Ilustrasi SPT PBB

Metrobatam.com, Batam – Penghapusan denda pajak bumi bangunan (PBB) oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam tinggal tersisa beberapa hari lagi.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Hendra Asman melihat, Pemko Batam melalui BP2RD perlu melakukan sosialisasi gencar kepada masyarakat. ”Kita tahu, apalagi masyarakat Batam sibuk bekerja. Mungkin tak sempat atau tidak mendapatkan informasi sama sekali.

Jadi ini juga tugas BP2RD. Apalagi melihat waktu yang terbatas,” kata Hendra.

Ia juga mengimbau bagi wajib pajak segera memanfaatkan kesempatan ini untuk segera melakukan pembayaran pajak.

”Melalui kesempatan ini, masyarakat sangat dimudahkan dan harus segera membayar PBB. BP2RD lakukan sosialisasi yang gencar di kelurahan, kecamatan. Karena tidak dipungkiri belum semua masyarakat paham dengan program penghapusan ini,” tegasnya.

Penghapusan denda PBB tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat membayar utang PBB. Program ini sudah berlaku sejak 8 November lalu, dan rencananya akan berakhir pada 8 Desember 2018. Penghapusan denda berlaku untuk pembayaran PBB perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) mulai dari periode 1994 sampai 2017.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah menyebutkan, dampak penghapusan denda pajak masih kecil terhadap piutang pajak. Menurutnya, dilihat dari realisasi PBB, diperkirakan ada tambahan sekitar Rp 5 miliar dari program penghapusan denda pajak ini.

”Dampaknya masih kecil. Tapi kami perkirakan senilai itu,” kata Azmansyah.

Di dalam menyelesaikan piutang PBB-P2, BP2RD Batam melakukan berbagai upaya seperti sosialisasi melalui radio, baliho, dan lainnya. BP2RD juga bekerja sama dengan beberapa bank khususnya untuk pembayaran PBB-P2 seperti Bank Riau Kepri, Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan bank bjb.

”Untuk BTN (Bank Tabungan Negara) masih proses IT (Bagian Informasi dan Teknologi)-nya. Untuk pembayaran bisa langsung dilakukan di bank-bank tersebut,” tutupnya.

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...