PPP: Kenegarawanan Mahfud Md Tak Berorientasi Kekuasaan

Metrobatam, Jakarta – PPP optimistis mantan Ketua Mahkaman Konstitusi (MK) Mahfud Md tak pindah haluan mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019. Menurut Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek), Mahfud bukan sosok pengejar kekuasaan.

“Saya masih optimistis MMD (Mahfud Md) berintegritas dan menjaga fatsun politik bahwa saat ini MMD masih membantu Jokowi di BPIP dan beberapa kli ditegaskan beliau masih bersama Jokowi dalam konteks pemerintahan,” ujar Awiek, Senin (20/8).

Read More

“Kenegarawanan MMD sejauh ini sudah terbukti tidak hanya orientasi kekuasaan sih,” imbuh Awiek.

Karena tak berorientasi kekuasaan, Mahfud diyakini Awiek sulit berpindah haluan politik. Awiek tak yakin Mahfud mau begitu saja loncat ke kubu Prabowo-Sandiaga.

“Tidak mudah bagi MMD serta-merta untuk menerima tawaran tim Prabowo-Sandi dengan konteks hanya untuk kekuasaan semata,” ucap dia.

Meski demikian, Awiek menghormati apa pun keputusan politik Mahfud. Bagi Awiek, tak masalah andai Mahfud mendukung Prabowo-Sandiaga.

“Jika pun seandainya ternyata MMD masuk ke sebelah, hal itu biasa saja dalam politik. Toh 2014 pernah di sana, termasuk juga kami,” jelas Awiek.

Hindari Orang Jahat Pimpin Negara

Sementara Mahfud MD menyatakan, peran warga dalam keikutsertaan di Pileg dan Pilpres 2019 bisa berdampak pada siapa yang akan memimpin negara.

Awalnya Mahfud berbicara soal isu Golfud yang akan golput. Isu tersebut tengah menjadi tren di media sosial usai Mahfud Md gagal menjadi cawapres Joko Widodo. Golfud kerap diasosiasikan sebagai ‘Golongan Mahfud’ atau mereka yang mendukung Mahfud.

“Sekarang ini saya baca di medsos ada gerakan Golfud. Golfud itu bukan golput saudara, nggak boleh golput karena alasan ‘saya mau golput karena nggak ada calon yang bagus baik Presiden dan DPR’, jangan,” ujar Mahfud.

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri acara pembekalan 750 bakal calon legislatif (bacaleg) PSI di Balai Sarbini, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (20/8). Kemudian, Mahfud mengimbau agar seluruh warga yang sudah memiliki hak pilih bisa berpartisipasi di Pilpres 2019 agar negara terhindar dari orang jahat sebagai pemimpin.

“Kita memilih ini bukan untuk memilih yang bagus betul tapi menghindari orang jahat untuk pimpin negara,” sebutnya.

Menurut Mahfud, golput merugikan diri sendiri. Untuk itu dia mengimbau semua warga untuk memilih pasangan calon yang terbaik. Namun dia tak menyebut siapa pasangan calon yang didukungnya.

“Kalau tak dia gunakan haknya pasti akan terpilih orang yang lebih jelek lagi yang dia bayangkan tak bisa dipercaya. Kemudian yang milih orang yang tak baik dan tak punya harapan, yang jelas terhadap masa depan bangsa jni, maka dari itu nggak perlu golput,” tutur Mahfud.

“Di legislatif banyak, di eksekutif banyak, silahkan pilih saja, bahwa ada mekanismenya melalui parpol itu nggak bisa dihindari, itu konstitusional juga, justru parpol itu harus ada, tetapi harus sehat, maka dari itu saya hadir di partai ini,” imbuh eks Ketua MK itu. (mb/detik)

Loading...

Related posts