Metrobatam, Batam – Proses pemeriksaan terhadap pesawat milik maskapai Ethiopian Airlines masih terus berlangsung. Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui pesawat cargo tersebut mengangkut mesin dan asesoris mesin pesawat.

Pesawat yang terbang dari Addis Ababa, ibu kota Ethiopia menuju Hong kong ini diterbangkan oleh pilot Fitsum Seleshi Belachew dan awak kabin yakni, Teklu Melese Zurgi yang berpaspor Ethiopia, Tekalign Serbesa Dabi yang juga mengantongi paspor Ethiopia.

Selain itu, John Richard yang merupakan warga negara Kanada dan Abraham. Danlanud RH Fisabilillah Tanjungpinang.

Kolonel pnb Elistar Silaen mengatakan, setelah tim TNI AU yang menggunakan 2 unit F-16 memaksa pesawat tersebut turun, penyidikan selanjutnya diserahkan kepada penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) dari Kementerian Perhubungan.

“Setiap pesawat yang melintas di wilayah udara kita harus memiliki izin. Dan mereka ini tidak memiliki izin sehingga perlu dilakukan turun paksa dan pemeriksaan,” ujarnya di Dermaga Batu Ampar, Batam, Kepualauan Riau (Kepri), Selasa 15 Januari 2019.

Elistar menjelaskan, pesawat cargo tersebut mengangkut mesin peswat dan berbagai asesorisnya. Pesawat ini masih berada di Bandara Hang Nadim Batam untuk menjalani pemeriksaan.

“Masih dilakukan penyidikan dan mereka juga diminta untuk mengurus perizinan yang diperlukan, meskipun saat ini, FIR (Flight Information Region (FIR) Kepri masih dipegang Singapura,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, pesawat cargo Ethiopian Airlines yang telah dipaksa turun dipastikan melanggar aturan yang ada. Ia mengaku mendapat laporan dan langsung memerintahkan agar pesawat tersebut dipaksa turun.

“Saya dapat laporan dan langsung saya perintahkan agar pesawat tersebut dipaksa turun. Kebetulan ada 2 unit F-16 yang siap terbang dari Pekanbaru dan pesawat tersebut langsung dipaksa mendarat di Batam,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyidikan masih berlanjut hingga saat ini dan pesawat tersebut belum diperbolehkan terbang kembali. “Penyidikan masih berjalan guna mengetahui alasan pesawat tersebut memasuki wilayah udara Indonesia,” kata Hadi.

Saat disinggung terkait kemungkinan pesawat tersebut masuk ke wilayah udara Indonesia karena FIR Kepri yang masih dipegang Singapura, Hadi menyatakan, hal tersebut belum tentu menjadi alasan untuk pesawat Ethiopian Airlines terbang di wilayah udara Kepri.

“Kemungkinan mereka mengira bahwa radar tidak bisa ditangkap atau kalaupun radar ditangkap, kita tidak bisa memaksa mereka turun karena kita tidak memiliki armada. Nah, sekarang kita buktikan bahwa kekuatan kita tidak seburuk yang mereka pikirkan. Kekuatan pertahanan kita terus membaik dari waktu ke waktu,” ujarnya.

Senada dengan Hadi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, sistem pertahanan Indonesia telah berkembang. Deteksi dini hingga penurunan paksa ini sebagai bukti bahwa sistem pertahanan Indonesia terus membaik.

“Meskipun kita yakini Indonesia tidak berada dalam ancaman hingga 10 sampai 15 tahun ke depan, tapi sistem pertahanan Indonesia terus dibenahi agar menjadi lebih baik. Tentu saja kita perbaiki secara bertahap,” katanya.

Manajemen Datang ke Batam

Manajemen pusat maskapai Ethiopian Airlines asal Afrika bertandang ke Batam pasca penurunan paksa yang dilakukan oleh TNI AU terhadap pesawat kargo yang melintas di wilayah udara Indonesia tanpa izin pada Selasa 16 Januari 2019.

Kedatangan manajemen Ethiopian Airlines guna menandatangani hasil penyelidikan yang dilakukan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Perhubungan terhadap lima awak pesawat.

Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjung Pinang, Kepulauan Riau (Kepri), Kolonel Penerbangan Elistar Silaen mengatakan, kedatangan pihak manajemen Ethiopian Airlines dikarenakan perwakilan Ethiopian Airlines yang berada di Indonesia tidak bisa menandatangani hasil penyelidikan tersebut.

“Kelima awak pesawat sudah 3 hari diperiksa di Hang Nadim oleh PPNS Kemenhub dan mereka datang untuk menandatangani hasil penyelidikan tersebut,” katanya Rabu (16/1/2019).

Elistar menjelaskan, pihaknya belum mengetahui hasil pemeriksaan tersebut. Ia juga tidak mengetahui batas waktu berakhirnya pemeriksaan dan pesawat kargo yang mengangkut mesin pesawat serta asesoris tersebut.

“Masih dikembangkan dan kita belum bisa pastikan kapan mereka diperbolehkan terbang dan meninggalkan Indonesia. Kalau data-data sudah terkumpul, artinya sudah selesai, baru mereka diperbolehkan meninggalkan wilayah Indonesia,” tuturnya. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Tak Hanya Soal Santunan, Pemilu Perlu Dievaluasi agar Tak Ada Korban Jiwa

Metrobatam, Semarang - Puluhan petugas pemilu yang terdiri dari KPPS dan Linmas di Jawa Tengah meninggal dampak dari kelelahan melaksanakan tugas. Upaya memberikan santunan...

Presidential Threshold Dinilai Merusak Sistem Pemilu Serentak

Metrobatam, Jakarta - Salah satu penggagas penyelenggaraan pemilu secara serentak, Effendi Ghazali, menyatakan Pemilu 2019 hancur karena sistem ambang batas presidensial atau presidential threshold...

Komisioner KPU: Mikir Gitu Kalau Mau Bilang Kami Curang

Metrobatam, Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz meminta semua pihak tak asal menuduh pihaknya berbuat curang hanya karena ada kesalahan input...

Gara-gara Kesepian, Di Gunungkidul Banyak Lansia Gantung Diri

Metrobatam, Yogyakarta - Banyaknya lansia yang menjadi pelaku gantung diri di Gunungkidul disinyalir karena pengaruh kesepian yang berujung pada depresi. Karena itu, Fopperham menggelar...

Asik Pesta Sabu, 3 Oknum Anggota Polres Pandeglang Ditangkap

Metrobatam, Serang - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten menggerebek tiga oknum anggota Polres Pandeglang Polda Banten, bersama penjaga villa saat sedang pesta sabu...

Real Count KPU 32,27 Persen: Jokowi Ungguli Prabowo Sementara

Metrobatam, Jakarta - Pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin masih unggul sementara dari pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno versi...

KSP: Pembakaran Surat Suara di Puncak Jaya untuk Hindari Penyalahgunaan

Metrobatam, Jakarta - Deputi V Kepala Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardani telah mengecek video surat suara dibakar di Puncak Jaya, Papua yang viral. Hasilnya,...

Mahfud Md Minta Revisi UU Pemilu Diprioritaskan

Metrobatam, Jakarta - Eks Ketua MK Mahfud Md punya harapan kepada Presiden Indonesia yang nantinya terpilih secara resmi lewat hasil KPU. Mahfud meminta siapa...

11 Petugas Pemilu Sumsel Tewas, Gubernur Buka Pos Kesehatan

Metrobatam, Palembang - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan mencatat dalam satu pekan usai pemungutan suara, ada 11 petugas pemilu di Sumatera Selatan meninggal...

Buron Polisi Ceko Ditangkap di Pelabuhan Ferry Batam

Metrobatam, Batam - Buron kepolisian Ceko ditangkap aparat Polda Kepulauan Riau (Kepri) di Batam. Dia ditangkap saat hendak berangkat ke Singapura. Buron atas nama Novak...

Golkar ke Fadli Zon: Kok Kebelet Amat Seret Pemilu ke Legislatif?

Metrobatam, Jakarta - Fraksi Golkar di DPR heran dengan Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang mengusulkan pembentukan pansus kecurangan Pemilu 2019. Golkar lalu mempertanyakan...

Liga Spanyol: Saling Berbalas Gol, Atletico Bungkam Valencia 3-2

Madrid - Atletico Madrid berhasil mendapatkan hasil positif saat menghadapi Valencia. Sempat saling berbalas gol, Los Colchoneros akhirnya menang 3-2. Pada laga di Wanda Metropolitano,...