Metrobatam, Makassar – Polisi akhirnya mengungkap motif di balik kasus penikaman terhadap seorang perempuan berinisial RAA di Hotel Grand Asia Makassar. Pelaku Afandi (19) diringkus di rumahnya di Jalan Sungai Walanae, Rabu dini hari, (21/11/2018) sekira Pukul 01.00 Wita.

Motif pelaku yang berprofesi sebagai penarik becak motor (bentor) itu karena kesal dengan korban yang tidak mau memenuhi keinginannya untuk berhubungan badan untuk kedua kalinya.

Korban sendiri diketahui seorang ibu muda yang berkenalan dengan pelaku melalui Grup Facebook Enak Makassar 65, selanjutnya bertransaksi seksual. Keduanya lalu bertemu di hotel untuk berhubungan badandi Hotel Asia, Jalan Pengayoman, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Selasa (20/11).

Di hadapan polisi, Afandi mengaku bertransaksi untuk berhubungan seks dengan korban dua kali dengan bayaran Rp400 ribu.

Korban menolak berhubungan badan yang kedua kalinya karena pelaku yang ‘letoy’. Pelaku pun marah karena tidak dilayani sesuai perjanjian awal saat transaksi untuk berhubungan badan sebanyak dua kali.

Afandi kemudian memberikan Rp150 ribu kepada korban, namun ditolak. Saat itu juga pelaku yang emosi akan sikap Riska merampas HP Oppo milik korban lalu mengeluarkan badik dari balik tas.

Pelaku kemudian menikam korban sebanyak 7 kali di punggung dan satu tikaman di bagian bahu. Setelah itu, pelaku kabur.

Afandi sendiri baru bisa diringkus oleh personel Resmob Polsek Panakkukang, Jatanras Polrestabes Makassar, dan dibantu personel Tim Khusus Polda Sulsel saat sedang tertidur di rumahnya sekira Pukul 01.00 Wita dini hari tadi.

“Kita amankan di rumahnya di Jalan Sungai Walanae,” kata Kapolsek Panakukang, Kompol Ananda Fauzi Harahap, Rabu (21/11).

Sementara, saat diminta untuk menunjukkan lokasi penikaman, Afandi berusaha melarikan diri dari mobil tim gabungan Polsek Panakukang dan Timsus Polda Sulsel.

“Saat kita mau menunjukkan lokasi dari tempat kejadian penikaman, pelaku ini berusaha lari. Tim pun dengan sigap memberikan tembakan ke arah betis pelaku sebanyak 2 kali guna untuk memperlambat gerak dari pelaku,” kata Ananda. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...