Metrobatam, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya merespons surat terbuka politikus PKS Mahfudz Siddiq. Anies menilai pernyataan yang disampaikan Mahfudz dalam surat seharusnya disampaikan ke partai.

“Sudah tadi malam akhirnya saya baca. Saya berterima kasih ada perhatian dari Pak Mahfudz Siddiq dan apresiasi Beliau mengekspresikan concern-nya. Tapi saya harap surat-surat begini dialamatkan pada partai-partai,” kata Anies di Hotel Four Points, Jl MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/7).

Menurutnya, terkait isu pencalonannya sebagai capres atau cawapres di Pilpres 2019 berasal dari partai. Namun, Anies mengapresiasi apa yang disampaikan Mahfudz.

“Ya yang menyorong-nyorongkan nama itu lah yang harus dikirimi surat. Saya sedang mengurusi Jakarta. Jadi saya berterima kasih saja dapat surat. Tapi seharusnya surat itu dikirimkan ke partai. Kalau saya lagi urusi underground water nih,” terang Anies.

Mahfudz mengungkapkan kegelisahannya melalui surat terbuka yang dia kirim ke Anies. Dalam suratnya, Mahfudz mengaku sebagai warga DKI Jakarta yang ikut memilih Anies saat Pilgub DKI 2017.

Mahfudz gelisah dengan pernyataan sejumlah petinggi parpol yang mendorong Anies maju Pilpres 2019. Anggota Komisi VII DPR itu juga menyinggung perjuangan warga DKI saat berupaya memenangkan Anies.

“Kenapa terselip rasa gelisah dan cemas dalam diri saya? Karena setelah mengikuti hiruk-pikuk berita di media, muncul pertanyaan di kepala saya: Akankah saya kehilangan sosok Anies Rasyid Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta yang telah saya pilih bersama tiga jutaan warga lainnya? Jika pemimpin itu diposisikan sebagai imam bagi ummat, Apakah sang Imam akan meninggalkan ummatnya di fase awal perjalanan perjuangan ini?” kata Mahfudz dalam surat terbuka yang dikutip detikcom, Rabu (11/7). (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE