Jokowi-Ma’ruf Pakai Metode Marketing Gimmick di Debat Capres

Metrobatam, Jakarta – Debat capres-cawapres perdana akan digelar pekan depan. Pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin mempersiapkan sejumlah strategi untuk melawan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di debat perdana.

“Pemolesan sudah dan tengah berlangsung, tentu sesuai dengan tema yang akan ditopikkan pada saat debat itu sendiri dan pemolesan bukan hanya dilakukan dari sisi konten tapi tampilan,” ungkap Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Romahurmuziy usai menghadiri HUT PDIP di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (10/1).

Read More

Menurut pria yang akrab disapa Rommy itu, gimmick diperlukan mengingat waktu debat sangat singkat. Selain itu, gimmick pun bisa membuat masyarakat lebih gampang mengingat pesan yang ingin disampaikan pasangan calon.

“Waktu yan tersedia dalam debat itu pendek, gimmick kemudian marketing gimick dalam dua sampe tiga jam debat pilpres itu kan harus bisa mendapatkan pesan secara clear pesan yang disampaikan,” kata Rommy.

Tim debat Jokowi-Ma’ruf bertugas mempersiapkan gimmick-gimmick itu. Tiga mantan penyiar TV nasional turut membantu Jokowi-Ma’ruf untuk persiapan debat ini. Mereka adalah Meutya Hafid, Putra Nababan, dan Tina Talisa.

“Tidak hanya tiga itu tapi yang bertugas untuk melakukan pemolesan itu mulai dari tim materi sampai dengan yang memang sehari-hari bertugas melakukan komunikasi poltik di luar paslon untuk menyampailan konten-konten material yang diteruskan kepada seluruh TKN. Hari ini mereka secara khusus diberikan penugasan untuk memperispakan penampilan Jokowi-Ma’ruf,” jelasnya.

Pemolesan untuk Ma’ruf Amin disebut Rommy dipersiapkan lebih matang. Sebab Jokowi sudah lebih terbiasa melakukan political gimmick. Rommy juga menyebut pasangan calon nomor urut 01 itu tidak akan didampingi mentor namun akan dibantu pakar-pakar. Hanya saja tidak diungkap apakah pakar yang dimaksud dari internal atau eksternal tim.

“Secara umum pakar-pakar yang diperlukan baik konten dan tampilan komunikasi politik, marketing gimick kita hadirkan untuk memoles itu,” sebut Ketum PPP itu.

Melalui debat capres-cawapres ini, Rommy menyebut pihaknya ingin mendapatkan swing voters sebesar 20 persen. Hingga saat ini, warga yang memiliki hak pilih namun belum menentukan arah dukungannya masih cukup besar berdasarkan survei sejumlah lembaga.

“Kita bertujuan untuk mengambil swing itu 10-20 persen karena dalam pemilu itu di alam demokrasi memang nggak mungkin berharap pemilu dihadiri 100 persen,” kata Rommy.

Seperti diketahui, Debat perdana capres-cawapres akan dilaksanakan pada Kamis (17/1) mendatang. Tema debat perdana adalah soal hukum-HAM, korupsi, dan terorisme. (mb/detik)

Loading...

Related posts