Metrobatam, Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong aparat kepolisian untuk mengusut aktor intelektual di balik munculnya grup komunitas gay pelajar SMP dan SMA di Garut, Jawa Barat.

“Aktor intelektualnya harus diungkap dan diproses hukum,” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti kepada Okezone, Jakarta, Senin (8/10).

Menurut Retno, polisi harus mengusut tuntas, meski kasus ini tidak dilaporkan arena hal ini meresahkan banyak orangtua, mengingat mayoritas anak zaman sekarang sangat familiar dengan media sosial.

“Kemenkominfo juga harus berkoordinasi dengan Facebook untuk menutup akun tersebut,” ucap Retno.

KPAI, kata Retno, sedang mendalami kasus ini dan sudah melakukan berkoordinasi dengan pihak kepolisian di Garut. Menurut Retno, dari hasil kordinasi itu, sampai saat ini belum ada laporan baik dari orangtua korban maupun anggota masyarakat lainnya.

“KPAI menyampaikan keprihatinan mendalam terkait kasus ini karena komunitas gay ini menyasar anak-anak dan berani membuat grup terbuka di aplikasi Facebook,” papar Retno.

Grup tersebut, sambung Retno, sangat berpotensi untuk mengkampanyekan gay di Kalangan anak atau remaja. Apalagi, kata dia, anggota grup itu juga mencapai ribuan anak.

Disisi lain, dengan adanya ini, Retno menilail sangat membahayakan bagi tumbuh kembang anak, karena anak berpotensi memiliki orientasi seksual sebagai penyuka sesama atau gay.

Retno berpandangan, sangat diperlukan terapi psikologis untuk merehabilitasinya. Menurutnya, pelaksanaan rehabilitasi psikologis dan medis membutuhkan pelibatan masif dari P2TP2A Garut, dinas sosial, dinas PPA dan dinas pendidikan setempat sesuai jenjang pendidikan korban.

“Para guru dan orangtua wajib berpartisipasi aktif dalam mendampingi anak-anaknya. Harus ada sistem pencegahan dan penanganan yang strategis demi melindungi anak-anak dari LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender-red),” ucap Retno.

Sementara Komisioner KPAI Putu Elvina meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menutup grup Facebook pria penyuka sesama jenis tersebut. “Kominfo harus menutup grup tersebut agar tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang negatif dan Kepolisian harus melakukan cyber patrol agar grup seperti ini tidak meluas,” kata Putu.

Putu mengatakan, kasus tersebut perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak. Sejurus dengan itu, aparat berwajib diminta mendalami aktivitas grup agar semuanya terang benderang.

“Apakah aktivitas grup mengarah pada pelanggaran pidana seperti pornografi anak, transaksi pelacuran online, kemungkinan trafficking online, apakah semua anggotanya anak, maka harus diselidiki dengan serius sehingga kasus seperti ini tidak terulang seperti kasus ‘loly pop candy’ yang sebelumnya,” tutur Putu.

KPAI, lanjutnya, akan berkordinasi dengan Polres Garut untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sejalan dengan itu, KPAI juga meminta Bupati Garut memastikan proses rehabilitasi bagi anak-anak tersebut.

Masyarakat dihebohkan dengan informasi adanya grup pria sesuka sesama jenis atau gay di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Grup komunitas gay yang viral di media sosial tersebut diduga pesertanya adalah pelajar SMP dan SMA. Polisi masih menyelidiki informasi tersebut.

Grup tersebut muncul di Facebook dengan nama ‘Kumpulan Barudak Gay SMP/SMA Garut. Tercatat sudah 2,6 ribu anggota dalam grup tersebut.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan bahwa pihaknya sudah mengetahui adanya informasi grup gay pelajar. “Iya betul ada informasi terkait itu,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin 8 Oktober 2018.

“Kita tengah lakukan penyelidikan,” jelasnya.

Sedangkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta penanganan serius jika memang ada grup pria penyuka sesama jenis tersebut.

“Itu jelas kan gay adalah perilaku menyimpang. Jadi karena perilaku menyimpang maka harus diluruskan,” kata Wakil Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI, Ikhsan Abullah kepada Okezone, Senin (7/10).

MUI bersama pihak terkait mempunyai sikap untuk membina kaum homo. “Itu kewajiban aparat, juga MUI, dalam rangka meluruskan umat yang berpaham menyimpang tadi,” terang Ikhsan. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Real Count KPU 20%: Jokowi-Amin 55,1% Prabowo-Sandi 44,9%

Metrobatam, Jakarta - Data masuk di Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU sudah mencapai 20,1%. Situng yang juga kerap disebut sebagai 'Real Count KPU'...

KPU Rekomendasikan Pemilu Serentak Dipisah

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan riset evaluasi pelaksanaan pemilu serentak. Salah satu rekomendasinya yaitu dilakukannya pemilu serentak dengan dua jenis. "Salah satu...

Kompolnas Tolak Gabung bila TPF Kecurangan Pilpres Dibuat

Metrobatam, Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menolak bergabung andai kedua paslon peserta Pilpres 2019 sepakat membentuk komisi atau tim independen pencari fakta kecurangan....

Brimob Nusantara Ditarik ke DKI, KSP: Jakarta Barometer, Harus Diperkuat

Metrobatam, Bogor - Brimob Polda-polda di Indonesia dikerahkan Ibu Kota Jakarta terkait pengamanan tahapan Pemilu 2019. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan sebagai ibu...

Pencarian Terus Dilakukan, Korban Tewas Gempa Filipina Jadi 11 Orang

Manila - Upaya pencarian para korban gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,1 di Filipina terus dilakukan. Sejauh ini korban tewas bertambah menjadi 11 orang. Gempa bumi...

Wiranto Tegaskan Aparat Siap Hadapi Aksi yang Melanggar Hukum

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamana (Menko Polhukam) Wiranto mewanti-wanti kepada semua pihak tidak membuat gerakan massa yang mengganggu ketertiban...

NU Minta Masyarakat Bersabar Tunggu Hasil Perhitungan KPU

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj meminta semua pihak menahan diri dan bersabar menunggu perhitungan resmi pemilihan...

TKN Minta Kubu Prabowo Lapor Bawaslu jika Temukan Kecurangan

Metrobatam, Jakarta - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga meyakini pelaksanaan Pilpres 2019 telah berjalan sesuai dengan mekanisme...

Bawaslu Sebut Situs Jurdil 2019 Diblokir karena Tak Netral

Metrobatam, Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin menyebut penutupan situs pemantau jurdil2019.org atau Jurdil 2019 dilakukan lantaran terdapat indikasi tidak netral...

18% Data TPS Sudah Masuk, Ini Hasil Real Count KPU

Metrobatam, Jakarta - Data yang masuk di Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU sudah mencapai 18,8%. Situng, yang juga kerap disebut sebagai 'Real Count...

JK: Pertemuan Jokowi dengan Prabowo Makin Cepat, Makin Baik

Metrobatam, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) Calon Presiden (Capres) nomor urut 01 dan 02, Joko Widodo dan Prabowo Subianto segera melakukan pertemuan...

Stiker KPU Jadi Dasar Curiga Kecurangan, Ternyata untuk Hindari Preman

Metrobatam, Jakarta - Video mobil boks berstiker KPU parkir di depan ruko digital print di Kawasan Condet, Jakarta Timur, bikin geger. Banyak yang menaruh...