Metrobatam, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyesalkan keputusan Mahkamah Agung (MA) mengabulkan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait swastanisasi air.

Berdasarkan informasi yang dihimpun CNNIndonesia.com, Menkeu mengajukan PK atas putusan MA nomor 31 K/Pdt/2017 tentang swastanisasi air pada 22 Maret 2018. Lalu pada 30 November 2018, PK tersebut dikabulkan oleh MA. Namun, hingga kini masih dalam proses minutasi sehingga amar putusan masih belum diterbitkan.

“Iya,” kata Anies dengan lirih di Balai Kota Jakarta, Senin (28/1).

Anies mengklaim sejak ada putusan MA tentang swastanisasi air, Pemprov DKI Jakarta telah menerima keputusan tersebut dan tidak mengajukan PK.

Sebagai tindak lanjut, kata Anies, Pemprov DKI kemudian membentuk Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum untuk menindaklanjuti putusan MA tersebut. Tim tersebut dibentuk untuk melakukan kajian atas putusan MA dan menyiapkan langkah-langkah untuk melaksanakan putusan tersebut.

“Sekarang sudah memiliki rute rekomendasi untuk kebijakan penghentian privatisasi, tapi dari kemarin saya katakan salam melaksanakan itu harus mengikuti ketentuan yang ada agar warga Jakarta tidak dirugikan,” tutur Anies.

Ke depan, kata Anies, pihaknya akan melakukan komunikasi lebih lanjut dengan Palyja serta PT Aetra selaku pihak swasta yang selama ini melakukan pengelolaan air di Jakarta.

“Kami akan terus jalan dan bicara dengan private sector, pembicaraan soal rencana kami (langkah menjalankan putusan MA),” ujarnya.

Lebih dari itu, Anies menyebut opsi pelaksanaan putusan MA yang saat ini hampir final masih sesuai atau relevan dengan putusan PK atas kasus swastanisasi air tersebut. Karenanya, kata Anies, pihaknya hanya tinggal menunggu amar putusan PK tersebut terbit untuk nantinya mengumumkan langkah Pemprov DKI atas swastanisasi air.

“Sampai semuanya final baru saja saya umumkan,” ucap Anies.

Sebelumnya, Koalisi Masyarakat Menolak Swastanisasi Air Jakarta (KMMSAJ) mendesak Anies untuk segera menjalankan putusan MA soal swastanisasi air. Salah satu opsinya, Anies disarankan untuk mengambil langkah terminasi kontrak atau memutus langsung kontrak dengan Palyja dan Aetra.

“Terminasi kontrak adalah pilihan terbaik untuk mengambil alih karena dapat meminimalisasi kerugian negara,” ujar pengacara publik KMMSAJ Tommy Albert di kantor LBH Jakarta, Minggu (27/1).

Selain terminasi kontrak, opsi lainnya adalah pembelian saham Palyja dan Aetra, menunggu hingga perjanjian kerja sama berakhir, renegosiasi kontrak, hingga privatisasi PAM Jaya dan memberikan sahamnya kepada Palyja dan Aetra. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kominfo Rilis 23 Hoaks, Termasuk Neno Sebut Prabowo Rasul

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) lewat Subdit Pengendalian Konten Internet merilis temuan hoaks seputar Pemilu 2019 per Sabtu, 20 April 2019....

Kisah Petugas KPPS Lebak Meninggal Saat Sujud Salat

Metrobatam, Lebak - Petugas KPPS di Lebak, Banten, Jumri meninggal karena kelelahan selama proses hitung suara. Sempat izin untuk salat subuh saat penghitungan C1...

PDIP Curigai Rekomendasi Bawaslu Soal Hitung Ulang di Surabaya

Metrobatam, Surabaya - Bawaslu Surabaya merekomendasikan penghitungan suara ulang di seluruh TPS Surabaya. Menanggapi hal itu, PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya menilai sikap Bawaslu...

KASN Tolak Gabung jika TPF Kecurangan Pilpres 2019 Dibentuk

Metrobatam, Jakarta - Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menolak bergabung jika kedua pasangan calon presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sepakat membentuk...

Selama Pemilu 54 Petugas KPPS dan 15 Polisi Meninggal

Metrobatam, Jakarta - KPU menyebut total ada 54 petugas KPPS atau Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara yang meninggal dunia pada saat penyelenggaraan Pemilu 2019. Jumlah...

Caleg PDIP Ditangkap di Kasus Pembakaran 15 Kotak Suara di Jambi

Metrobatam, Sungai Penuh - Polisi menangkap 3 pelaku kasus pembakaran 15 kotak surat suara DPRD di Sungai Penuh, Jambi. 3 orang yang ditangkap 1...

Menlu Ditemui Dubes Sri Lanka, RI Siap Beri Bantuan Pascateror Bom

Metrobatam, Jakarta - Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia Dharshana M Perera menemui Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi. Dalam pertemuan itu,...

Bawaslu Kota Tanjungpinang akan Perketat Pengawasan 5 TPS PSU

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Bawaslu Kota Tanjungpinang akan perketat proses pengawasan terhadap 5 TPS yang akan PSU (Pemungutan Suara Ulang). Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang Muhamad Zaini...

Istri Almarhum Sys NS Menikah Lagi

Metrobatam, Jakarta - Penyiar senior Sys NS telah berpulang 2018 lalu. Kini, sang istri diketahui telah memutuskan untuk menikah lagi. Istri almarhum Sys NS, Shanty,...

Menkes: Boleh Bangga Punya MRT, Tapi Jangan Jadi Sarang TBC

Metrobatam, Jakarta - Penyakit menular masih menjadi ancaman di Indonesia. Tuberkulosis (TBC atau TB) merupakan salah satu dari banyak penyakit yang masih menjadi beban...

Danlantamal IV Pimpin Apel Khusus

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P., memimpin pelaksanaan Apel Khusus di Lapangan...

PLN Tanjungpinang Ajak Ibu-ibu Masak Tanpa Api

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun 2019, PLN Tanjungpinang mengadakan lomba memasak menggunakan kompor induksi. Manajer PLN UP3 Tanjungpinang, Fauzan juga mengajak...