Anies Lakukan Rotasi 1.125 Pejabat Pemprov, Dicurigai Berbau Politis

Metrobatam, Jakarta – Rotasi besar-besaran yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dicurigai berbau politis. Perombakan, termasuk penurunan jabatan alias demosi, dinilai berdasarkan faktor ‘suka-tidak suka’.

Kritik ini dilontarkan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. Pras__sapaannya__heran ada posisi camat dan lurah yang dipindahkan, bahkan diturunkan.

Read More

“Pertanyaannya, kalau ada camat jadi sekcam (sekretaris camat) atau lurah jadi sekkel (sekretaris kelurahan), ini aneh ini buat saya. Dan tempat-tempat itu (lokasi pemindahan) kok berbaunya politis sekali,” kata Pras kepada wartawan, Selasa (26/2/2019).

“Akhirnya pemerintahan daerah melihat orang yang baik dicopot, diganti karena like and dislike,” sambung Pras.

Anies sebelumnya merotasi 1.125 pejabat di Pemprov DKI pada Senin (25/2). Namun Anies dan pejabat lainnya tidak merinci kepada media mengenai jumlah lurah dan camat yang diganti.

Tapi, untuk jabatan eselon III, termasuk camat, ada 274 orang. Sedangkan untuk eselon IV, termasuk lurah, ada 836 orang.

“Lurah telah meniti karier menjadi birokrat dari bawah. Jangan diturunkan karena masalah atau dendam politik. Dia kan birokrat, dia dari bawah sampai ke atas meniti karier. Dari lurah jadi sekkel kan nggak betul. Jangan ada dendam politiklah, pilkada sudah selesai,” tutur Pras.

Anies sebelumnya berbicara soal pejabat yang didemosi. Demosi dilakukan karena pejabat tersebut tidak mencapai target.

Mereka yang didemosi adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Isnawa Adji menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Selatan serta Asisten Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang Ismer Harahap menjadi Kepala Bagian Tata Laksana Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi.

Kemudian, Kepala Dinas Sumber Daya Air Teguh Hendarwan dan Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BPBUMD) Yurianto menjadi staf. Sedangkan Yani Wahyu Purwoko dari Kasatpol PP Pemprov DKI Jakarta menjadi Asisten Deputi Gubernur Bidang Budaya.

Anies menyebut pejabat yang didemosi pernah dipanggil untuk dievaluasi. Semua berjalan sesuai dengan prosedur.

Anies Sebut Pras sedang Berimajinasi

Sementra Anies menyebut Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi sedang berimajinasi saat mengatakan mencium aroma politis dalam rotasi jabatan yang dilakukan Anies.

“Imajinasi orang boleh-boleh saja, ya. Kita tidak bisa mengarang pikiran orang,” kata Anies membalas tudingan Prasetio di Silang Monas Jakarta, Rabu (27/2).

Anies menegaskan sebagai Gubernur dirinya berhak merotasi pejabat setelah enam bulan menjabat. Kini, Anies sudah menjabat sebagai Gubernur DKI di hitungan jalan dua tahun.

“Artinya, sebetulnya Gubernur punya wewenang melakukan rotasi 6 bulan setelah menjabat dan kalau misalnya urusannya Pilkada ya (berhenti) saat itulah,” ujar Anies.

Anies merotasi 1.125 pejabat eselon II, III dan IV pada Senin (25/2) lalu. Pejabat yang banyak dirotasi ialah tingkatan lurah, camat termasuk kepala dinas.

Atas perombakan ini, Prasetio menduga ada unsur politik, utamanya dalam perubahan di jajaran lurah.

Prasetio tidak menjelaskan muatan politik dalam kebijakan rotasi Anies itu. Dia hanya menyebut ada banyak lurah dan camat sudah bekerja dengan baik. Terlebih rotasi dilakukan jelang perhelatan pemilu 2019.

“Pertanyaannya kalau ada camat jadi sekcam atau lurah jadi sekel, ini aneh buat saya. Dan tempat-tempat itu kok berbaunya politis sekali,” kata Prasetio di Jakarta, Selasa (26/2).

Prasetio menyatakan sudah mendata lurah atau camat yang didemosi. Namun ia enggan mendetail lebih jauh demosi lurah dan camat mana saja yang berbau politis.

“Saya sudah merekam jejak itu, itu kan enggak baik buat pemerintahan daerah. Akhirnya pemerintahan daerah melihat orang yang baik dicopot diganti karena like and dislike,” kata dia. (mb/cnn indonesia)

Loading...

Related posts