Metrobatam, Mojokerto – Demi menutupi aib, Cicik (21) nekat menggugurkan kandungannya yang berumur 8 bulan. Saat menggugurkan kandungan, mahasiswi ini hanya dibantu kekasihnya, Dimas (21), seorang satpam sebuah pabrik di Gresik.

Di luar dugaan, bayi itu lahir dengan selamat dan membongkar kejahatan yang mereka lakukan. Selama setahun menjalin hubungan asmara, Dimas dan Cicik mengaku sudah 7 kali berhubungan layaknya suami-istri. Padahal mereka belum terikat pernikahan.

Mahasiswi sekolah tinggi ilmu kesehatan di Kediri ini hamil 8 bulan. Takut kondisinya yang berbadan dua diketahui orang tuanya, Cicik pun memutuskan untuk menggugurkan kandungannya. Dia memilih menggugurkan janin tersebut bersama Dimas.

“Tersangka D (Dimas) memesan obat penggugur kandungan ke tetangganya, seorang bidan yang saat ini berdinas di Aceh,” kata Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata saat jumpa pers di kantornya, Jalan Gajah Mada, Mojosari, Selasa (14/8).

Saat kiriman obat itu tiba, pasangan kekasih ini mencoba menggugurkan kandungan. Keduanya menginap di vila yang ada di kawasan wisata Pacet, Mojokerto pada Minggu (12/8) sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat itu Cicik menenggak 5 butir sekaligus obat penggugur kandungan. Reaksi obat itu baru terasa esok harinya, Senin (13/8). Sekitar pukul 10.00 WIB, bayi yang Cicik kandung akhirnya keluar.

“Si perempuan melahirkan sendiri di vila tanpa dibantu petugas medis. Hanya dibantu kekasihnya,” ungkap Leonardus.

Di luar dugaan, bayi laki-laki itu lahir dalam kondisi hidup. Kondisi ini membuat Dimas dan Cicik kebingungan. Mereka tak tega membunuh bayi tersebut. Di lain sisi, mereka tak ingin darah daging hasil hubungan pranikah itu diketahui orang lain.

Tanpa berfikir panjang, Dimas dan Cicik pun membawa bayi tersebut ke Puskesmas Gayaman, Mojoanyar yang berjarak sekitar 20 menit dari vila. Agar tak diketahui orang lain, bayi itu mereka masukkan ke bagasi motor Yamaha NMax warna merah nopol W 3192 AT. Bayi tersebut hanya dibungkus kaus biru dan cokelat milik Dimas.

Berdua mereka menuju ke puskesmas. Dimas membonceng Cicik yang kondisinya lemas usai melahirkan. Sampai di puskesmas, kondisi bayi mereka kritis akibat terlalu lama berada di bagasi motor. Petugas puskesmas pun merujuknya ke RS Gatoel di Kota Mojokerto. Sementara Cicik memilih pulang ke rumahnya.

“Sampai di rumah sakit, dokter menyatakan bayi tersebut sudah meninggal dunia,” terang Leonardus.

Dari situlah kasus aborsi ini terungkap. Pihak RS Gatoel yang mencium kejanggalan dalam kasus ini menghubungi polisi. Jenazah bayi dibawa ke kamar jenazah RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

Setelah sempat dimintai keterangan oleh polisi, Dimas dibawa ke rumah kekasihnya. Selain mengamankan Dimas dan Cicik, petugas juga menyita motor yang digunakan pasangan kekasih ini untuk membawa bayi.

Baik Dimas maupun Cicik ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus aborsi dan kekerasan terhadap anak. Dimas kini mendekam di tahanan Polres Mojokerto. Sementara Cicik menjalani perawatan di RSUD Prof Dr Soekandar, Mojosari. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kominfo Rilis 23 Hoaks, Termasuk Neno Sebut Prabowo Rasul

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) lewat Subdit Pengendalian Konten Internet merilis temuan hoaks seputar Pemilu 2019 per Sabtu, 20 April 2019....

Kisah Petugas KPPS Lebak Meninggal Saat Sujud Salat

Metrobatam, Lebak - Petugas KPPS di Lebak, Banten, Jumri meninggal karena kelelahan selama proses hitung suara. Sempat izin untuk salat subuh saat penghitungan C1...

PDIP Curigai Rekomendasi Bawaslu Soal Hitung Ulang di Surabaya

Metrobatam, Surabaya - Bawaslu Surabaya merekomendasikan penghitungan suara ulang di seluruh TPS Surabaya. Menanggapi hal itu, PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya menilai sikap Bawaslu...

KASN Tolak Gabung jika TPF Kecurangan Pilpres 2019 Dibentuk

Metrobatam, Jakarta - Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menolak bergabung jika kedua pasangan calon presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sepakat membentuk...

Selama Pemilu 54 Petugas KPPS dan 15 Polisi Meninggal

Metrobatam, Jakarta - KPU menyebut total ada 54 petugas KPPS atau Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara yang meninggal dunia pada saat penyelenggaraan Pemilu 2019. Jumlah...

Caleg PDIP Ditangkap di Kasus Pembakaran 15 Kotak Suara di Jambi

Metrobatam, Sungai Penuh - Polisi menangkap 3 pelaku kasus pembakaran 15 kotak surat suara DPRD di Sungai Penuh, Jambi. 3 orang yang ditangkap 1...

Menlu Ditemui Dubes Sri Lanka, RI Siap Beri Bantuan Pascateror Bom

Metrobatam, Jakarta - Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia Dharshana M Perera menemui Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi. Dalam pertemuan itu,...

Bawaslu Kota Tanjungpinang akan Perketat Pengawasan 5 TPS PSU

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Bawaslu Kota Tanjungpinang akan perketat proses pengawasan terhadap 5 TPS yang akan PSU (Pemungutan Suara Ulang). Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang Muhamad Zaini...

Istri Almarhum Sys NS Menikah Lagi

Metrobatam, Jakarta - Penyiar senior Sys NS telah berpulang 2018 lalu. Kini, sang istri diketahui telah memutuskan untuk menikah lagi. Istri almarhum Sys NS, Shanty,...

Menkes: Boleh Bangga Punya MRT, Tapi Jangan Jadi Sarang TBC

Metrobatam, Jakarta - Penyakit menular masih menjadi ancaman di Indonesia. Tuberkulosis (TBC atau TB) merupakan salah satu dari banyak penyakit yang masih menjadi beban...

Danlantamal IV Pimpin Apel Khusus

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P., memimpin pelaksanaan Apel Khusus di Lapangan...

PLN Tanjungpinang Ajak Ibu-ibu Masak Tanpa Api

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun 2019, PLN Tanjungpinang mengadakan lomba memasak menggunakan kompor induksi. Manajer PLN UP3 Tanjungpinang, Fauzan juga mengajak...