Metrobatam, Jakarta – Pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan memindahkan markas atau posko pemenangan dari Jakarta ke Jawa Tengah pada awal 2019. PKB dan Golkar mengaku tak gentar.

Wasekjen PKB, Daniel Johan yakin suara Jokowi-Ma’ruf Amin di kandang banteng itu akan tetap aman. Menurut dia, pemindahan posko pemenangan oleh Prabowo-Sandiaga itu tak akan mempengaruhi suara pemilih Jokowi di Jateng.

“Untuk Jateng akan terjaga dengan baik,” ujar Daniel, kepada wartawan, Senin (12/10).

Daniel mengatakan, survei internal partainya menunjukkan Jokowi-Ma’ruf selalu unggul di Jateng. Pihaknya pun terus mengawal agar suara pasangan nomor urut 01 itu tak menurun atau dicuri oleh rivalnya.

“Jokowi-Ma’ruf aman, insyallah 70 persen lebih kemenangan untuk Jokowi-Ma’ruf,” katanya.

“PKB akan mengawal sepenuhnya di Jateng,” imbuh Daniel.

Sebelumnya diberitakan, Prabowo-Sandiaga akan memindahkan posko pemenangannya untuk menjaring suara lebih banyak di wilayah Jateng. Beberapa alasan Sandiaga memindahkan posko ke Jateng antara lain jumlah pemilih yang besar dan untuk mendulang suara lebih banyak di kandang banteng tersebut.

“Prabowo-Sandi menyadari, Jateng adalah medan yang menantang, dan pengalaman Pilpres 2014, kekalahan Prabowo di Jateng besar. Karena itu, Jateng menjadi perhatian khusus. Sudah dipertimbangkan kemungkinan Pak Sandi akan pindahkan pos pemenangan di Jateng,” ungkap anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said.

Sementara Golkar yakin strategi itu tidak akan berbuah manis. “Ya silakan saja kubu Prabowo-Sandi membuat posko di Jawa Tengah. Kita sudah memiliki pemetaan mana daerah yang tingkat strong voters atau pemilih yang tidak akan mengubah pilihannya dari Pak Jokowi,” ujar Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Senin (12/10).

“Kami yakin daerah Jawa Tengah tidak akan berpindah ke lain hati. InsyaAllah,” imbuhnya.

Ace yakin pemilih di Jateng tidak akan mengalihkan dukungannya dari Jokowi. Selain karena pemilihnya yang merupakan strong voters, Jokowi yang berasal dari Jateng juga menjadi alasan suara capres nomor urut 01 itu di kandang banteng tidak akan bisa dicuri.

“Jawa Tengah bagi kami merupakan daerah yang strong voters karena, selain Pak Jokowi berasal dari Jawa Tengah ditambah program pembangunan selama beliau memimpin banyak yang dirasakan sangat positif bagi masyarakat Jawa Tengah. Belum lagi parpol koalisi pendukung di Jawa Tengah sangat solid mendukung Pak Jokowi,” tuturnya.

Ma’ruf Yakin Prabowo-Sandi Gagal Goyang Jateng

Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin meyakini bahwa kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak bisa mengubah dominasi kekuatan Joko Widodo dan PDIP di Jawa Tengah pada Pilpres 2019.

Pernyataan ini merespons rencana kubu pasangan capres cawapres nomor urut 02 yang memasang misi untuk menggoyang suara PDIP di Jawa Tengah. Ma’ruf menegaskan bahwa kekuatan Jokowi sejak Pilpres 2014 sudah berakar kuat dan mendominasi wilayah Jawa Tengah.

“Kalau Jateng justru suara pak Jokowi itu sudah sejak 2014 kan pendukungnya besar sekali. Saya pikir, PDIP itu kekuatan utamanya di Jateng, saya pikir enggak akan mengubah [dominasi PDI dan Jokowi],” kata Ma’ruf saat ditemui di kediamannya, Menteng, Jakarta, Senin (10/12).

Pasangan Jokowi-Jusuf Kalla menang telak atas pasangan Prabowo-Hatta Rajasa di Jawa Tengah pada Pilpres 2014 lalu. Saat itu Jokowi-JK unggul 66,65 persen suara dan pasangan Prabowo-Hatta mendapatkan 33,35 persen suara.

Melihat hasil itu, Maruf menegaskan bahwa pasangan Prabowo-Sandiaga Uno tak akan mudah untuk mengubah dukungan masyarakat Jawa Tengah pada Pilpres 2019.

“Ya mungkin mereka berharap ingin mengubah, saya kira enggak semudah itu mengubah pilihan,” kata Ma’ruf.

Selain itu, Ma’ruf menyebut dukungan bagi Jokowi dan dirinya makin kuat pada Pilpres 2019, terutama di wilayah Jawa Tengah.

Ia merinci dirinya telah didukung oleh beberapa partai politik yang memiliki basis massa yang kuat di Jateng, seperti PPP, PKB dan Golkar.

“Apalagi sekarang kan tambah NU nya, tambah Golkar, PKB juga kan lumayan disana, PPP lumayan, apalagi PDIP, ditambah lagi NU nya, menurut saya justru kekuatan pak Jokowi ada di Jateng utamanya,” kata dia.

Lebih lanjut, Ma’ruf turut menyinggung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sudirman Said-Ida Fauziyah yang memiliki suara signifikan pada Pilkada Jateng yang digelar Juni 2018 lalu.

Ketika itu, Sudirman-Ida didukung oleh koalisi Gerindra, PKS, PAN dan PKB memperoleh suara 41,22 persen. Mereka melawan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin yang didukung PDIP, Nasdem, PPP dan Demokrat yang unggul sebesar 58.78 persen.

Ia menyebut kenaikan suara Sudirman Said kala itu didongkrak oleh faktor Ida Fauziyah yang merupakan kader PKB.

“Kemarin itu suara Sudirman Said besar (di Pilkada Jateng) itu kan karena ada Ida Fauziah. Ida Fauziah itu kan didukung PKB,” kata dia.

Semenetara itu Sekitar 25 ulama NU yang dipimpin Ketua Pengurus Cabang NU Kabupaten Bekasi Kurnali Sobandi mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Jokowi – Ma’ruf.

Terpantau, puluhan ulama itu telah hadir sekitar pukul 04.45 WIB di kediaman Ma’ruf di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/12). Mereka kompak menggunakan baju koko berwarna putih lengkap dengan sarung dan peci.

Sebelum deklarasi, puluhan ulama itu melaksanakan salat subuh berjemaah dan mendengarkan tausyiah kebangsaan dari Ma’ruf.

“Kami menyatakan mendukung penuh terhadap calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 atas nama Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin. Dengan ini kami nyatakan dukungan penuh NKRI Harga Mati. Jokowi-Ma’ruf pilihan kami,” kata Kurniali. (mb/detik/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...