Metrobatam, Jakarta – Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto berharap ada pelajaran yang dapat dipetik dari kontroversi La Nyalla Mattalitti yang telah mengungkap perihal turut sebar hoaks Jokowi sebagai PKI, Kristen, hingga China.

“Dengan apa yang dilakukan oleh La Nyala itu kami berharap tidak ada lagi fitnah yang dilakukan,” ujar Hasto di kantor DPP PDIP, Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (13/12).

Menurut Hasto pemilu presiden hanyalah media untuk mendapatkan pasangan sosok yang akan memimpin negara dan pemerintahan Indonesia. Atas dasar itu, menurutnya, bukan kabar bohong yang disebarkan untuk menarik simpati pemilih. Namun, berbagai gagasan demi kemajuan masyarakat.

Hasto mengatakan gagasan untuk memajukan masyarakat itulah yang terdapat dan akan terus diperjuangkan serta dilanjutkan Jokowi sebagai petahana.

“Pemilu jadi alat untuk memilih presiden dan Pak Jokowi lah yang menunjukan rekam jejak yang baik bagi seorang pemimpin,” ujarnya.

Kontroversi La Nyalla itu mencuat setelah ia melawat ke kediaman Ma’ruf Amin pada 11 Desember lalu. Kala itu, La Nyalla mengakui apa yang telah ia lakukan saat 2014 silam terhadap Jokowi.

Atas dasar itu, La Nyalla mengaku telah menemui Jokowi langsung dan menyampaikan permintaan maaf. Pria yang mendukung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2014 itu mengaku dirinya mengungkapkan apa yang telah diperbuat itu guna mengungkap hal yang benar atas Jokowi.

“Pertama kali saya begitu mau mendukung Pak Jokowi. Saya datang ke beliau, saya minta maaf, bahwa saya yang isukan pak Jokowi PKI. Saya yang fitnah pak Jokowi Kristen, China,” kata La Nyalla.

Kontroversi La Nyalla itu kemudian menjadi bola panas, di mana kubu Prabowo menyatakan tak pernah mengarahkan fitnah atas Jokowi termasuk dalam hal penyebaran tabloid Obor Rakyat.

Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra Andre Rosiade mengatakan di mata hukum sudah jelas baik partainya maupun Prabowo tak terlibat dengan Obor Rakyat.

“Kita tahu Obor Rakyat itu sudah melalui proses hukum yang panjang, dua tahun setelah 2014 prosesnya berjalan, 2016 kan sudah ada vonis. Ada dua orang yang sudah divonis melakukan kegiatan Obor Rakyat dan alhamdulillah sudah terbukti secara klir bahwa partai Gerindra dan Pak Prabowo klir tak terlibat dalam kasus Obor Rakyat,” ujar Andre saat hadir di program Layar Pemilu Terpercaya CNNIndonesia TV, Rabu (12/12) malam

“Kita tidak tahu siapa di belakang Obor Rakyat, yang jelas bukan Gerindra, bukan Pak Prabowo,” sambungnya. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE