Metrobatam, Jakarta, CNBC Indonesia- Setelah memenangkan musim pertama “American Idol” pada tahun 2002, Kelly Clarkson mengeluarkan single No. 1 dan mendapatkan kontrak rekaman – dan itu baru permulaan dari perjalanan karirnya.

Penyanyi dan penulis lagu ini sekarang telah menjual lebih dari 25 juta album dan memenangkan tiga Grammy Awards.

Wanita berusia 36 tahun ini, juga menghasilkan jutaan dolar. Kendati demikian bukan berarti dia tidak pernah mengalami kesulitan dalam hidupnya khususnya sebelum dia sukses menjadi Idol.

“Aku tidak punya nama. Secara harfiah, aku harus mencapai puncak itu untuk pergi ke audisi ini. Aku tidak punya gaun, tidak ada apa-apa,” ujar Kelly Clarkson kepada Guy Raz dalam episode serial podcast baru Spotify, The Rewind, dilansir dari CNBC Make It, Senin (7/1).

Sebelum naik ke atas panggung di depan para juri, Clarkson, yang baru berusia 20 tahun saat itu, memamerkan pakaiannya yang dia buat dari celana jeans lama dan hal itu menjadi perbincangan oleh pembawa acara Ryan Seacrest. “Aku akan menjadi perancang busana jika ini tidak tidak berhasil,” kata dia.

Clarkson, yang tumbuh di sebuah kota kecil di Texas, mengenang bahwa dia bernyanyi di mana-mana saat remaja, seperti di kamar mandi, di kamarnya, di kompetisi paduan suara dan sekali, dalam produksi opera yang diadakan oleh perguruan tinggi setempat.

“Secara harfiah, saya akan bernyanyi di mana saja,” katanya.

Dia bahkan menemukan pertunjukan berbayar dan saat itu dia bekerja di Six Flags baik sebagai penyanyi juga penari.

“Saya bekerja di Six Flags – saya menyanyi dan menari, seperti semua pertunjukan itu. Opsi apa pun yang tersedia untuk menghasilkan uang bernyanyi, saya suka, ‘OK,” ucap dia.

Dia pun memperoleh beberapa beasiswa musik tetapi memutuskan untuk tidak kuliah dan pindah ke Los Angeles untuk mengejar mimpinya menjadi penyanyi latar.

“Saya tahu bahwa saya lebih suka keluar dan hampir menyukai gaya magang, mulai dari melakukan penyanyi latar untuk orang-orang dan kemudian hanya semacam bekerja apa saja. Jadi saya memilih untuk pindah ke LA secara serabutan,” kata dia.

Saat berusia 18 tahun dan bangkrut, Clarkson tetap bisa berpikir tenang. Menurutnya jika ini keputusan keliru, tidak jadi masalah karena ia bisa kembali ke sekolah.

“Jadi, aku tidak tahu, aku selalu tahu itu akan berhasil selama kamu berhasil,” kata dia.

Di L.A., Clarkson mengikuti langkahnya. Dia mengumpulkan demo lagunya dan mulai mencari pertunjukan cadangan. Di samping itu, dia juga mengambil pekerjaan lain seperti bekerja di klub komedi dan restoran pizza Papa John’s.

“Saya bekerja di klub komedi, saya adalah pelayan koktail di klub komedi. Saya bekerja di Papa John’s. Saya bekerja di Subway.

Singkatnya, Saya melakukan apa saja yang menghasilkan. Aku bekerja apa saja.”

Setelah satu setengah tahun di L.A., kamar apartemen yang ia tinggali dengan teman sekamarnya terbakar habis. Dia pun akhirnya tidur di mobilnya selama beberapa hari sampai dia punya cukup uang untuk kembali ke Texas.

Pada tahun 2002, sewaktu American Idol menjadi tuan rumah audisi untuk musim pembukaan pertama, dia pun menaklukan audisi dan berhasil mencapai Hollywood untuk putaran final kompetisi. Seperti acara uji coba, pada saat itu acara Idol masih program baru dan belum menarik banyak penonton. Meski begitu Clarkson tetap percaya diri untuk melaju ke Hollywood.

“Setidaknya aku akan menghasilkan cukup uang di mana aku bisa membuat semuanya berjalan lagi,” kata dia.

Acara American Idol musim pertama pun sukses dan Clarkson keluar sebagai pemenang sehingga karirnya makin moncer. Dia berutang sebagian dari kesuksesannya dengan kenyataan bahwa dia pernah bangkrut dan mulai dengan begitu sedikit untuk membentuk kesuksesan. (mb/CNBC indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...