjo tengah mendapatkan sorotan tinggi publik dalam sepekan terakhir. Insiden pembagian sembako di Monas disorot publik lantaran dua orang anak bernisial MRS (10) dan MJ (11) tewas setelah mengantre dan berdesak-desakan dalam acara yang diselenggarakan Forum Untukmu Indonesia itu.

Proses hukum dalam kasus ini pun tengah dinantikan setelah ibu kandung MRS, Komariah, membuat laporan polisi di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri atas dugaan tindak pidana kelalaian yang dilakukan Ketua Forum Untukmu Indonesia, Dave Revano Santosa.

Begitu pun dengan proses hukum dalam dugaan intimidasi dari sekelompok masyarakat yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden terhadap pengguna kaos #DiaSibukKerja di acara CFD di Jakarta.

Dalam kasus ini, dua korban yakni Susi Ferawati dan Stedi Repki Watung resmi melayangkan laporan polisi ke Polda Metro Jaya. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kominfo Rilis 23 Hoaks, Termasuk Neno Sebut Prabowo Rasul

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) lewat Subdit Pengendalian Konten Internet merilis temuan hoaks seputar Pemilu 2019 per Sabtu, 20 April 2019....

Kisah Petugas KPPS Lebak Meninggal Saat Sujud Salat

Metrobatam, Lebak - Petugas KPPS di Lebak, Banten, Jumri meninggal karena kelelahan selama proses hitung suara. Sempat izin untuk salat subuh saat penghitungan C1...

PDIP Curigai Rekomendasi Bawaslu Soal Hitung Ulang di Surabaya

Metrobatam, Surabaya - Bawaslu Surabaya merekomendasikan penghitungan suara ulang di seluruh TPS Surabaya. Menanggapi hal itu, PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya menilai sikap Bawaslu...

KASN Tolak Gabung jika TPF Kecurangan Pilpres 2019 Dibentuk

Metrobatam, Jakarta - Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menolak bergabung jika kedua pasangan calon presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sepakat membentuk...

Selama Pemilu 54 Petugas KPPS dan 15 Polisi Meninggal

Metrobatam, Jakarta - KPU menyebut total ada 54 petugas KPPS atau Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara yang meninggal dunia pada saat penyelenggaraan Pemilu 2019. Jumlah...

Caleg PDIP Ditangkap di Kasus Pembakaran 15 Kotak Suara di Jambi

Metrobatam, Sungai Penuh - Polisi menangkap 3 pelaku kasus pembakaran 15 kotak surat suara DPRD di Sungai Penuh, Jambi. 3 orang yang ditangkap 1...

Menlu Ditemui Dubes Sri Lanka, RI Siap Beri Bantuan Pascateror Bom

Metrobatam, Jakarta - Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia Dharshana M Perera menemui Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi. Dalam pertemuan itu,...

Bawaslu Kota Tanjungpinang akan Perketat Pengawasan 5 TPS PSU

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Bawaslu Kota Tanjungpinang akan perketat proses pengawasan terhadap 5 TPS yang akan PSU (Pemungutan Suara Ulang). Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang Muhamad Zaini...

Istri Almarhum Sys NS Menikah Lagi

Metrobatam, Jakarta - Penyiar senior Sys NS telah berpulang 2018 lalu. Kini, sang istri diketahui telah memutuskan untuk menikah lagi. Istri almarhum Sys NS, Shanty,...

Menkes: Boleh Bangga Punya MRT, Tapi Jangan Jadi Sarang TBC

Metrobatam, Jakarta - Penyakit menular masih menjadi ancaman di Indonesia. Tuberkulosis (TBC atau TB) merupakan salah satu dari banyak penyakit yang masih menjadi beban...

Danlantamal IV Pimpin Apel Khusus

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P., memimpin pelaksanaan Apel Khusus di Lapangan...

PLN Tanjungpinang Ajak Ibu-ibu Masak Tanpa Api

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun 2019, PLN Tanjungpinang mengadakan lomba memasak menggunakan kompor induksi. Manajer PLN UP3 Tanjungpinang, Fauzan juga mengajak...