Metrobatam.com, Batam – Dalam hal penyelenggaraan Indonesia Water Forum 2018. Event tempat berkumpulnya anggota Pesatuan Perusahaan Air Minum Indonesia (Perpamsi), pihak swasta hingga regulator pemerintah untuk bisa bersinergi menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik.

“Batam dengan adanya ATB sudah jadi contoh yang baik dalam pengelolaan air di Indonesia, mereka sudah buktikan itu, ini alasan kita menggelar IWF 2018 di Batam, mudah-mudahan bisa dapat formula yang bisa menyatukan kepentingan untuk pelayanan publik,” jelas Erlan Hidayat, Ketua Umum Perpamsi dalam kegiatan Indonesia Water Forum di Batam, Senin (9/7).

“inilah memuji kinerja ATB yang telah berkontribusi baik mengelola perusahaan air bersih selama hampir 23 tahun. “kata erlan

“Batam cukup unik, memiliki keterbatasan akan sumber air namun memiliki air bersih, tidak punya PDAM namun ada pengolahan air bersih yang baik. Artinya pelayanan air bersih disini cukup baik yang dikelola oleh swasta, dan ATB bagian dari Perpamsi. Kami merasa perlu melihat bagaimana ATB bergerak puluhan tahun tidak memiliki masalah, walaupun sumber airnya tidak ada,” tambah Erlan

Erlan Hidayat Ketua Umum Perpamsi mengatakan, melihat antusiasme peserta yang cukup besar dengan diikuti sekitar 400 peserta antar PDAM, menjadi bukti menariknya jika berbicara terkait kerjasama di bidang air.

“Kami juga sampaikan apresiasi dan terimakasih kepada BP Batam, Pemko Batam dan ATB. Banyak yang ingin kerjasama, tinggal dicari bentuk kerjasama airnya seperti apa tinggal di sesuaikan,” jelas Erlan.

Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan mengatakan, melalui forum IWF 2018 pihaknya berbagi gambaran terkait pengelolaan air bersih di Batam.

Sementara cakupan yang teraliri air bersih saat ini, diakuinya sudah mencapai 90-an persen dari 1,25 juta penduduk Batam. Ini termasuk tertinggi di Indonesia.

“Air yang tersedia melayani untuk industri, pariwisata, dan masyarakat. Karena itu ia menilai ketersediaan air di Batam perlu mendapat perhatian ke depannya ditambah lagi keberadaan hutan lindung yang sangat terbatas,” ujarnya.

Kesempatan forum IWF pertama di Batam para peserta konferensi dapat berdiskusi dan mengetahui pemetaan persoalan bidang air minum Indonesia dengan lebih jernih lagi.

Peserta bisa mendapatkan informasi atau pengetahuan mulai dari kerangka regulasi, iklim investasi, serta masalah lainnya yang dipaparkan oleh sejumlah narasumber.

Di hari pertama dari tiga hari penyelenggaraan IWF 9-11 Juli 2018 diisi dengan forum diskusi seputar penyediaan air bersih. Termasuk dari tim ATB yang membahas seputar Customer Care serta ada Scada. Sesi lainnya diisi oleh para pembicara internasional yang diundang, seperti dari Australia, Malaysia, dan lainnya.

Turut hadir Kepala Sekretariat Badan Peningkatan Penyelengaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) Ir. Bambang Sudiatmo, Asisten Deputi Bidang Infrastruktur Sumber Daya Air Kemenko Perekonomian Zainal Fatah, Presiden Direktur ATB Ir Benny Andrianto, MM, Kepala Bidang Bina Marga dan Cipta Karya Dinas PUPR Jawa Tengah. Tutupnya.

(Toni S)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE