Metrobatam, Tanjungpinang – Seorang pria asal Tanjung Pinang, Kepulauan Riau (Kepri) berniat membunuh ibu kandung dan bunuh diri karena ditinggalkan perempuan khalayannya.

Riman alias Siaoluang (34), diamankan di rumahnya Jalan Lorong Gambir 1, Kelurahan Tanjungpinang Kota, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Selasa (13/11).

Riman depresi karena sosok perempuan khayalan meninggalkannya, sehingga dia mendapat bisikan gaib untuk bunuh diri.

Mendapat laporan ada warga hendak bunuh diri, personel dari Polsek Tanjungpinang Kota dan Polres Tanjungpinang turun ke lokasi yang dipimpin langsung Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi.

Polisi berhati-hati saat bertindak karena Riman memegang pisau. Proses negosiasi berlangsung sejak pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB. Negosiasi tidak berjalan mulus karena setiap kali petugas mengajak Riman berdialog, dia selalu mengancam akan bunuh diri.

Beberapa bulan terakhir, Riman sudah menampakkan gejala depresi karena sering mengamuk tanpa alasan.

Namun, akhir-akhir warga melihat Riman sering berdiam dan menyendiri dalam beberapa hari. “Sejak tadi pagi dia (Riman) teriak-teriak mau bunuh diri dan mau bunuh ibunya. Dia ini sudah lama stres,” kata Nazar, warga setempat.

Untuk mengamankan Riman, polisi mendobrak pintu kamarnya. Sebab, Riman bersembunyi di dalam kamar.

Polisi pun berhati-hati saat menangkapnya karena Riman memegang pisau dan senapan angin. Setelah setengah jam mengepung kamar Riman, polisi berhasil mengamankannya. Selanjut ia dibawa ke Mapolsek Tanjungpinang Kota dan Rumah Sakit Angkatan Laut untuk diperiksa kesehatannya.

“Saya tadi minum tiner. Banyak yang ngomong di telingaku, ‘bohong semua’,” kata Riman singkat saat diamankan di kantor polisi.

Kapolsek Tanjungpinang Kota AKP Reza Anugrah Arief Perdana mengatakan, setelah mendapat laporan itu langsung meresponnya.

Dia menurturkan, dari keterangan ibunya bahwa selama ini Riman sudah lama depresi. Riman, lanjut dia, mendapat bisikan gaib karena sosok perempuan pujaannya telah meninggal.

“Tadi lama bernegosiasi, tapi melumpuhkannya sekitar 30 menit. Memang yang bersangkutan sudah lama depresi. Dia banyak dengar bisikan bohong,” ujar Reza di lokasi.

Setelah berhasil diamankan, Riman dibawa ke rumah sakit mengecet kesehatannya karena sempat menelan tiner. Pihak keluarga disarankan agar merujuknya ke rumah sakit jiwa atau psikiater.

“Kita sarankan supaya dibawa ke rumah sakit jiwa agar tidak membahayakan orang lain,” ujar Reza. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...