Damaskus – Lebih dari 1.000 militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dilaporkan kabur dari Suriah ke Irak dalam enam bulan terakhir. Militan-militan ISIS itu diduga membawa uang tunai sebanyak US$ 200 juta (Rp 2,7 triliun) bersama mereka.

Seperti dilansir CNN, Senin (18/2), informasi tersebut diungkapkan oleh seorang pejabat militer Amerika Serikat (AS) yang memahami situasi terkini soal ISIS dan Suriah.

Dituturkan pejabat AS yang enggan disebut namanya itu, para militan ISIS terus melarikan diri sementara pertempuran terakhir terus berlangsung di markas terakhir ISIS di Suriah bagian tenggara. Menurut pejabat AS itu, banyak militan ISIS yang kabur ke kawasan pegunungan dan gurun Irak sebelah barat.

Ditambahkan seorang pejabat AS lainnya bahwa beberapa militan ISIS yang kabur itu merupakan mantan anggota kelompok Al-Qaeda di Irak. Tidak disebutkan lebih lanjut soal sumber uang tunai sebanyak US$ 200 juta (Rp 2,7 triliun) yang dibawa kabur militan ISIS dari Suriah dalam enam bulan terakhir.

Para pejabat AS itu menyebutkan bahwa kekuatan ISIS mulai ditaksir dan dianalisis pada hari-hari terakhir mereka di Suriah. Awal bulan ini, Jenderal Joseph Votel, jenderal bintang empat yang memimpin operasi militer AS di Timur Tengah, memperkirakan ada sekitar 20 ribu hingga 30 ribu militan ISIS yang tersisa saat ini. Jumlah itu tidak berbeda jauh dengan perkiraan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Agustus 2018.

Laporan Departemen Pertahanan AS pada musim panas lalu memperkirakan sekitar 15.500 hingga 17.100 militan ISIS masih tersisa di Irak, sedangkan sekitar 14 ribu militan ISIS lainnya masih ada di Suriah.

Sedikit bertolak belakang dengan Presiden AS Donald Trump, seorang pejabat diplomatik senior AS memberikan definisi berbeda soal istilah ‘mengalahkan’ dalam menyangkut kekhalifahan ISIS. Menurut pejabat senior itu, istilah ‘mengalahkan’ ISIS tidak sebatas pada keberadaan kekhalifahan ISIS secara fisik saja.

“Maksud kami adalah mengalahkan jaringannya (ISIS),” sebut pejabat diplomatik senior itu. Yang dimaksud dengan jaringan ISIS antara lain sumber pendanaan yang masih berlanjut hingga kini, pihak-pihak yang menyuplai senjata dan pihak-pihak yang memberikan tempat persembunyian untuk militan-militan ISIS.

Ada puluhan ribu orang yang diyakini terlibat dalam jaringan ISIS. Hal itu telah disinggung komunitas intelijen saat memberi penjelasan kepada Kongres AS. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Meski Kalah Suara, TKN Pastikan Jokowi Bangun Aceh dan Sumbar

Metrobatam, Jakarta - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'rus Amin, Hasto Krisiyanto mengklaim pembangunan di Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar) tetap akan dilakukan...

PAN Buka Kemungkinan Keluar dari Koalisi Prabowo-Sandi

Metrobatam, Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) membuka opsi untuk keluar dari koalisi pendukung pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Wakil Ketua Umum PAN...

KPU: Hingga Kamis, Anggota KPPS Meninggal 225 Orang, 1.470 Sakit

Metrobatam, Jakarta - Jumlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) meninggal dunia bertambah menjadi 225. Selain itu, sebanyak 1.470 anggota KPPS dilaporkan sakit....

Liga Spanyol: Getafe Vs Madrid Berakhir Imbang

Getafe - Getafe menjamu Real Madrid dalam lanjutan LaLiga. Kedua tim bermain imbang tanpa gol. Bermain di Coliseum Alfonso Perez, Jumat (26/4/2019) dinihari WIB,...

Banjir dan Tanah Longsor Landa Afrika Selatan, 70 Orang Tewas

Kwazulu Natal - Afrika Selatan dilanda banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat yang mengguyur di sepanjang pantai timur. Lebih dari 70 orang dilaporkan...

Nasib Pencoblos 20 Suara Pilpres untuk 02 Ditentukan Pekan Depan

Metrobatam, Kampar - Bawaslu Kampar, Riau, masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus pencoblosan 20 kertas suara Pilpres untuk paslon 02. Setelah itu,...

Ini Isi Percakapan WA Ratna Sarumpaet ke Fadli Zon-Said Iqbal

Metrobatam, Jakarta - Ahli forensik digital, Saji Purwanto menunjukan percakapan WhatsApps antara Ratna Sarumpaet dengan Fadli Zon dan Said Iqbal. Isi percakapan menunjukan Ratna...

Datangi KPU, BPN Prabowo Pantau Server Hingga Tanya Dugaan Kecurangan

Metrobatam, Jakarta - Sekjen-sekjen parpol yang tergabung di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno mendatangi KPU RI. Kedatangannya kali ini mempertanyakan terkait...

MK Tegaskan PNS Koruptor Harus Dipecat

Metrobatam, Jakarta - Mahkamah Konstitusi menegaskan bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi harus diberhentikan secara tidak hormat. Putusan itu menjawab...

Dinas PU Riau: 45 Baut Hilang di Jembatan Siak IV Sudah Diganti

Metrobatam, Pekanbaru - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau sudah memasang baut baru di jembatan Siak IV. Puluhan baut sebelumnya dicuri. "Baut yang kita pesan sudah...

Kontak Senjata di Aceh, Polisi Tembak Mati Pimpinan KKB

Metrobatam, Jakarta - Tim gabungan yang terdiri dari Polda Aceh dan Polres Aceh Timur terlibat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Dusun...

BPN Klaim Kemenangan 80%, Bara Hasibuan: Bertentangan dengan Quick Count

Metrobatam, Jakarta - Waketum PAN Bara Hasibuan mengkritik Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso, yang mengklaim jagoannya seharusnya bisa menang...