Metrobatam, Jakarta – Sekitar 200 relawan asal Sumatera Barat yang tergabung dalam Sumbar Pemilih Jokowi (SPJ) mendeklarasikan dukungan bagi pasangan Joko Widodo-Maruf Amin di Pilpres 2019.

Ketua Umum SPJ Yaser Arafat mengatakan dukungan itu sekaligus membatah anggapan selama ini bahwa orang Sumbar tidak mendukung Jokowi dan lebih memihak Prabowo Subianto.

“Dengan deklarasi ini kami bantah semua anggapan itu. Kami mendukung dan memilih Bapak Joko Widodo sebagai presiden yang akan memimpin Indonesia ke depan,” ujar Yaser di Rumah Aspirasi Jokowi-Maruf, Jakarta, Selasa (18/12).

Yaser mengatakan pihaknya akan berjuang dengan maksimal untuk mendulang suara dan meningkatkan elektabilitas Jokowi di Sumbar. Sebab, ia menilai pada Pilpres 2014 lalu Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla kalah telak dari Prabowo Subainto-Hatta Rajasa.

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum, Jokowi-JK mengantongi 23,1 persen suara di Sumbar. Sementara Prabowo-Hatta unggul dengan 76,9 persen suara.

Berkaca dari hasil Pilpres 2014 itu, Yaser mengaklaim pihaknya menaruh target perolehan suara Jokowi-Maruf di Sumbar sebesar 50 persen pada Pilpres 2019. Ia menilai persentase itu masih relevan meski hampir dua kali lipat dibandingkan Pilpres 2014.

“Target kami paling tidak 50-50. Kami akan berjuang terus. Jadi kami tidak muluk-muluk yang penting berusaha untuk memenangkan Pak Jokowi di Sumbar,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara TKN Irma Suryani Chaniago menyambut baik dukungan yang diberikan oleh masyarakat Sumbar kepada Jokowi-Maruf. Ia pun menilai dukungan itu sebagai gambaran bahwa masyarakat Sumbar mulai berani mendukung Jokowi.

“Dulu memang masih banyak yang belum berani mengungkapkan bahwa mereka mendukung Pak Jokowi. Sekarang masyarakat Sumbar sudah mulai cerdas menyampaikan aspirasinya bahwa Pak Jokowi memang patut dipilih satu kali lagi,” ujar Irma.

Irma menyebut selama ini masyarakat Sumbar hanya mendapat informasi dari satu pihak. Sekarang, ia berkata, warga asli Sumbar yang ada di Jakarta dan seluruh kawasan di Indonesia bergabung untuk menyampaikan informasi soal apa saja yang telah dilakukan Jokowi selama ini.

“Masyarakat Sumbar juga harus tahu bahwa apa-apa yang sudah dilakukan Pak Jokowi ke seluruh Indonesia itu juga untuk rakyat, termasuk Sumbar,” ujarnya.

Saya Nggak Marah

Sementara itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali meluruskan isu hoax yang menimpa dirinya. Jokowi mengaku tidak marah, hanya bersabar.

“Saya ini sebetulnya sudah 4 tahun diam, tidak menjawab apa-apa mengenai isu-isu yang berkembang di bawah. Tetapi dari survei yang saya baca, 9 juta orang percaya terhadap isu itu. Sekarang sudah saatnya saya menjawab. Bukan marah lo ini. Menjawab. Karena sudah 4 tahun saya sabar, sabar, ya Allah, sabar,” ujar Jokowi saat bersilaturahmi di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Selasa (18/12).

Seperti biasa, Jokowi meluruskan isu aktivis PKI. Dia khawatir ada 9 juta masyarakat Indonesia yang masih mempercayainya.

“Saya diam saja, senyum saja. Saat sudah 9 juta yang percaya, (tapi saya) diam saja, berbahaya bagi negara ini. Kalau negara ini dijiwai dengan akhlaqul karimah, tata krama, lo kok keluarnya Presiden Jokowi PKI. PKI dibubarkan (tahun) 1965-1966. Saya lahir 1961, umur saya masih 4 tahun. Apa ada PKI balita?” kata Jokowi.

Di akhir pidatonya, Jokowi mempersilakan dua peserta maju ke depan untuk menjawab kuis. Peserta bernama Naim berhasil menjawab kuis jumlah suku di Indonesia.

Sedangkan peserta kedua bernama Sevi mengaku sebagai fans Jokowi. Ia senang ketika diberi hadiah foto bersama Jokowi.

“Saya mau nanya jadi bingung. Pinter banget sih. Nama ikan pasti tahu. Ya sudah, nggak jadi saya tanya. Terima kasih. Fotonya? Jadi saya tak bisa berikan sepeda karena saya nggak dibolehin KPU dan Bawaslu. Oke saya kasih foto saja,” ujar Jokowi. (mb/cnn indonesia/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...