Metrobatam, Probolinggo – Banjir bandang menerjang perkampungan penduduk di Kabupaten Probolinggo. Kawasan yang diterjang banjir bandang yakni Dusun Kedaton dan Dusun Banjar Baru Desa Andung Biru, Kecamatan Tiris.

Bencana tersebut menyebabkan satu orang tewas dan satu orang dinyatakan hilang. Selain itu 7 rumah, 3 toko, 1 musala rusak.

Pasi Intel Kodim 0820 Probolinggo, Kapten Inf Slamet Riyanto menyebut korban hilang kini sedang dalam pencarian.

“Petugas saat ini terus berupaya mencari korban hilang, yang pihak Kodim akan menerjunkan kekuatan maksimal untuk bencana ini,” kata Kapten Inf Slamet saat dihubungi, Selasa (11/12).

Dari informasi yang dihimpun, sebelum banjir, diawali turunnya hujan deras di perkampungan Desa Andung Biru, sejak Senin (10/12) sore sekitar pukul 16.00 WIB hingga petang.

“Namun sekitar pukul 19.30 WIB, warga mendengar suara gemuruh dari sebuah tebing yang runtuh. Saat itu juga air bah datang dan menerjang permukiman desa,” kata Agus Suboyanto, warga setempat.

Warga, jelas Agus, tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga. Warga langsung menyelamatkan diri saat air bah datang.

“Pas lagi nyantai di rumah, banjir tiba-tiba datang air bah. Warga langsung berhamburan keluar menyelamatkan diri,” tambahnya.

Hingga pukul 07.00 WIB, proses pembersihan dan pencarian korban hilang terus dilakukan warga. Dibantu petugas gabungan TNI, Polri dan BPBD Kabupaten Probolinggo.

Balita Tewas Terseret Banjir

Sementara itu seorang balita di Kabupaten Kampar, Riau bernama Sazia Sapana ditemukan tewas. Korban berusia 4 tahun ini diduga terpeleset ke sungai yang saat itu sedang meluap karena banjir sebelum akhirnya ditemukan oleh warga.

Korban ditemukan di aliran Sungai Kampar pada Senin (10/12/2018) sekira pukul 12.00 WIB oleh seorang warga yang sedang memancing. Korban merupakan putri dari Zulhendri Zainul (45).

“Saat ini jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” ucap Kasubbag Humas Polres Kampar Iptu Deni Yusra Senin (10/12).

Keterangan saksi, bahwa saat itu dirinya sedang memancing di Desa Bukit Ranah Kecamatam Kampar. Saat sedang memancing di Sungai Kampar itu dia melihat sesuatu mencurigakan mengambang di sungai. Saksi bernama Yakub mendekati.

Dia terkejut, ternyata yang mengambang adalah jasad Sazia. Yakub langsung melaporkan kejadian ini ke warga dan pihak kepolisian. Jasad korbanpun dievakuasi dari sungai yang sedang meluap kemudian di rujuk ke Puskesmas. Warga yang mengenali jenazah langsung menghubungi pihak keluarga Sazia.

Diduga korban terpeleset saat main di dekat sungai tadi pagi. Di mana, rumah dan sungai jaraknya hanya 8 meter. Saat tergelincir di sungai yang meluap itu, orangtuanya tidak melihat.

“Saat korban keluar, tidak terpantau oleh pihak keluarga. Untuk itu kita imbau kepada masyarakat yang berdomisili di sekitar daerah bantaran sungai untuk waspada karena saat ini sedang banjir. Jagalah buah hati anda,” harap Deni. (mb/detik/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...