Metrobatam, Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama atau yang selama ini akrab disapa Ahok kini memilih dipanggil ‘BTP’. Sahabat yang pernah berduet memimpin DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, mengungkap alasan Ahok minta dipanggil BTP.

“Sebetulnya kan namanya aslinya ‘BTP’. Hanya kemudian dikasih brand ‘Ahok’. Maka daripada itu, dia ingin kembali lagi ke jati dirinya sebagai Basuki Tjahaja Purnama. Karena nama itu kan bagus,” kata Djarot saat berkunjung ke redaksi detikcom, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (23/1).

Menurut Djarot, yang juga sahabat Ahok sejak 2006, arti nama asli Ahok berarti Basuki yang memberikan cahaya seperti bulan purnama. Bagi mantan Gubernur DKI Jakarta ini, Ahok siap menjadi figur yang benar-benar menanamkan kebaikan.

“Dia siap menanamkan kebaikan, lebih bijak. Dan dia betul-betul mau belajar sehingga menjadi orang yang benar-benar menguasai emosinya, sehingga dia sukanya sekarang ‘Pak BTP’,” ujar Djarot.

Djarot mengakui saat ini terbilang susah mengubah branding nama ‘Ahok’ itu sendiri. Maka itu, dia berharap sahabatnya tersebut mulai dipanggil ‘BTP’.

“Sekarang memang agak susah untuk rebranding dari Ahok kepada BTP. Maka itu, panggil BTP. Bukan a man called Ahok lagi, a man called BTP,” ujar Djarot.

Keinginan itu juga pernah ditulis sendiri oleh Ahok ketika masih ditahan di Mako Brimob. Dia menulis surat bersamaan dengan peluncuran bukunya.

Berikut ini kutipan tulisan Ahok itu:

Depok, 12 Agustus 2018

Kepada saudara-saudara yang hadir maupun tidak hadir dalam acara launching buku saya di hari Kamis 16 Agustus 2018. Saya ucapkan terimakasih atas dukungan dan perhatiannya selama ini untuk saya,

Saya menulis buku Kebijakan Ahok dengan maksud agar semua kebijakan yang pernah saya ambil dan pikirkan ketika saya menjadi pejabat publik dapat menjadi suatu pelajaran berharga yang kita pelajari maupun kita kutipi secara bersama dan bisa dipahami.

Saya harap para calon anggota dewan dan kepala daerah juga orang awam yang mau mengetahui kebijakan yang saya ambil selama menjadi pelayan, pejabat publik terutama di DKI, dapat menambah masukan tambahan kebijakan publik yang akan mereka ambil. Atau bagi yang awam dapat membandingkan kebijakan Ahok dengan kebijakan pejabat-pejabat daerahnya.

Semoga Tuhan memberikan kita damai sejahtera dan keadilan.

Salam BTP.

Catatan: Panggil saya BTP (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...