Metrobatam, Jakarta – La Nyalla Mahmud Mattalitti menilai calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tak begitu memahami ajaran agama Islam jika dibandingkan Presiden Joko Widodo.

“Salahnya Prabowo itu saya tutupi semua. Saya tahu Prabowo. Kalau soal Islam lebih hebat Pak Jokowi. Pak Jokowi berani memimpin salat,” kata La Nyalla di Kediaman Ma’ruf, Menteng, Jakarta, Selasa (11/12).

La Nyalla lantas menuding Prabowo tak berani memimpin salat berjamaah maupun membaca Alquran dengan baik ketimbang Jokowi. Sebab, menurutnya, Prabowo belum memahami ajaran Islam dengan baik.

“Pak Prabowo berani suruh mimpin salat? Enggak berani. Ayo kita uji keislamannya Pak Prabowo. Suruh Pak Prabowo Baca Al-Fatihah, Al-Ikhlas, baca bacaan salat,” kata dia.

La Nyalla pernah menjadi kader Partai Gerindra. Namun dia telah mengundurkan diri sejak kasus mahar pencalonan dirinya di Pilgub Jatim pada awal 2018 lalu mencuat. Kini La Nyalla adalah politikus Partai Bulan Bintang (PBB) dan mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019.

La Nyalla mengatakan Jokowi merupakan seorang Muslim yang taat. Ia lantas mencontohkan Jokowi rajin menjalankan ibadah seperti berpuasa dan salat tepat waktu dengan baik.

“Saya datang ke tempatnya di Boyolali. Di situ banyak orang yang mengatakan, Pak Jokowi itu sejak muda sudah sering tirakat. Dan Pak Jokowi ahli puasa,” kata dia.

Melihat hal itu, La Nyalla merasa yakin bahwa Pilpres 2019 nanti Jokowi-Ma’ruf bakal memenangkan kontestasi pemilu kembali seperti pada 2014.

Menurutnya, Jokowi merupakan kandidat terbaik sehingga banyak didoakan oleh masyarakat agar menang di Pilpres 2019.

“Mudah-mudahan kita diberikan pemimpin, presiden yang terbaik untuk negara kita. Yang dikasih Pak Joko Widodo, bukan yang lain. Berarti apa, Pak Jokowi ini orang baik,” katanya.

La Nyalla sebelumnya mengakui telah menyebar fitnah bahwa Jokowi merupakan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI), pemeluk agama Kristen, maupun keturunan China. Dia pun minta maaf ketika pertama kali hendak mendukung Jokowi.

Dia merasa risau dengan beberapa isu miring yang diarahkan kepada Jokowi pada Pilpres 2019.

Jangan Sombong soal Agama

Menanggapi La Nyalla Mattalitti, Ketum PA 212 Slamet Ma’arif mengatakan jangan sombong karena keimanan seseorang dinilai Tuhan.

“Mau ada lomba 17-an? Atau lomba keagamaan? Jangan sombong persoalan agama, urusan keimanan ada di hati dan hanya Allah yang berhak menilainya. Ini mau pilpres, Bung, jadi serahkan pada ahlinya,” kata Slamet saat dihubungi pada Selasa (11/12/2018) malam.

Ia mengatakan urusan keumatan sebaiknya diserahkan kepada ulama yang akan mendampingi paslon capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sedangkan Prabowo dan Sandi memiliki peran masing-masing.

“Urusan keamanan insyaallah Pak Prabowo menguasai karena berlatar belakang militer. Urusan ekonomi Bang Sandi pakarnya karena memang pengusaha yang teruji. Urusan keumatan dan keagamaan serahkan kepada ulama yang akan mendampingi mereka berdua,” ungkap Slamet.

Ia menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai tantangan La Nyalla tersebut. Ia berharap Prabowo-Sandi membawa berkah untuk negeri. “Biarkan umat yang menilai. PAS insyaallah berkah buat negeri,” ungkapnya.

Sebelumnya, La Nyalla sudah menemui Jokowi. Dalam pertemuan itu, La Nyalla menyampaikan permintaan maaf karena telah menyebar isu negatif soal Jokowi di Pilpres 2014. La Nyalla juga menantang Prabowo memimpin salat.

“Dulu saya fight untuk dukung si Prabowo. Salahnya Prabowo itu saya tutupi semua. Saya tahu Prabowo. Kalau soal Islam lebih hebat Pak Jokowi. Pak Jokowi berani mimpin salat. Pak Prabowo berani suruh mimpin salat? Nggak berani. Ayo kita uji keislamannya Pak Prabowo. Suruh Pak Prabowo baca Al-Fatihah, Al-Ikhlas, baca bacaan salat. Kita semua jadi saksi,” kata La Nyalla. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...