Kampanye Negatif Boleh Asal Berdasarkan Data dan Fakta

Metrobatam, Jakarta – Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding, ikut merespons pernyataan Presiden PKS Sohibul Iman yang mempersilakan kader-kadernya berkampanye negatif. Karding menyebut kampanye negatif diperbolehkan, tapi ada syaratnya.

“Dalam konteks kampanye negatif itu sebenarnya dibolehkan, sepanjang memang kampanye itu dilakukan dengan data dan fakta,” kata Karding kepada wartawan, Senin (15/10).

Read More

Meski demikian, Karding tidak setuju jika kampanye negatif terus-menerus dilakukan. Sebab, menurutnya, hal itu tak sejalan dengan tujuan berkampanye, yakni membangun kebersamaan, membangun solidaritas, dan membangun demokrasi yang sehat.

“Tetapi tidak boleh mendominasi seluruh kampanye kita selama 6 bulan ke depan. Yang baik mendominasi kampanye kita ini agar memberi pendidikan agar pilpres kita berkualitas adalah kampanye yang positif,” terang Karding.

Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman memang mempersilakan kadernya berkampanye negatif untuk mendulang suara di Pemilu 2019. Kampanye negatif yang dimaksud adalah menitikberatkan kelemahan lawan. Namun Sohibul memberi batasan.

“Saya mengatakan 80% kampanye kita harus positive campaign. Silakan masuk ke negative campaign, cukup 20%,” kata Sohibul dalam konsolidasi nasional di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Minggu (14/10).

Fahri Hamzah Kritik Presiden PKS

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah mengkritik pernyataan Presiden PKS, Sohibul Iman yang memperbolehkan kadernya untuk menggunakan kampanye negatif pada Pemilu 2019. Fahri tak setuju dengan hal itu.

“Mungkin Pak Sohibul mau menanggung dosanya kali. Tanya lagi ke dia, dia mau menanggung dosanya?” kata Fahri di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (15/10).

Fahri tak sependapat dengan penggunaan istilah kampanye negatif. Menurutnya, jika berbicara negatif sebagai bentuk kritik, justru dia melihat itu sebagai hal yang positif.

“Kalau negatif dalam pengertian ini, benar salah kita negatifkan, kan tidak boleh gitu juga. Kalau benar ya kita puji, kalau salah ya kita kritik,” ujarnya.

Kritik, kata Wakil Ketua DPR ini, juga harus didukung dengan basis argumentasi dan data, bukan sekadar hanya menyalahkan. Apalagi yang disalahkan ternyata benar.

“Begitu prinsip bekerjanya. Jadi kemudian jangan semua disalahkan padahal benar. Tidak begitu caranya,” ujarnya.

Fahri pun mengklaim selalu mengkritik dengan menggunakan argumentasi yang jelas dan berdasarkan data. Jika kritiknya tidak berdasar, Fahri mengaku siap meminta maaf.

“Saya akan meminta maaf kalau saya tidak punya data. Kalau salah kita minta maaf, tapi kalau kita punya data dan dia tidak mampu berdebat dengan kita ya itu salahnya sendiri,” katanya.

Sebelumnya, Sohibul Iman meminta kepada kader dan para calon anggota legislatif dari partainya untuk memperbanyak kampanye positif. Namun, dia juga mempersilakan kader memainkan kampanye negatif.

“Saya dalam beberapa kesempatan 80 persen dalam kampanye kita, harus positive campaign. Silakan antum masuk ke negative campaign, cukup 20 persen,” kata Sohibul dalam pidato di acara Konsolidasi Akbar Nasional PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Minggu (14/10).

Sohibul kemudian menjelaskan alasan memperbolehkan kampanye negatif. Menurutnya, kampanye negatif merupakan kampanye yang mengangkat kelemahan lawan melalui fakta-fakta.

Selain itu kampanye negatif, kata Sohibul, diperbolehkan karena tidak menyebar kebohongan ke masyarakat. (mb/cnn indonesia/detik)

Loading...

Related posts