Metrobatam, Jakarta – Waketum Gerindra Fadli Zon mengatakan makeup ala pantomim dalam video klip lagu ‘Tangan Besi’ merepresentasikan kesedihan rakyat yang kerap diintimidasi dan diadu domba penguasa. Golkar menyebut justru Fadli-lah yang suka memanipulasi kenyataan.

“Soal ‘tangan besi’ itu hanya perasaan Fadli Zon saja. Realitasnya tidak begitu. Rakyat juga tahu bahwa Fadli Zon itu yang justru mengadu domba rakyat dengan memanipulasi realitas yang pernyataan-pernyataannya tidak sesuai dengan kenyataan,” kata Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily, saat dihubungi, Kamis (20/12).

Ace menolak istilah ‘tangan besi’ yang ditujukan Fadli terhadap pemerintahan saat ini. Menurut dia, selama ini Fadli justru seolah ingin kembali ke era ‘tangan besi’ seperti saat Orde Baru.

“Justru Fadli Zon ini yang berkoalisi dengan pihak-pihak yang ingin mengembalikan suasana demokrasi saat ini kembali pada era Orde Baru,” tuturnya.

“Mereka ingin kembali ke masa ‘tangan besi’. Jujur saja, pendukung siapakah yang selama ini koar-koar ingin ke era yang penuh intimidasi?” lanjut Ace.

Ia menyebut kubu penantang selalu ingin kembali ke masa lalu. Ace pun mengungkit pernyataan ‘negara bisa punah’ yang sempat diucapkan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto.

“Kita sudah maju ke depan, eh mereka malah ingin kembali ke masa lalu. Kita ingin Indonesia maju, sebelah malah bicara ‘punah’,” kata Ace.

Lagu ‘Tangan Besi’ itu bercerita tentang penguasa yang suka menindas dan mempersekusi. Fadli menjelaskan makeup ala pantomim yang dipakainya itu merepresentasikan kesedihan rakyat yang kerap diintimidasi dan diadu domba penguasa.

“Makeup putih pantomim ini menggambarkan masyarakat atau rakyat yang hopeless, tertekan, dan bahkan menangis karena intimidasi dan adu domba penguasa,” kata Fadli saat dimintai konfirmasi. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...