Metrobatam, Sleman – Kericuhan mewarnai kegiatan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di Grand Pasific Hall, Jalan Magelang, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (27/2).

Kericuhan terjadi disinyalir karena ada sekelompok massa yang diduga memprotes kehadiran Prabowo untuk menyampaikan pidato kebangsaan. Polisi sempat melepas tembakan peringatan ke udara. Aksi itu diklaim sebagai upaya meredam massa yang bergejolak.

“Itu kejadian spontan saja, mengamankan kejadian di lokasi,” kata Kapolres Sleman AKBP Rizki Ferdian saat dikonfirmasi, Rabu (27/2).

Prabowo di Sleman menggelar pidato kebangsaan dengan tajuk Menyapa Masyarakat dan Purnawirawan TNI/Polri DIY-Jateng. Rizky mengatakan ada sejumlah konvoi massa memaksa masuk ke gedung tempat Prabowo berpidato.

Rizky dalam kesempatan tersebut juga membantah kabar yang menyebut ada korban penusukan dalam insiden tersebut. Rizky menolak dikatakan peristiwa itu sebagai kerusuhan. “Yang benar hanya kericuhan,” ujarnya.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun, ada dua orang yang belum diketahui identitasnya membawa spanduk Jokowi-Ma’ruf Amin di tengah massa pro Prabowo di luar Grand Pacific Hall. Namun, Rikzi mengaku belum mengetahui informasi tersebut.

“Motif dan pendalaman kasus masih ditelusuri,” ujarnya.

Pidato Prabowo diketahui berjalan lancar di dalam Grand Pacific Hall. Prabowo dalam pidatonya menyinggung persoalan kekayaan bangsa Indonesia yang tak lagi tinggal di negeri sendiri. Mantan Danjen Kopassus itu menyebut dalam data yang diperolehnya, sebanyak Rp11 ribu triliun kekayaan Warga Negara Indonesia (WNI) berada di luar negeri.

“Sementara jumlah uang di bank-bank, di seluruh bank di dalam negeri jumlahnya Rp5.400 triliun, berarti dua kali kekayaan Indonesia ada di luar negeri,” kata Prabowo, berdasarkan live Facebook Gerindra TV, Rabu (27/2).

Mobil Roy Suryo Jadi Sasaran

Mobil politikus Partai Demokrat Roy Suyo menjadi sasaran massa dalam kericuhan yang terjadi saat calon presiden Prabowo Subianto datang di Sleman, Yogyakarta. Kaca mobil Roy pecah terkena lemparan batu dalam kejadian tersebut.

“Kaca belakangnya kena lemparan liar gerombolan yang mengejar gerombolan lainnya,” kata Roy kepada CNNIndonesia.com, Rabu (27/2).

Roy menjelaskan saat pecah kericuhan tersebut, mobilnya sedang di parkir di dalam rumah. Saat itu, dirinya sedang tidak berada di rumah.

“Kebetulan saya memang sedang di RS Panti Rapih, menunggu istri pasca-operasi kantong empedu dan usus buntu kemarin,” kata Roy.

Atas kejadian itu, Roy berharap orang lain tak mengalami nasib yang sama, apalagi hingga menimbulkan korban jiwa dalam kericuhan tersebut.

Sebagai warga asli Yogyakarta, Roy mengajak masyarakat untuk menjaga suasana agar tetap tenang menjelang hari pemungutan suara pemilu pada 17 April mendatang.

“Kita toh sama-sama bersaudara, jangan hanya gara-gara beda pilihan jadi masyarakat yang dikorbankan,” kata Roy.

Kehadiran Prabowo di Sleman dalam rangka menyampaikan pidato kebangsaan di acara “Prabowo Menyapa Masyarakat dan Purnawirawan TNI-Polri Jateng-DIY”. Acara itu digelar di Grand Pasific Hall, Jalan Magelang, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (27/2).

Kericuhan terjadi karena sekelompok massa diduga memprotes kehadiran Prabowo. Polisi bahkan sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk meredam massa yang bergejolak.

“Itu kejadian spontan saja, mengamankan kejadian di lokasi,” kata Kapolres Sleman AKBP Rizki Ferdian saat dikonfirmasi, Rabu (27/2).

Kepala Kepolisian Resor Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah mengatakan ada sejumlah konvoi massa memaksa masuk ke gedung tempat Prabowo berpidato. Dia pun membantah kabar yang menyebut ada korban penusukan dalam insiden tersebut.

Sementara Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP, Ali Mochtar Ngabalin menyebut Joko Widodo (Jokowi) belum berkomentar terkait peristiwa itu.

“Belum. Kalau Jokowi mah senyum-senyum, santai-santai saja kan,” kata Ngabalin di posko relawan Kotak Hijau, Jalan Brawijaya IX, Jakarta Selatan, Rabu (27/2/2019).

Ngabalin menambahkan, Jokowi akan merespons jika ada peristiwa yang menciderai demokrasi. Dia mencontohkan masalah viral kampanye hitam tentang azan dan masalah lahan.

“Tapi kalau sudah menyangkut menciderai sistem nilai dalam demokrasi pasti beliau ngomong. Umpama menganai azan, lahan, pasti beliau bicara. Tapi kalau yang begitu-begitu ndak lah,” ujarnya. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE