Metrobatam, Donggala – Bupati Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), Kasman Lassa mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 17.000 rumah warga di daerahnya rusak dihantam gempa, tsunami dan tanah longsor.

Ia menjelaskan bahwa jumlah rumah rusak berat di Donggala mencapai 5.025 unit, rusak sedang 5.624 dan rusak ringan lebih dari 6.000 unit.

“Rumah-rumah warga yang rusak ini didata atau diinventarisir oleh tim yang telah kami bentuk. Tim ini bekerja dan turun langsung ke lapangan,” ucapnya, Minggu 2 Desember 2018 kemarin.

Menurutnya, tim melakukan verifikasi terhadap tiga cluster, pertama rumah rusak total/rusak berat, rusak sedang dan ringan. Tim verifikasi itu terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana, PUPR, dan relawan, terdapat 67 orang dalam tim tersebut yang turun melakukan verifikasi rumah.

Terkait tempat tinggal sementara korban bencana lanjutnya, semua warga korban terdampak bencana yang kehilangan tempat tinggal, maupun rumah tidak layak huni akan mendapat hunian sementara (huntara).

“Yang namanya huntara itu, tidak terkecuali. Apakah dia nelayan, hansip, petani,” lanjutnya.

Namun, kata Kasman warga korban bencana akan didata atau diverifikasi terlebih dahulu pasca-encana. “Ada tim yang turun, untuk melakukan verifikasi langsung terhadap korban yang terdampak bencana ,” ujarnya.

Tim verifikasi itu sambung Kasman, sekaligus melakukan verifikasi data tempat tinggal korban di lapangan untuk mendapatkan hunian tetap. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...