Metrobatam, Jakarta – Presiden PKS Sohibul Iman mempersilakan kader-kadernya melakukan kampanye negatif. Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), kampanye negatif memang kadang-kadang tak bisa dihindari.

“Kalau kampanye positif itu bagus, tapi kampanye negatif kadang-kadang susah dihindari, karena selama dia mengemukakan fakta, itu intinya fakta,” kata JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (16/10).

JK mengibaratkan politik seperti pertandingan bulutangkis. Peraihan poin tidak hanya tergantung smash, tapi juga dari kesalahan lawan.

“Karena politik itu kayak main bulutangkis, you dapat poin kalau you smash-nya benar. Nah, tapi juga dapat poin kalau lawannya kita salah, artinya untuk kampanye ini berbuatlah yang positif dan jangan bikin kesalahan,” tuturnya.

Menurut JK, kampanye itu setidaknya ada tiga macam, salah satunya kampanye hitam. Kampanye hitam inilah yang dihubungkan dengan fitnah.

“Kan kampanye itu ada tiga macam, kampanye positif mengemukakan programnya, kampanye negatif ya mencari kesalahannya mengemukakan kesalahan lawan. Kemudian kampanye hitam, itu yang bikin fitnah,” jelas JK.

JK menambahkan, di masa kampanye kadang membahas kekeliruan orang itu sulit dihindari. JK menilai hal itu biasa-biasa saja dilakukan.

“Apakah beras naik, wah itu salah. Itu atau you bikin kesalahan apa, semua di mana-mana itu jangan diintruksikan, bahwa itu tidak melanggar apa-apa. Walaupun jangan katakan negatif, mengemukakan kekeliruan lawan itu sesuatu yang biasa-biasa saja,” imbuh JK.

Presiden PKS Sohibul Iman sebelumnya mempersilakan kadernya berkampanye negatif untuk meraih suara dalam Pemilu 2019. Namun, Sohibul memberi batasan.

“Saya mengatakan 80 persen kampanye kita harus positive campaign. Silakan masuk ke negative campaign, cukup 20 persen,” kata Sohibul dalam konsolidasi Nasional di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Minggu (14/10). (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...