Metrobatam, Jakarta – Mahfud MD menanggapi dirinya yang masuk bursa cawapres Joko Widodo (Jokowi) untuk Pilpres 2019. Jika benar dipilih jadi cawapres Jokowi, Mahfud mengaku akan menjawabnya langsung kepada Jokowi.

“Nanti saya jawab, saya jawabnya ke Pak Jokowi,” kata Mahfud menjawab pertanyaan dirinya masuk bursa cawapres Jokowi, di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (11/7).

Mahfud sendiri tidak mengetahui siapa yang memasukkan namanya ke bursa cawapres Jokowi. “Saya nggak tahu, kan bukan saya yang memasukkan,” ujarnya.

Mahfud juga belum berkomunikasi secara khusus dengan Jokowi terkait dirinya yang masuk bursa cawapres. “Nggak, ya. Kalau soal pilpres, nggak ada, ya,” ucapnya.

Mahfud MD disebut-sebut menjadi salah satu kandidat cawapres Jokowi. PDI Perjuangan pun tidak meragukan kemampuan Mahfud.

“(Mahfud MD jadi cawapres) kenapa tidak?” ujar Kepala Badan Bantuan Hukum PDIP Junimart Girsang kepada detikcom, Selasa (10/7).

PDIP menyebutkan, ada tiga sumber yang bisa menjadi pertimbangan cawapres untuk Jokowi.

“Ada 3 sumber cawapres Pak Jokowi, yang pertama cawapres dari internal PDIP, kedua dari parpol lain, ketiga dari luar PDIP dan dari luar koalisi parpol pengusung, artinya profesional, agamawan, militer, polisi, dan sebagainya,” ucap Wakil Sekjen PDIP Ahmad Basarah di Jakarta, Rabu (11/7).

Basarah pun menyebut nama-nama seperti Mahfud MD hingga Budi Gunawan yang disebut-sebut secara cawapres Jokowi, sumbernya dari luar PDIP dan koalisi. “Jadi kalau misalnya muncul nama Mahfud MD, Pak Din Syamsudin, Pak Rizal Ramli, kemudian tokoh lain seperti Pak Moeldoko, Budi Gunawan, itu adalah cawapres yang sudah sumbernya di luar PDIP dan di luar koalisi partai-partai pengusung Jokowi,” imbuh Basarah.

Namun, Basarah belum mau menyebut siapa saja dari daftar nama itu yang sudah mengerucut untuk ditimbang serius sebagai cawapres Jokowi. Dia memilih mengikuti kata Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Nanti kita lihat mana yang akhirnya dipilih oleh Pak Jokowi pada waktu yang tepat. Menunggu secerah matahari yang terbit dari ufuk timur,” sebut Basarah.

Basarah juga enggan menyebutkan ketum parpol mana yang masuk pertimbangan untuk dijadikan cawapres Jokowi. Menurut Basarah, ketum parpol yang pengusung Jokowi masih berpeluang jadi cawapres.

“Semua cawapres baik dari parpol maupun di luar, sepanjang belum diputuskan Pak Jokowi bersama-sama ketum parpol lainnya, masih memiliki pelung yang sama,” pungkas Basarah.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE