Metrobatam, Jakarta – Belum lama ini, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut utang pemerintah terus menumpuk. Sehingga, Prabowo menegaskan jangan lagi ada penyebutan Menteri Keuangan (Menkeu) tapi diganti Menteri Pencetak Utang.

Saat ini, pemerintahan kabinet kerja di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK) mempercayai Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan. Lalu bagaimana respons wanita yang akrab disapa Ani ini?

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini merespons kritikan tersebut hanya senyum tipis sambil berjalan menuju lift Kementerian Keuangan menuju ruang kerjanya.

Hari ini, Sri Mulyani selaku Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menggelar konferensi pers hasil rapat rutin bulanan bersama anggotanya, seperti Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua DK OJK Wimboh Santoso, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah.

Dalam konferensi pers tersebut Sri Mulyani mengatakan bahwa situasi sektor keuangan nasional masih berjalan baik.

KSSK memantau sejumlah aspek sistem keuangan di dalam negeri dari mulai perkembangan ekonomi, moneter, fiskal, pasar keuangan, lembaga jasa keuangan hingga penjaminan simpanan. Kondisi-kondisi tersebut menjadi dasar penilaian kondisi sistem keuangan RI secara keseluruhan saat ini.

“Dari saya, keseluruhan aspek yang dilihat KSSK, menunjukkan sistem keuangan kita dalam kondisi normal dan berjalan baik,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (29/1).

Sebelumnya, Prabowo menegaskan jangan lagi ada penyebutan Menteri Keuangan (Menkeu), melainkan diganti jadi Menteri Pencetak Utang.

“Kalau menurut saya, jangan disebut lagilah ada Menteri Keuangan, mungkin Menteri Pencetak Utang. Bangga untuk utang, yang suruh bayar orang lain,” ujar Prabowo dalam acara dukungan alumni perguruan tinggi di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini, Jakarta Timur, Sabtu (25/1).

Bisa Dibayar

Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengaku tidak masalah dengan tudingan Capres Prabowo Subianto yang menyebut Menteri Keuangan sebagai menteri pencetak utang. JK memastikan utang negara pasti bisa dibayar.

“Pengalaman kita sejak pemerintahan sebelumnya, Pak Harto, Ibu Mega, Pak Gus Dur, itu semua bisa dibayar utang-utang yang ada itu. Terkecuali pada saat krisis kita sementara justru dibantu oleh IMF,” kata JK di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (29/1).

JK menyebut Indonesia saat ini sama seperti perusahaan besar yang melakukan investasi dengan meminjam dana dari bank. Dia pun kembali menegaskan, yang terpenting dari utang yang ada adalah kemampuan negara untuk membayarnya.

“Bisa bayar, dari pajak, pajak kan naik terus,” ujarnya.

Menurut JK, apabila suatu negara ingin berkembang lebih cepat maka harus membangun masa depannya. Namun, membangun masa depan tersebut dalam kondisi penerimaan negara yang masih terbatas.

“Jadi artinya berutang. Di negara-negara apa saja, Jepang bersaing utang ke lembaga pensiun atau lembaga apa di negaranya. Amerika berutang dengan cara mencetak uang,” imbuhnya.

Menteri Keuangan dikatakan JK selalu menerima pemasukan negara dari pajak dan melakukan pengeluaran untuk belanja negara. Defisit pun selalu dialami Menteri Keuangan.

“Defisit-defisit itu selalu ditalangi dengan utang. Tapi bukan jumlahnya yang penting, yang penting ialah dapat dibayar atau tidak,” tuturnya.

Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memandang pernyataan Prabowo merupakan hal yang tidak etis. “Ya nggak etis saja itu,” kata Luhut.

Posisi utang pemerintah pada tahun 2019 sebesar Rp 4.418,3 triliun atau rasio utang terhadap PDB sebesar sebesar 29,98% dari total PDB yang berdasarkan data sementara sebesar Rp 14.735,85 triliun.

Luhut menyebutkan, utang pemerintah Indonesia masih aman sebab rasionya masih jauh di bawah dari batas yang ditentukan oleh UU. Berdasarkan UU Keuangan Negara no 17/2003 Pasal 12 ayat (3) bahwa defisit anggaran dimaksud dibatasi maksimal 3% PDB sedangkan jumlah pinjaman dibatasi maksimal 60% dari PDB.

Oleh karena itu, Luhut mengungkapkan tudingan mengenai menteri pencetak utang merupakan hal yang tidak etis. Apalagi, Sri Mulyani saat ini menjadi menteri keuangan terbaik di dunia.

“Ibu Sri Mulyani itu Menteri Keuangan terbaik di dunia, iya kan,” ungkap dia. (mb/detik/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Dinkes Kota Batam Siagakan Dua Petugas di Lokasi Penghitungan Suara

Metrobatam.com, Batam - Dinas Kesehatan Kota Batam menyiagakan dua petugas kesehatan di lokasi penghitungan suara Pemilu tingkat kecamatan. Kepala Dinas Kesehatan, Didi Kusmarjadi mengatakan...

Kalahkan Bebenz Kodok’s A, Bright PLN Batam Raih Juara 3 Turnamen ATB Cup X...

Metrobatam.com, Batam - bright PLN Batam meraih prestasi membanggakan pada Adhya Tirta Batam Cup X Championship 2019 dengan keluar sebagai juara tiga setelah berhasil...

TNI/Polri Pantau Keamanan Kota Tanjungpinang dengan Berpatroli Memakai Motor

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Kodim 0315/Bintan bersama dengan Polres dan Lanudal Tanjungpinang serta Wing Udara I Tanjungpinang menggelar Patroli bersama menggunakan motor ke setiap Kecamatan...

Ryamizard Ryacudu Serang Balik Penghina KPU

Metrobatam, Jakarta - Usai hinaan datang bergelombang ke arah KPU, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu melancarkan serangan balik. Disebutnya, pihak yang kerap mencaci-maki KPU adalah...

Sepi Job, Vanessa Angel Kontak Muncikari Minta Dicarikan Tamu

Metrobatam, Surabaya - Vanessa Angel menjalani sidang perdana kasus penyebaran konten pornografi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Vanessa disebut sepi job, sehingga menghubungi muncikari...

Jaksa: Keterangan Rocky Buktikan Kebohongan Ratna Buat Onar

Metrobatam, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Daroe menyatakan keterangan pengamat politik dan aktivis Rocky Gerung di persidangan kasus berita bohong atau hoaks sudah...

Petugas KPPS Gugur, Ridwan Kamil Beri Santunan Rp50 Juta

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian dalam bentuk penghargaan dan santunan kepada warganya penyelenggara Pemilu 2019 yang jatuh sakit dan meninggal...

Viral Video Menegangkan saat Petugas Penjaga Kotak Suara Ditembaki KKB

Metrobatam, Jakarta - Sebuah video menegangkan saat-saat para petugas penyelenggara pemilu, TNI dan Polri ditembaki oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sesaat setelah pencoblosan di...

Hampir 90% Rakyat Mesir Setujui Presiden Sisi Berkuasa Hingga 2030

Kairo - Hampir 90% warga Mesir yang menggunakan hak pilihnya menyetujui referendum untuk membuka jalan bagi Presiden Abdel Fattah al-Sisi berkuasa hingga tahun 2030....

Sofyan Tersangka, Trio ‘Bagi Rata’ Satu Per Satu Masuk KPK

Metrobatam, Jakarta - Proyek PLTU Riau-1 menjadi bancakan korupsi meski pengerjaannya belum tuntas betul. Penyidik KPK membongkar siasat jahat dari para pejabat di sekitar...

Lemhanas Mencatat Sejak 2010 Toleransi di Indonesia Menurun

Metrobatam, Jakarta - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI mencatat sejak 2010 kualitas toleransi bangsa Indonesia mengalami penurunan. "Melalui Laboratorium Pengukuran Ketahanan Nasional (Labkurtannas) Lemhanas RI...

Kapal Fery Bermuatan 60 Santri Wanita Tenggelam

Metrobatam, Banjarmasin - Kapal fery penyeberangan yang mengangkut lebih kurang 60 santri dari Desa Bahalayung, Kecamatan Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, tenggelam. "Kapal fery...