Metrobatam, Denpasar – Sebagian besar puluhan kapal yang terbakar di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali milik dari anggota Asosiasi Tuna Longline Indonesia (ATLI).

Ketua II ATLI Bali, Agus Dwi Siswaputra mengatakan, kapal ikan milik anggota ATLI sekira 33 unit. Namun, ada 40 kapal di lokasi yang terbakar, dan ditaksir kerugiannya mencapai Rp200 miliar.

“Kami belum tahu penyebab utama kebakaran kapal-kapal ikan itu. Namun, kerugian tiap kapal antara Rp3 miliar sampai Rp5 miliar tergantung kelengkapan isi kapal dan ukurannya,” terangnya, Senin (9/7).

Ia mengaku belum mengetahui barang-barang dalam kapal yang terbakar, yang pasti kapal yang terbakar rata-rata untuk menangkap tuna dan cumi. “Yang jelas karena musibah ini, kapal-kapal tersebut sudah tak bisa lagi melaut menangkap ikan,” jelasnya.

Pihaknya juga belum bisa memastikan bagaimana tindakan selanjutnya termasuk menyangkut nasib ratusan anak buah kapal (ABK) karena masih menunggu penyelidikan aparat serta memastikan api seluruhnya padam.

Rata-rata pemilik kapal yang terbakar, sambungnya, hingga kin juga belum bisa memmberikan pernyataan. “Mereka datang kesini, diam terus pergi lagi,” pungkasnya. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE