Pelaku Kejahatan Siber di Bali yang Libatkan WN China Bertambah Jadi 105 Orang

Metrobatam, Denpasar – Warga asal China yang melakukan penipuan online di Bali bertambah, yang sebelumnya ada 103 orang dan sekarang menjadi 105 orang. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Kriminal Khusus Polda Bali, Kombes Pol Anom Wibowo di Polda Bali, Denpasar, Rabu (2/5).

Dia menjelaskan, bahwa setelah menangkap 103 orang kemudian pihaknya mengamankan dua orang lagi yang masuk dalam komplotan mereka. “Mereka diamankan di wilayah Gatot Subroto, Denpasar. Jadi sampai saat ini mereka ada 105 orang,” tegasnya.

Read More

Dia menerangkan, bahwa 2 orang tersebut diamankan saat jalan-jalan atau keluar dari kos. “Tidak mereka tidak tahu ada penggerebekan itu. Mereka memang sedang keluar dari kos dan langsung diamankan oleh anggota kami,” jelasnya.

Pihaknya menyatakan, bahwa dua orang tersebut tidak otak dari komplotan tersebut. “Kami belum mengetahui otak dari komplotan tersebut. Karena ini masih pendalaman,” urai Anom.

Dikabarkan sebelumnya bahwa pihak Polda Bali telah mengamankan 114 orang di antaranya ada 103 warga asal China dah 11 orang WNI pada Selasa 1 Mei 2018 di 3 tempat berbeda.

Penggerebekan pertama di Jalan Perumahan Mutiara Abianbase Nomor 1, Mengwi, Badung, Polda Bali berhasil mengamankan 49 orang. Sejumlah barang bukti pun ikut diamankan, seperti 51 unit telepon, 1 unit laptop, 43 buah paspor, 5 unit handphone, 2 unit router, 2 unit printer, 26 unit HUB.

Sementara penggerebekan kedua dilakukan di Jalan Bedahulu XI Nomor 39 Denpasar. Polda Bali berhasil mengamankan 32 orang dengan barang bukti 20 unit handphone, 13 unit router, 2 unit laptop, dan 1 buah paspor.

Sedangkan lokasi penggerebekan ketiga dilakukan di Jalan Gatsu I Nomor 9 Denpasar, pihak Polda Bali mengamankan 33 orang dengan barang bukti 3 unit router, 2 unit laptop, 38 paspor, dan 1 unit HUB.

Dikabarkan sebelumnya bahwa wisatawan asal China tersebut telah melakukan penipuan secara online. Mereka berpura-pura sebagai aparat hukum dan meminta sejumlah uang kepada para korban. (mb/okezone)

Loading...

Related posts