Metrobatam, Jakarta – Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengaku ada yang datang kepadanya dan meminta agar tidak keras-keras dalam berpidato. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin meminta Prabowo blak-blakan soal orang yang memintanya tersebut.

“Saya nggak tahu (siapa yang dimaksud), saya kira Pak Prabowo perlu membuka itu, buka aja apa kepentingannya,” kata Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding kepada detikcom, Minggu (7/10) malam.

“Jangan sampai diasosiasikan seluruh yang berbeda dengan Pak Prabowo itu ditujukannya ke Pak Jokowi,” imbuhnya.

Karding mengatakan tidak ada larangan bagi siapa saja untuk menyampaikan kritik meski dengan sekeras apapun asal dengan data. Dia juga tak mempermasalahkan bila Prabowo mengkritik dengan keras namun tetap harus dengan data dan memberikan solusi.

“Keras itu kalau keras sekadar mengkritik boleh saja, silakan saja dan punya data ya. Asal ada data keras dalam konteks apalagi itu kalau konstruktif memberi masukan melakukan kritik memberi solusi keras nggak papa kalau saya oke saja,” ungkapnya.

Wakil Ketua TKN Johnny G Plate menganggap itu hanyalah isu baru yang dilontarkan Prabowo. “Ini lagi, isu baru lagi ini. Dari hari ke hari isu mulu,” katanya.

Johnny mempertanyakan siapa orang yang meminta Prabowo itu. Dia meminta Prabowo untuk menyebutkan saja orang tersebut agar tak sekadar menjadi isu. “Siapa orangnya sebut dong namanya jangan bawa isu,” ucapnya.

“Kalau kerjanya hanya mengembangkan isu, kalau Pak Prabowo diminta tidak berpidato keras-keras, siapa itu? Jangan bikin isu baru lagi, mengalihkan isu Ratna. Ngomong keras boleh asal pakai data, kalau tidak ya siap hadapi hukum,” jelas Johnny.

Johnny menegaskan di era ketebukaan informasi seperti sekarang ini tidak ada larangan untuk siapapun menyampaikan pendapat. Namun, dia menambahkan dalam penyampaikan pendapat harus disertai data bukan asal bicara.

“Tidak ada orang yang melarang di era terbuka informasi ini sekarang ini kan hak itu dilindungi konstitusi dan presiden bahkan mendukung kebebasan menyampaikan pendapat tetapi harus dengan penuh tanggung jawab. Tanggung jawab dari mana? data harus betul, analisis harus betul,” kata Johnny.

Hal senada diungkapkan Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir. Munurutnya, Prabowo memang kerap pidato berapi-api namun isinya tidak karuan.

“Lha… Prabowo kan ngemengnya (bicaranya, red) berapi-api tapi isinya hoax, itu mah bukan keras tapi ngawur, isinya kadang malahan ngalor-ngidul (melantur, red) nggak karuan, mangkanya (makanya, red) hasil survei nggak nambah-nambah,” kata Inas lewat pesan singkat, Minggu (7/10) malam.

Menurutnya, pidato keras mengkritik pemerintah adalah hal yang dibolehkan. Namun, Inas menekankan kritik yang disampaikan tetap harus berbasis data.

“Lha iyalah. Mosok (masak) capres selama ini ngomongnya ngalor-ngidul (melantur, red) melulu,” ujarnya.

“Lebih parah lagi Prabowo selalu bilang ada yang mencuri kekayaan kita, siapa? Tunjuk hidung dong! Atau takut telunjuknya menunjuk hidung sendiri ya?” sambung Inas.

Sebelumnya Prabowo mengaku mendapat tudingan negatif ketika dirinya memantapkan diri untuk maju di Pilpres 2019. Bahkan ada yang memintanya tidak terlalu lantang dalam berpidato.

“Saya ini dapat tudingan macam-macam, ada yang bilang saya haus kekuasaan. Ada yang bilang ini dan itu, ada yang sengaja datang ke saya memberi saran pak Prabowo kalau pidato jangan keras-keras, dan dia orang baik dia pendukung saya jadi saya bicara itu yang sejuk, pelan-pelan,” ungkap menghadiri acara tasyakur Ponpes di Jalan Sukabumi – Cianjur KM 10 Sukalarang, Minggu (7/10) kemarin.

Kendati demikian, Prabowo ini tidak mendengarkan saran tersebut. Ia tetap akan lantang dalam menyuarakan kondisi bangsa Indonesia saat ini.

“Tapi saya tidak bisa tinggal diam, ketika masih ada rakyat yang kelaparan sementara di Jakarta sana segelintir orang mencuri kekayaan kita, rakyat Indonesia dianggap bodoh semua. Orang-orang yang sudah mencuri uang rakyat dengan uang hasil curiannya itu mereka sudah menguasai televisi, mereka menguasai surat kabar dan mungkin pidato ini tidak keluar, enggak ada urusan saya, saya akan bicara apa adanya saja,” ungkap dia. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kominfo Rilis 23 Hoaks, Termasuk Neno Sebut Prabowo Rasul

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) lewat Subdit Pengendalian Konten Internet merilis temuan hoaks seputar Pemilu 2019 per Sabtu, 20 April 2019....

Kisah Petugas KPPS Lebak Meninggal Saat Sujud Salat

Metrobatam, Lebak - Petugas KPPS di Lebak, Banten, Jumri meninggal karena kelelahan selama proses hitung suara. Sempat izin untuk salat subuh saat penghitungan C1...

PDIP Curigai Rekomendasi Bawaslu Soal Hitung Ulang di Surabaya

Metrobatam, Surabaya - Bawaslu Surabaya merekomendasikan penghitungan suara ulang di seluruh TPS Surabaya. Menanggapi hal itu, PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya menilai sikap Bawaslu...

KASN Tolak Gabung jika TPF Kecurangan Pilpres 2019 Dibentuk

Metrobatam, Jakarta - Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menolak bergabung jika kedua pasangan calon presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sepakat membentuk...

Selama Pemilu 54 Petugas KPPS dan 15 Polisi Meninggal

Metrobatam, Jakarta - KPU menyebut total ada 54 petugas KPPS atau Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara yang meninggal dunia pada saat penyelenggaraan Pemilu 2019. Jumlah...

Caleg PDIP Ditangkap di Kasus Pembakaran 15 Kotak Suara di Jambi

Metrobatam, Sungai Penuh - Polisi menangkap 3 pelaku kasus pembakaran 15 kotak surat suara DPRD di Sungai Penuh, Jambi. 3 orang yang ditangkap 1...

Menlu Ditemui Dubes Sri Lanka, RI Siap Beri Bantuan Pascateror Bom

Metrobatam, Jakarta - Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia Dharshana M Perera menemui Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi. Dalam pertemuan itu,...

Bawaslu Kota Tanjungpinang akan Perketat Pengawasan 5 TPS PSU

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Bawaslu Kota Tanjungpinang akan perketat proses pengawasan terhadap 5 TPS yang akan PSU (Pemungutan Suara Ulang). Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang Muhamad Zaini...

Istri Almarhum Sys NS Menikah Lagi

Metrobatam, Jakarta - Penyiar senior Sys NS telah berpulang 2018 lalu. Kini, sang istri diketahui telah memutuskan untuk menikah lagi. Istri almarhum Sys NS, Shanty,...

Menkes: Boleh Bangga Punya MRT, Tapi Jangan Jadi Sarang TBC

Metrobatam, Jakarta - Penyakit menular masih menjadi ancaman di Indonesia. Tuberkulosis (TBC atau TB) merupakan salah satu dari banyak penyakit yang masih menjadi beban...

Danlantamal IV Pimpin Apel Khusus

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P., memimpin pelaksanaan Apel Khusus di Lapangan...

PLN Tanjungpinang Ajak Ibu-ibu Masak Tanpa Api

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun 2019, PLN Tanjungpinang mengadakan lomba memasak menggunakan kompor induksi. Manajer PLN UP3 Tanjungpinang, Fauzan juga mengajak...